logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Gorontalo, Jangan “Lari” di Tempat

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 1 December 2025
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Oleh:
Basri Amin
Parner di Voice-of-HaleHepu

KITA tak pernah mundur selangkah untuk memajukan Gorontalo. Provinsi ini didirikan oleh banyak pihak demi sebuah tekad besar dan panggilan jati diri.

Setelah sekian puluh tahun menjadi provinsi dan setelah sekian lama sebelumnya hanya sebagai wilayah “kabupaten” dan “kota”, Gorontalo sudah sewajarnya makin lincah menerbangkan harapan-harapannya. Fondasi masa lalunya dan karakter generasi terbaiknya, selalu menjadi pembaru, bukan pengekor.

Gorontalo makin butuh pembaru!

Tantangan kita di mentalitas dan pada keberanian membuat pembaruan. Kita jangan sibuk “berlari di tempat”. Kita adalah provinsi para pejuang. Kita butuh merebut momentum, jangan mudah membesarkan tabiat ikut-ikutan.

Daya dukung gagasan terbaik dan kepemimpinan efektif di berbagai sektor merupakan kekuatan kemajuan bagi masa depan Gorontalo. Topangannya adalah birokrasi dan inovasinya, daya saing kelas menengah, edukasi masyarakat dan tata-kelola wilayah dan sumberdaya.

Degradasi ekologis, mental status quo dan kelas menengah yang hipokrit dengan masa depan bersama, merupakan tantangan terbesar di tahun-tahun mendatang.

Di tingkat keseharian, kita sedang dihadang oleh pengelolaan ruang-ruang publik yang pro-edukasi dan ekonomi “bawah”, peningkatan kriminalitas, sengketa-sengketa properti, konflik laten, dan kejahatan moral di banyak sektor.

Cukup jelas, bahwa fondasi kultural daerah sedang guncang oleh perubahan-perubahan orientasi hidup dan kesenjangan sosial-ekonomi di perdesaan dan di perkotaan, antara mereka yang “berpunya” dan yang “berkekurangan”.

Artikulasi di media sosial memberi cerminan karakter masyarakat kita dua puluh tahun terakhir ini. Di kalangan kelas menengah pun, kita masih menyaksikan “boros waktu” di media sosial tanpa orientasi baru yang terarah.

Kebijakan publik kita semakin sering digugat secara terbuka oleh kelompok masyarakat. Harga komoditas yang jatuh bangun, situasi “pertambangan” rakyat, proyek-proyek infrastruktur dan hak-hak keadilan (ekonomi) warga, banyak yang menuai persoalan.

Pengendalian (perubahan) karakter kemasyarakatan dan tata-kelola pembangunan daerah kita membutuhkan pola-pola (kepemimpinan) baru yang lebih interaktif, kukuh-bernalar dan peka dengan guncangan.

Review serius tata-kelola pembangunan Gorontalo semakin mendesak, dengan tujuan memberi penilaian yang benar-benar membumi dan menemukan titik-titik terbaik jika hendak mencapai loncatan-loncatan hebat ke masa depan.

Pejabat publik sewajarnya dipetakan kembali karakter utama dan kapasitas manajerialnya, dengan kriteria kritikal yang melampaui kisi-kisi formalistik kepejabatannya -–yang tampak heroik di atas kertas dan yang terkesan canggih prosedur formalnya— tetapi mudah letih dan gagap menggerakkan kredibilitas dan kualitas kerja-kerja pemerintahan yang lebih ber-daya tahan dan ber-jangka panjang.

Perhatian terhadap ekonomi informal dan sektor-sektor kreatif yang digerakkan oleh kalangan muda, belum tersentuh sungguh-sungguh. Padahal ada kekuatan pembaruan di kalangan mereka.

Wajah kota-kota kita di Gorontalo makin disesaki oleh peminta-minta, dengan berbagai gaya, alasan, jenis kelamin, dan kelompok usia. Barang-barang publik, pun masih terus-menerus dikeluhkan layanannya. Arus modal, migrasi (pendatang), jejaring tenaga kerja regional, pola konsumsi, arus barang-masuk, dan permintaan layanan kesehatan publik, hari-hari ini semakin intensif.

Setiap hari kita mendengar ambulance. Di rumah-rumah sakit, pasien tampak selalu banyak. Tetapi, mutu layanan masih saja dikesankan terseok-seok.

