logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Gembala Sudung

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 28 December 2025
in Disway
0
Gembala Sudung
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

 

Dari seluruh objek wisata di kawasan Danau Toba inilah yang terbaik: Patung Yesus tertinggi di dunia. Lokasinya di Sibea-bea, Kabupaten Samosir. Bisa disebut wisata Bukit Sibea-bea. Atau pantai Sibea-bea.

Saya ke sana di hari Natal 25 Desember lalu. Itu tanggal baik juga bagi NU: hari itu kisruh di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berakhir. Kedua belah pihak setuju islah. Lokasi islahnya bukan di Sibea-bea, tapi di Pondok Pesantren ”bintang sembilan” Lirboyo, Kediri.

Related Post

PISA BBM

Kabawa Hente

Eksklusif Mati

Target Selawat

Dalam perjalanan pulang dari Sibea-bea saya hubungi Sudung Situmorang –pemrakarsapatung Yesus itu. Pujian tinggi saya berikan kepadanya. Bukan hanya ”tertinggi”-nya, melainkan juga kualitas objek wisata ini secara keseluruhan: sekelas bintang lima.

Bandingkan dengan objek-objek wisata di seputar Danau Toba lainnya. Umumnya hanya kelas lokal. Bahkan sangat lokal. Tentu saya sudah mengunjungi banyak objek wisata di sana. Di semua sisinya. Itu tidak mudah. Panjang Danau Toba lebih 100 km. Lebarnya lebih 30 km. Saya sudah memutari danau itu. Sebagian di bibir danau, sebagian agak menjauh dari danau. Tidak seluruh bibir danau terhubung dengan jalan. Bibir danau yang masuk Kabupaten Dairi misalnya, tidak tersambung jalan dengan bibir danau di Kabupaten Samosir. Tujuh kabupaten di Sumut sama-sama memiliki bibir Danau Toba –saking besarnya danau.

Objek wisata patung Yesus Sibea-bea ditata dengan kualitas tinggi. Selera desainnya sangat internasional. Jenis tanaman dan pilihan bunganya sangat tepat. Pokoknya: Anda harus ke sana. Biar pun Anda bukan Kristen atau Katolik.

Masalahnya satu: sulitnya akses menuju Bukit Sibea-bea. Serba jauh. Saya berangkat dari Sidikalang –setelah ikut merayakan Natal di ibu kota Dairi itu. Dari Sidikalang hanya perlu dua jam perjalanan mobil. Tapi dari Medan ke Sidikalang saya harus menempuhnya selama lima jam.

Memang bisa lewat Medan-Siantar (sudah ada tol). Tapi dari Siantar ke Toba harus lewat jalan yang amat sempit dan padat. Lalu naik kapal ke pulau Samosir. Di pulau Samosir naik mobil dua jam menuju ujung lain pulau Samosir: Tano Ponggol. Di kelurahan Siogong-ogongini sudah ada jembatan. Baru. Membentang indah dan tinggi di atas air danau Toba. Lalu menuju Bukit Sibea-bea.

“Rumah saya 100 meter dari patung itu,” ujar Sudung, pensiunan kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta. Kini Sudung menjabat komisaris utama salah satu anak perusahaan Pertamina.

Sudung sekolah SD di Sibea-bea. Sebelum berangkat sekolah ia harus melepaskan 10 sapi milik ayahnya ke padang rumput. Tanpa baju, celana, dan alas kaki. Sorenya, ia harus mencari sapi itu ke sana kemari. Sapi tidak berkoloni. Begitu dilepaskan memencarberjauhan.

Ia lantas masuk SMA Katolik Santo Mikhael Pangururan. Masuk asrama. Kini Pangururanmenjadi ibu kota Kabupaten Samosir.

Sudung sekeluarga memang Katolik. Tapi begitu kuliah hukum di Unkris Jakarta, ia bergabung dengan teman-temannya di Protestan. Apalagi istrinya juga Kristen.

