logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Persepsi

Keputusan RUPS-BSG: Moga tak Lahirkan Buah yang “Tinasi”

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 11 February 2026
in Persepsi
0
Tauhid Arif

Tauhid Arif

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Tauhid Arif

ADA keputusan fundamental dalam RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) Bank Sulut Gorontalo (BSG), Selasa, 10 Februari 2026.

Pertama, menggemukkan postur pengurus dengan mengangkat dan menambah satu kursi di jajaran komisaris dan direksi. Bila selama ini direksi ditukangi 5 orang, kini menjadi 6 orang. Begitu pun dengan kursi komisaris yang ikut menyesuaikan.

Kedua, mempertahankan Revino Pepah di posisi Direktur Utama BSG. Hal ini sekaligus mencatatkan dirinya sebagai bankir pertama yang menduduki posisi Dirut terlama. Ia dilantik pada Maret 2021 menggantikan Jeffrey Dendeng. Ia dipercaya dalam kepemimpinan dua gubernur (Pemegang Saham Pengendali); diangkat oleh Olly Dondokambey dan tetap dipakai oleh Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Ketiga, untuk pertama kalinya posisi Komisaris Utama berganti dalam waktu singkat, yakni 10 bulan. Sebelumnya, Komut BSG dipercayakan kepada Ramoy Luntungan (diangkat melalui RUPS-LB April 2025) dan posisinya kini diganti oleh mantan Wali Kota Manado, Vicky Lumentut (melalui RUPS-LB pada 10 Februari 2026). Informasi yang berseliweran, Luntungan dan Syahrul Mamonto dijanjikan akan mengemban tugas yang lebih strategis.

Related Post

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Keputusan RUPS-LB ini menimbulkan beragam persepsi dan interpretasi publik. Ada yang menganggap keputusan ini semata-mata untuk membangun kinerja yang lebih ‘fight’ dalam memperkuat performa BSG, serta meningkatkan perolehan laba yang ideal.

Lazimnya sebuah perusahaan, apalagi perbankan, perombakan kepengurusan baik di jajaran direksi maupun komisaris tidak lepas dari upaya memperbaiki postur penggerak dan pengawasan demi berjalannya roda usaha yang baik, lancar, profesional, dan profit oriented.

Dalam konteks bisnis dan organisasi, keputusan fundamental adalah keputusan yang menyentuh hal-hal mendasar, strategis, dan memiliki dampak jangka panjang terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Di sisi lain, muncul tanggapan bernada minor. Keputusan itu dianggap bagian dari politik akomodatif yang lebih bernuansa meredam polarisasi di masyarakat, khususnya terkait dengan pasar dan eksistensi BSG di bawah kendali PSP (Pemegang Saham Pengendali).

Masuknya wakil dari Gorontalo di jajaran komisaris dan direksi adalah gambaran nyatanya. Begitu pun dengan penetapan Vicky Lumentut sebagai Komisaris Utama dan keberlanjutan Revino Pepah sebagai Direktur Utama BSG periode 2026–2031.

Ada yang mempertanyakan alasan Revino dipertahankan. Apa prestasi spektakuler yang telah diperlihatkan? Dari sisi laba yang ditargetkan Rp400 miliar, hanya tercapai Rp290 miliar. Seharusnya laba sebesar ini sudah bisa diraih pada tahun buku 2024. Namun, terjadi penurunan laba dari Rp250 miliar lebih menjadi Rp224 miliar akibat digerogoti pembengkakan beban atau efisiensi yang tak terkendali.

Laba sebelum pajak BSG tahun 2025 yang tercatat Rp 372 miliar, masih kalah dibanding tahun 2017 saat BSG dipimpin Jeffrey Dendeng yang meraup hampir Rp400 miliar. Meski begitu, semuanya prosedural. Dan, Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan bank ke depan.

Sebagai perbandingan di jajaran bank daerah di Indonesia, BSG menjadi satu-satunya bank kategori KBMI-1 yang menempatkan 6 orang di kursi direksi dan komisaris. KBMI-1 adalah Kelompok Bank Berdasarkan modal inti di bawah Rp6 triliun. Modal inti BSG sendiri belum mencapai Rp2 triliun.

Bank Papua misalnya, dengan modal inti Rp4 triliun (telah memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp3 triliun secara mandiri), masih mempertahankan sikap “miskin struktur, kaya fungsi”. Bank ini hanya menempatkan masing-masing 4 figur di jajaran direksi dan komisaris. Dengan postur tersebut, Bank Papua mampu membukukan laba bersih pada kuartal III tahun 2025 sebesar Rp485 miliar lebih. Besar kemungkinan bank beraset Rp31 triliun ini akan menembus laba lebih dari Rp0,5 triliun pada tahun buku 2025.

Sama halnya dengan Bank Sulselbar yang memiliki aset lebih dari Rp32 triliun—hampir Rp10 triliun lebih besar dari aset BSG—namun masih menempatkan lima figur pada jajaran komisaris dan direksi. Begitu juga dengan Bank Sumut yang memiliki aset Rp47 triliun dengan perolehan laba bersih Rp539 miliar, hanya menempatkan lima figur dalam barisan direksi dan komisaris.

Dalam barisan bank daerah, hanya ada dua bank, yakni Bank BJB dan Bank Jatim, yang menempatkan 7 orang direksi, namun tetap dengan 5 orang komisaris. Ini wajar karena selain kedua bank ini sudah go public (Tbk), aset yang dikelola telah mencapai ratusan triliun. Bank Jatim memiliki aset Rp125 triliun lebih, sementara Bank BJB Rp215 triliun dengan laba di atas Rp1 triliun. Sementara itu, BSG dengan aset Rp23 triliun justru menempatkan 6 orang komisaris.

Publik Sulut dan Gorontalo berharap keputusan menambah “amunisi” di jajaran direksi dan komisaris BSG mampu memicu akselerasi pertumbuhan untuk segera memenuhi kewajiban modal inti. Sebab, jika tidak, yang terjadi hanyalah inefisiensi akibat penambahan beban operasional yang tidak linear dengan produktivitas.

Buah dan Hasilnya tentu baru akan terlihat dalam RUPS tahun 2027 nanti. Semoga buahnyua tergambar jelas, dan tidak jadi “buah tinasi” seperti sering dialami petani pisang di Manado. (*)

Tags: persepsiTauhid Ariftulisan persepsiTulisan Tauhid Arif

Related Posts

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Basri Amin

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Monday, 30 March 2026
Ridwan Monoarfa

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Wednesday, 18 March 2026
Basri Amin

Republik di Dunia yang Susah Damai

Monday, 16 March 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Monday, 16 March 2026
Next Post
Dr. Herwin Mopangga, S.E., M.Si.

Jagung Gorontalo di Persimpangan Nilai Tambah

Discussion about this post

Rekomendasi

Seorang pemuda di Gorontalo ditahan oleh Ditreskrimum Polda Gorontalo atas dugaan pencabulan anak.

Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Wednesday, 1 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat program MBG di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa 16 Desember 2025. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

Thursday, 2 April 2026
Pelaku penikaman saat di amankan tim Jatanras Polresta Gorontalo Kota ( F.Humas)

Emosi Tak Terkendali, Teguran Berujung Penikaman di Kota Gorontalo

Friday, 3 April 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Adhan Bongkar Mafia Obat di RSAS, Termasuk di RS Otanaha, Diduga Libatkan ASN dan Vendor

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.