logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Tiada Generasi Tanpa Literasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 9 December 2025
in Persepsi
0
Anang S. Otoluwa

Anang S. Otoluwa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Anang S. Otoluwa

 

PADA refleksi 25 tahun Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan launching buku “Indonesia Merdeka di Gorontalo”, muncul sebuah kegelisahan yang sangat mendasar. Apakah generasi masa kini masih mengenal para pejuang yang menjadi fondasi berdirinya daerah ini?

Kegelisahan itu diungkapkan oleh Ibu Idah Syahidah, Wakil Gubernur, yang menjadi salah satu pembicara. Ibu Idah membuka refleksinya dengan kekhawatiran hilangnya sosok Nani Wartabone dari ingatan rakyat Gorontalo.

Related Post

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

ASN Ilusi Kelas Menengah

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan: Politik Pembangunan dari Desa

Nama besar yang dulu menjadi simbol keberanian Proklamasi 23 Januari 1942, kini perlahan memudar dalam benak generasi muda. “Hanya mereka yang berusia 40 tahun ke atas yang masih menyebutnya dengan bangga. Di bawah usia itu, banyak yang bahkan tak pernah mendengarnya”, sambung bu Idah.

Karena itu, peluncuran buku yang berisi perjuangan Nani Wartabone itu bukan sekadar sebuah seremoni, tetapi sebuah seruan kesadaran. Bahwa sejarah tidak boleh berhenti pada halaman buku.

Ia harus menjadi dialog, menjadi bagian dari pendidikan kultural, dan menjadi kisah yang terus diceritakan kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa. Kepada Kadis Pariwisata Provinsi, Ibu Idah bahkan berpesan, agar buku itu bisa diberikan sebagai cendramata kepada tamu yang datang ke Gorontalo.

Pernyataan ibu Wagub di atas, bak gayung bersambut dari Gubernur, Gusnar Ismail. Ketika ditodong memberikan closing statement nya, Gubernur menegaskan hal ini dengan ungkapan yang puitis sekaligus mendalam: “Tidak ada generasi tanpa literasi.”

Ungkapan Gubernur berangkat dari logika berpikir yang dalam. Keberlanjutan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari keaktifan mencerdaskan warganya melalui diskusi, dialektika, dan ruang intelektual yang hidup.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca; ia adalah kemampuan memahami diri, sejarah, masyarakat, dan arah masa depan.

Karena itu, literasi sejarah adalah salah satu bentuk literasi yang paling strategis. Tanpa sejarah, generasi berikutnya akan berjalan tanpa pijakan atau tanpa ingatan.

Mereka mudah goyah oleh narasi-narasi yang menyesatkan. Di sinilah pentingnya lintas generasi, transfer pengetahuan, nilai, dan teladan dari mereka yang lebih dahulu berjuang kepada mereka yang sedang tumbuh membangun masa depan.

Tiada generasi tanpa literasi. Sebagaimana tidak ada cerita tanpa pencerita, tidak ada penerus tanpa pendahulu. Setiap generasi adalah jembatan, bukan pulau terpisah.

Mereka yang hidup hari ini memikul tanggung jawab ganda: menjaga apa yang diwariskan, dan meneruskannya kepada yang akan datang. Tanpa literasi, jembatan, atau itu sejarah akan terputus, dan identitas daerah akan runtuh.

Gorontalo, dengan segala kekayaan sejarahnya, memiliki kesempatan besar untuk menjadikan narasi perjuangan sebagai energi kolektif. Nani Wartabone bukan hanya simbol masa lalu; ia adalah kompas moral bagi generasi kini.

Dengan menghidupkan kembali sejarahnya, melalui buku, museum, diskusi publik, ruang belajar, karya seni, hingga percakapan-percakapan kecil di rumah, maka perjuangannya akan kembali hidup.

Refleksi 25 tahun provinsi ini tidak hanya mengajak kita melihat ke belakang, tetapi mengajak kita menata langkah ke depan. Bahwa masa depan Gorontalo tidak hanya ditopang oleh pembangunan fisik, tetapi oleh generasi yang tercerahkan oleh literasi, terhubung oleh sejarah, dan dipandu oleh nilai perjuangan.

Sebuah generasi hanya akan menjadi generasi yang utuh bila ia mampu merangkul generasi sebelum dan sesudahnya. Itulah makna terdalam dari lintas generasi, dan itulah syarat agar Gorontalo tetap kokoh melangkah menuju masa depan.

Alangkah beruntungnya Gorontalo kini dipimpim oleh dua tokoh yang memahami secara mendalam makna literasi. Ditangan mereka, semangat perjuangan Nani Wartabone diharapkan akan turun temurun terwariskan kepada generasi bangsa.

Tak salah jika Basri Amin (moderator) memilih ibu Wagub sebagai tokoh perempuan dalam refleksi malam itu. Tak berlebihan pula, jika dia menutup refleksi dengan kalimat: “Ini untungnya kita punya Gubernur yang doktor”.(*)

Tags: Anang S OtoluwaCatatan Anang S. OtoluwapersepsiTulisan Anang S. Otoluwa

Related Posts

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Thursday, 9 July 2026
Muh. Amier Arham

ASN Ilusi Kelas Menengah

Monday, 6 July 2026
Basri Amin

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

Monday, 6 July 2026
Ridwan Monoarfa

Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan: Politik Pembangunan dari Desa

Monday, 6 July 2026
Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Friday, 3 July 2026
Yusran Lapananda

Makna & Implikasi Penggantian & Pengembalian Kerugian Negara

Friday, 3 July 2026
Next Post
KETAHANAN PANGAN- Pemerintah melakukan program percetakan sawah baru seluas 5.642 hektare di Gorontalo. Program ini dimulai Senin (8/12) di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Pohuwato. (foto: ryan/diskominfotik)

Prabowo Kucur Rp 207 M ke Gorontalo, Program Ketahanan Pangan Cetak 5.642 Ha Sawah Baru

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 09 Juli 2026

Rekomendasi

In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

Friday, 10 July 2026
Jokowi: Rachmat Gobel Inspirasi Bagi Generasi Penerus Bangsa

Jokowi: Rachmat Gobel Inspirasi Bagi Generasi Penerus Bangsa

Friday, 10 July 2026
Honda Rebel 1100 Hadir dengan Warna Baru

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Warna Baru

Thursday, 9 July 2026
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026, 8 Tim Terbaik Siap Berebut Tiket Semifinal

Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026, 8 Tim Terbaik Siap Berebut Tiket Semifinal

Thursday, 9 July 2026

Pos Populer

  • Sidang Kasus PETI Paguyaman, Sepuluh Terdakwa Akui Bersalah

    Sidang Kasus PETI Paguyaman, Sepuluh Terdakwa Akui Bersalah

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • LGBTQ Ancam Kedaulatan Negara, Diatur Dalam Perpres, Didukung DPR

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Tutup MTQ Provinsi Gorontalo 2026

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Legislator Muda, Apa yang Berubah?

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • NMAX Curian Terungkap Saat Digadaikan, Tim URC Ringkus Pelaku

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.