Itu tidak menjadi hambatan ketika Sudung ingin agar patung Yesus tersebut bisa diresmikan oleh pemimpin tertinggi Katolik dunia, Sri Paus. Yakni saat Paus Fransiskus ke Indonesia tahun lalu.

Sudung menghubungi uskup di Medan, Uskup Cornelius Sipayung. Uskup lantas mengurus semuanya ke Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.

Uskup Sipayung sendiri diam-diam melakukan perjalanan ke Sibea-bea. Mengecek langsung. Jangan sampai tidak sesuai dengan usulan. Bahkan sampai tiga kali ke Sibea-bea.

Akhirnya Sri Paus berkenan memberkatinya. Tentu tidak di Sibea-bea. Sudung diminta membuat miniaturnya. Ukuran 90 cm. Dibawa ke Jakarta. Diberkati di Jakarta.

Patung yang diberkati tersebut kini dipasang di depan patung tertinggi di dunia itu.

Ketika saya berfoto di depan yang tertinggi patung yang diberkati tampak sangat kecil di latar depannya. Lihat sendiri foto yang menyertai tulisan ini.

“Miniatur itu bikinan Ambarawa, Jateng,” ujar Sudung.


—

Di proyek Sibea-bea ini Sudung dibantu oleh seorang arsitek yang juga marga Situmorang: Daulat Situmorang. Masih keluarga Sudung. Lihatlah cara Daulat menata kawasan ini. Patung sendiri hanya salah satu daya tarik. Penataan lingkungannya, sampai pantai Tobanya, sangat indah. Menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah latar belakang Danau Toba beserta bukit-gunung di sekitarnya.

Setengah jam sebelum sampai ke patung ini pun Anda sudah mendapatkan pemandangan yang menakjubkan. Jalan berliku. Tebing dan jurang. Danau yang terlihat jauh di bawah sana. Semuanya indah. Serasa di Swiss.

Untuk mencapai patung itu Anda harus menuruni gunung dengan jalan berliku dari ketinggian 1.800 meter ke ketinggian 1.100 meter.

Akhirnya Sudung bisa membawa miniatur patung Yesusnya ke hadapan Sri Paus. Ia hadir sendiri di acara pemberkatan itu. Ia merasa sangat berbahagia.


—

Saat saya ke Sibea-bea kemarin senja sudah hampir tiba. Tapi pengunjung masih sangat banyak. Toba kini memiliki sajian wisata yang sekelas dengan nama besar danau itu sendiri. Baru sekarang ini bisa begitu. Berkat satu orang yang bernama Sudung, si penggembala sapi.(*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDISDiswayGembala Sudungharian disway

Related Posts

PISA BBM

PISA BBM

Tuesday, 15 September 2026
Kabawa Hente

Kabawa Hente

Monday, 14 September 2026
Eksklusif Mati

Eksklusif Mati

Saturday, 12 September 2026
Target Selawat

Target Selawat

Saturday, 12 September 2026
Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Next Post
Air Terjun Huila: Surga Tersembunyi yang Butuh Penataan, Sampah jadi Perusak Pemandangan

Air Terjun Huila: Surga Tersembunyi yang Butuh Penataan, Sampah jadi Perusak Pemandangan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Muh. Amier Arham

Ketika Minyak Mahal

Tuesday, 15 September 2026
PISA BBM

PISA BBM

Tuesday, 15 September 2026
Resmi Pimpin PB ESI, Herindra Perkuat Prestasi dan Ekosistem Esports Nasional

Resmi Pimpin PB ESI, Herindra Perkuat Prestasi dan Ekosistem Esports Nasional

Tuesday, 15 September 2026
Harfest 2026 Terbukti Perkuat Daya Saing UMKM

Harfest 2026 Terbukti Perkuat Daya Saing UMKM

Tuesday, 15 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Ketika Minyak Mahal

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • PISA BBM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.