Oleh:
Arifasno Napu*
Selamat Hari Gizi Nasional Ke-66, 25 Januari 2026.
Salam Gizi! (Jawabannya: Sehat Melalui Makanan) Yang terhormat Bapak Presiden RI (Jenderal Purnawirawan TNI Prabowo Subianto), bahwa pasti telah mengetahui jumlah suku di Indonesia yang jumlahnya lebih kurang ada 1128 ((Heriawan 2010: hasil sensus BPS ) sebagai kekayaan yang tak terhingga.
Setiap suku punya makanan tradisionalnya, menggunakan bahan pangan lokal. Bila dilestarikan dan dikembangkan sangat menguntungkan secara Pendidikan, ekonomi, budaya, sosial, agama bahkan pertahanan dan keamanan bangsa. Bila diseriusi, ini adalah kekuatan besar maka bilakah Undang-Undang tentang Makanan Tradisional dalam menyongsong generasi Emas Tahun 2045?
Swasembada Pangan
Secara resmi Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 pada saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Swasembada ini tentunya sangat relevan dengan program nasional makan bergizi gratis (MBG) yang tujuannya gizi optimal terwujud untuk perbaikan gizi generasi hari ini menyongsong masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.
Sangatlah tepat dalam era saat ini adanya program nasional MBG karena masyarakat berada dalam kondisi kekurangan sehingga harus benar-benar segera diatasi. Inilah bukti bahwa negara hadir dalam suasana bangsa dalam kekurangan gizi bahkan sampai stunting.
Program ini dapat menjadi siklus proses, bisa dimulai dari produksi bahan makanan, pengolahan, pendistribusian sampai pada monitoring dan evalausi. Olehnya, program Ini benar-benar menciptakan lapangan kerja untuk banyak keahlian dan untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Penelitian Makanan, Gizi dan Kesehatan
Hasil-hasil penelitian tentang makanan, gizi dan kesehatan begitu banyak yang berdampak untuk kualitas hidup manusia, dilaksanakan oleh anak bangsa baik saat mereka kuliah di dalam negeri atau di luar negeri, bahkan saat sudah bekerja diantaranya tugas sebagai peneliti, pengajar, pejabat fungsional tertentu, dll.
Judul penelitian saat ini semakin keren dengan topik-topik budaya atau kedaerahan diantaranya tentang makanan tradisional. Yang pasti dalam penelitian itu banyak mengeluarkan sumber daya apakah dana, tenaga, waktu dan hal-hal terkait lainnya. Tetapi bagaimana penelitian tentang makanan, gizi dan kesehatan ini memberikan dampak terwudunya konsumsi gizi yang optimal pada setiap individu sehingga meningkatkan kualitas hidup Bangsa Indonesia?
Kualitas makanan yang dikonsumsi oleh setiap individu Indonesia bersumber dari pangan lokal yang alami, beragam, bergizi, berimbang, aman dan menyehatkan yang tentunya memberikan gizi yang optimal. Dengan gizi yang optimal dan dibutuhkan tubuh maka berdampak pada status gizi dan kesehatannya, meningkatkan kekebalannya serta memberikan pengaruh langsung pada kualitas generasi Indonesia.
Makanan Impor Dikonsumsi
Yang Terhormat Bapak Presiden RI, bahwa hari ini masih sebagian besar konsumsi makanan impor telah diskenariokan agar lebih dicintai seperti susu, bahan dari gandum, kacang kedelei, buah, snack, dll, sementara lahan untuk produksi bahan pangan sangat luas dan potensial? Susu bila tidak dikonsumsi dapat digantikan dengan protein dari ikan yang melimpah produksinya di Indonesia dengan harga yang terjangkau. Tetapi sangat tepat juga bila adanya pembangunan peternakan sapi di wilayah RI yang didukung dengan lahan dan pakan yang memadai.
Bahan gandum dalam bentuk tepung menguasai perdagangan bahan kue di Indonesia tentu merugikan buat generasi Indonesia. Tempe sebagai warisan peninggalan nenek moyang Bangsa Indonesia, ironisnya hanya menggunakan kedelei impor yang jumlahnya lebih dari 90%, dan bermakna bahwa Bangsa Indonesia hanya tukang buat dan tukang makan tempe? Tidak kalah pentingnya juga buah-buahan, termasuk snack yang beredar di Indonesia sampai ke pelosak banyak produksi impor.
Undang-Undang Makanan Tradisional Cegah Penjajahan Melalui Makanan
Indonesia sudah saatnya harus mempunyai regulasi dalam bentuk Undang-undang tentang makanan tradisional, karena ini adalah potensi negara yang harus dijaga kelestariannya, dikembangkan, dan diajarkan pada anak cucu bangsa Indonesia. Apakah disadari saat ini bahwa Indonesia sedang dijajah oleh makanan yang diproduksi dalam negeri namun bahan-bahan yang digunakan berasal dari luar negeri?
Tidak lain tujuannya adalah untuk membuat ketergantungan Bangsa Indonesia pada produk pangan negara lain; dan rendahnya kualitas konsumsi makanan pada masyarakat berpenghasilan rendah maka dapat sebagai pencetus merajalelanya penyakit menular dan penyakit tidak menular pada negara kita. Kenyataan di depan mata adalah para penderita di rumah sakit yang paling banyak adalah masyarakat dari kalangan berekonomi rendah.
Kerja bersama-sama baik lintas sektor, lintas program maupun lintas profesi adalah upaya dalam mewujudkan gizi yang optimal Masyarakat Indonesia. Ini bermakna ganda yakni gizi optimal yang diperoleh dari pilihan bahan makanan kemudian dikonsumsi; dan gizi optimal sebagai dampak dari konsumsi gizi yang memadai oleh setiap umat manusia yang disebut dengan status gizi dan Kesehatan yang baik.
