Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kasus pembacokan di pelataran Pasar Sentral, Kota Gorontalo, akhir tahun lalu, punya cerita baru, yakni terkait penanganan perkara tersebut.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambae terang-terangan mengkritik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo, ia merasa hendak dijebak dalam kasus penganiayaan yang tepat terjadi di hadapanya itu.
Hal itu diketahuinya dalam dokumen P-19 pada perkara tersebut. P19 merupakan dokumen resmi dari Kejaksaan yang menandai pengembalian berkas perkara pidana kepada penyidik kepolisian karena dianggap belum lengkap.
“Ada 10 poin di P-19 Kejari, yang pada intinya bagaimana Polres menjebak saya dalam kasus penganiayaan itu. Itu intinya. Padahal saya sudah di BAP, pak Wawali sudah, tapi hanya berkas saya yang dikembalikan,” ungkap Adhan, Jumat (6/3). Ia menegaskan, dirinya tak masalah jika ingin menjebak dirinya, asal bukan kasus korupsi.
“Saya ini lahir dari bawah, saya tidak pernah takut kalau saya tidak salah. Jangan cari hal,” tegasnya lagi. “Ada videonya, sangat jelas. Berdua lari di depan kami. Memang ada masalah mereka berdua (pelaku dan korban) di Facebook. Dan saya tidak tahu itu,” tambah dia.
Adhan meminta pihak Kejari tidak menganggunya dengan persoalan yang sama sekali tak diinginkan terjadi. Karena, kata Adhan, dirinya saat ini disibukkan dengan bagaimana cara membangun dan melayani masyarakat Kota Gorontalo.
“Kalau begini, abis (selesai) puasa kita demo besar-besaran Kejaksaan,”ujar Adhan. “Saya kalau sudah bicara, saya akan lakukan,”tambah wali kota dua periode itu. Persoalan ini kabarnya telah masuk ke Komisi III DPR RI. Komisi yang membidangi hukum itu, bahkan kabarnya akan mengundang Adhan ke Senayan.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasie Intel Kejari Kota Gorontalo, Wiwin B. Tui menyatakan bahwa dirinya belum mau memberikan pernyataan soal kritik Adhan ke lembaga tempatnya bekerja itu.
“Saya belum mau menanggapi, karena saya belum lihat P-19 nya. Takutnya saya berikan pernyataan hanya memperkeruh keadaan,” kata Wiwin yang dihubungi via telepon aplikasi WhatsApp, Sabtu (7/3) malam.
Untuk lebih jelasnya, Wiwin meminta pewarta untuk konfirmasi lagi pada Senin pekan ini. “Nanti ke kantor hari Senin. Kami siap melayani,” tuturnya.(Ndi/rwf)












Discussion about this post