Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Rotasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bergulir. Senin (22/12) kemarin, sebanyak empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik dan diambil sumpah jabatan.
Tapi rotasi pejabat kali ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Karena dua dari empat pejabat yang dilantik itu adalah keluarga dekat bupati. Yaitu anak kandung dan menantu. Aroma praktik kolusi dan nepotisme dari pelaksanaan mutasi pejabat di lingkungan Pemda Bone Bolango pun kental terasa.
Adapun empat pejabat eselon II yang dilantik masing-masing, Hamdy Gufran Mile yang dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Hamdy merupakan anak kandung bupati.
Kemudian Sri Mulyani Lalijo dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapppeda). Sri Mulyani merupakan anak mantu bupati.
Lalu Ichsan Budiman Wantogia yang dilantik menjadi Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan. TerakhirMohammad Rizki Pateda yang dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Lupa Lelah Kantor Bupati Bone Bolango, dilakukan langsung oleh Bupati Ismet Mile.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan tahap pertama dari lima rekomendasi jabatan yang telah disetujui.
Terkait satu jabatan yakni kepala Badan Keuangan yang belum dilantik, Sekda Iwan mengungkapkan adanya pertimbangan strategis untuk menunda pelantikan hingga awal tahun 2026.
“Khusus untuk jabatan Kepala Badan Keuangan, kita menyesuaikan dengan masa transisi. Mengingat posisi tersebut selaku Bendahara Umum Daerah (BUD), pergantian di akhir tahun sangat riskan secara administratif.
Kami ingin menuntaskan tanggung jawab pejabat lama terlebih dahulu sebelum beralih ke pejabat baru demi kelancaran laporan keuangan daerah,” ujar Iwan.
Satu pejabat tersisa dijadwalkan akan menyusul untuk dilantik pada bulan Januari mendatang setelah proses transisi keuangan dianggap stabil dan laporan tutup tahun selesai.
Iwan menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan ini tidak memiliki jadwal tetap setiap tahunnya, melainkan sangat bergantung pada kebutuhan organisasi dan penyegaran birokrasi.
Masa jabatan para pejabat yang baru dilantik pun akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian kinerja masing-masing. “Masa jabatan mereka sangat bergantung pada kinerja dan pertimbangan kebutuhan organisasi. Yang jelas, mereka mulai melaksanakan tugas terhitung sejak serah terima jabatan dilakukan,” pungkasnya.
Bupati Ismet Mile kepada wartawan juga menegaskan, bahwa pelantikan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan, dan dijalankan sesuai dengan ketentuan.
Ia memastikan seluruh tahapan pengisian jabatan telah melalui proses seleksi terbuka dan objektif oleh Tim Seleksi (Timsel). “Pelantikan hari ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan yang berlaku. Seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil murni proses Timsel sesuai aturan dan tanpa intervensi,” kata Ismet Mile. (MG-11)












Discussion about this post