Generasi Emas 2045, Wujud Gizi Optimal.
Untuk mewujudkan gizi optimal masyarakat Indonesia guna lahirnya generasi emas yang berkualitas pada tahun 2045 maka:
- Tetap terus dijalankan Program MBG dengan penambahan Ahli gizi dan tenaga lainnya sebagai sumber lapangan pekerjaan dan juga pentingnya proses pembenahan sistem pelaksanaannya.
- Kegiatan program MBG penting dibingkai dengan edukasi maka sangat urgen masyarakat Indonesia secara berjenjang, terstruktur, masif dan berkesinambungan dibelajarkan tentang makanan, gizi dan Kesehatan berbasis makanan tradisional agar potensi makanan tradisional tidak punah dan bahkan bisa jadi milik negara lain
- Proses pembelajaran makanan, gizi dan kesehatan pada masyarakat dilaksanakan secara formal, non formal dan informal agar semua lapisan memahami makanan yang halal (bagi muslim) dan baik yang meliputi alami, beragam, bergizi, berimbang, aman dan menyehatkan berbasis pangan lokal.
- Secara formal pembelajaran tentang makanan, gizi dan kesehatan yakni di sekolah, dibuatkan kurikulum, bahan ajar tentang pembelajaran makanan, gizi dan kesehatan meliputi semua jenjang sekolah dasar dan menengah. Dimulai dari teori, pengenalan bahan makanan sampai praktik bahkan lomba-lomba memasak yang diawali dari menyusun menu, (Di Gorontalo satu-satunya daerah yang sudah ada Perda Pembelajaran Ilmu Gizi Berbasis Makanan Khas Daerah dilengkapi dengan kurikulum dan bahan ajar untuk pembelajaran di sekolah dasar dan sederajat, sekolah menengah pertama dan sederajat serta sekolah menengah atas dan sederajat). Proses ini sebagai upaya untuk memenuhi “Gizi Seimbang bersumber Pangan Lokal sehingga sehat dapat dimulai dari piringku”.
- Makna Pemberian MBG hanya untuk menggemukkan saja, namun sejatinya dibarengi dengan edukasi kepada peserta didik. Bila mereka yang mempraktikkan diajarkan secara formal sejak teori, persiapan bahan makanan, pemasakan/pengolahan, penghidangan sampai pada proses konsumsi, tentu dapat menjadi bekal dalam menopang masa depannya karena bisa saja mereka dapat melanjutkan pendidikan menjadi ahli dalam terapi gizi atau teknologi pangan.
- Presiden Prabowo selesai masa tugasnya kemungkinan program MBG dihilangkan, tetapi proses pembelajaran tentang makanan, gizi, dan kesehatan yang berbasis makanan tradisional tetap berjalan terus karena menjadi kurikulum sekolah maka dapat menjamin keberlangsungan tercapainya cita-cita Bangsa Indonesia yakni, dapat melindungi bangsanya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsanya serta berani terlibat dalam upaya perdamaian dunia. Mengapa demikian? Karena Bangsa Indonesia telah terwujud gizi optimalnya dan diyakini telah dilahirkannya generasi berkualitas sepanjang kehidupannya bukan hanya saat menyongsong 2045.
Pustaka:
- Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional 2025; https://setkab.go.id/prabowo-umumkan-swasembada-pangan-2025/
- Napu A. 2024. Sekolah Sadar Gizi Berbasis Makanan Tradisional Makan HYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx”BergiziHYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx” dan Gratis HYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx”UntukHYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx” Masa HYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx”DepanHYPERLINK “file:///D:/ARIFASNO%20TULISAN%20ILMIAH/ARIFASNO%20TUL.ILMIAH%2025/Makan%20Bergizi%20dan%20Gratis%20Untuk%20Masa%20Depan%20Bangsa.docx”docx
- Zahra Fadhlina Hidayat. 2024. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Diet Remaja di SMA Yadika 12 Depok. Amerta Nutrition Vol. 8 Issue 3SP (Desember 2024). 402-411
- Anak Sekolah Indonesia Makan Gratis, Masalah Kesehatan danStatus Gizi Meningkat. https://dinkes.gorontaloprov.go.id/anak-sekolah-indonesia-makan-gratismasalah-gizi-dan-kesehatan-meningkat/
- Aghniya Salmadita, dkk. 2024. Mewujudkan Pola Makan Gizi Seimbang Untuk Kesehatan Optimal Anak Di Desa Margaluyu Garut. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. Volume 2, No. 7, Tahun 2024.
- Napu A. 2025. Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto. https://gorontalopost.co.id/2025/10/03/salam-gizi-yth-presiden-ri-jenderal-pur-tni-prabowo-subianto/
*Pengamat Gizi dan Kesehatan alumni Akademi Gizi (sekolah kedinasan), UI, UGM dan IPB; Mengajar di Perguruan Tinggi Sejak 2001 Ilmu Gizi dan Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Olahraga, Budaya, Pengalaman birokrat 28 tahun (rumah sakit, Dinkes Prov, Dinsos Prov, BPBD Provinsi), Ketua Perhimpunan Pakar Gizi Dan Pangan Provinsi Gorontalo, Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI) Provinsi Gorontalo, Pembina DPD PERSAGI Provinsi Gorontalo, Wakil Ketua Kwarda Gorontalo, Mengajar Di Universitas Negeri Gorontalo dan PT Swasta 2001-2020; Mengajar di Poltekkes Kemenkes Gorontalo sejak 2021-sekarang.










Discussion about this post