Komitmen profesi, leadership dan pengendalian tata-kelola mutlak menjadi parameter pembaruan di setiap sektor layanan publik, semata-mata untuk bisa mendeteksi semua perbaikan yang mungkin dan yang harus.

Ketergantungan besar kepada APBN semakin tampak dilemanya. Untuk itulah maka dewasa ini kita butuh economic leadership yang handal di Gorontalo. Kepekaan kepada kecenderungan teknologi baru dan pelebaran daya topang generasi produktif terkesan belum pernah dijadikan agenda serius.

Aset-aset utama daerah dan tata-kelolanya juga haruslah menjadi perhatian. Mental memelihara sumberdaya daerah terkesan abai di banyak tempat.

Daerah ini, dalam observasi saya, masih banyak boros-nya di mana-mana.

Gorontalo Maju!

Apakah provinsi Gorontalo semakin maju? Ini cenderung dipandang sebagai pertanyaan yang tidak relevan. Siapa-siapa saja yang sudah banyak beroleh “untung” dengan kehadiran provinsi? Ini relatif mudah kita dijawab.

Siapa-siapa saja yang “nasibnya” belum beruntung atau tidak banyak berubah selama provinsi berdiri? Ini sepertinya agak jarang kita tanyakan. Memang, kita terbiasa menyebut angka-angka kemiskinan dan terbatasnya infrastruktur dasar. Kita juga sudah amat sering mendengar istilah pelayanan (serba) “gratis” dari pemerintah.

Kalangan Miskin selalu dihitung dan dihitung, tetapi golongan Kaya jarang secara terbuka dibicarakan, dihitung, dan diperhitungkan: apakah membesar jumlah orang kaya di Gorontalo? Siapa mereka itu dan dari mana mereka bisa kaya? Dan apakah mereka menjadi kekuatan (ekonomi) daerah ini?

Semuanya ini dimaksudkan untuk meyakinkan kita bahwa provinsi adalah sesuatu yang hadir dan memberi manfaat luas. Semua sudah tahu bahwa pembangunan yang baik adalah yang melayani masyarakat, yang membuka kesempatan secara adil kepada semua kelompok dan yang membangun persamaan hak dan akses dalam kebijakan.

Bahwa rakyat berhak atas pemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa! 

Pembangunan melahirkan rutinitas dan membentuk bahasanya sendiri. Itulah sebabnya, pada sebuah provinsi yang sedang tumbuh, aparat pemerintah sangat “sibuk meyakinkan” masyarakat bahwa pembangunan (selalu) bergerak di jalan yang benar.

Tak heran kalau hampir semua konsep indah dan memukau kita dengar dan lihat setiap saat. Hanya berselang sepuluh tahunan, pola berbahasa kita semakin lincah menyebut uang milyaran bahkan trilyun.

Kita dengan mudah mendengar orang menyebut angka-angka sangat besar itu. Yang kita lupa, itu semua berpotensi terpeleset menjadi “atas nama” pembangunan dan kita semakin terbuai dan tergantung dengan “anggaran pusat”.

Masyarakat kita belum tentu produktif dan makin mandiri! Di luar itu, begitu banyak pihak yang enak dan sibuk lalu-lalang ke Pusat, atas nama pembangunan. Adakah kontrol dan moral untuk gejala “atas nama” yang semakin boros itu?

Di saat yang sama, ketika rakyat menyampaikan masalah, gugatan dan gagasan, kita pun membangun kebiasaan baru untuk menyikapinya dengan bahasa “anggaran terbatas”; “kita butuh prioritas”, dst. Hal-hal fundamental di alam nyata bahkan dengan mudah kita lemahkan daya-tawarnya dengan membungkusnya sebagai “daftar aspirasi” atau sejenis “cadangan program”.

Faktanya, ruang-ruang bagi perdebatan serius tentang arah dan prioritas pembangunan kita, dalam hemat saya, terlalu didominasi dan/atau diambil-alih oleh pemerintah. Ruang partisipasi rakyat cenderung mengecil atau disempitkan. ***

Penulis adalah Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
E-mail: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsispektrum sosialtulisan basri amintulisan persepsi

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Plh Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro menyerahkan penghargaan kepada Dirut Gorontalo Post, Mohamad Sirham pada PTBI 2025, Jumat (28/11). (Foto: Diyanti/Gorontalo Post)

Gorontalo Post Terima Apresiasi Bank Indonesia, Bersama Belasan Mitra Terus Perkuat Kolaborasi

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Lodrik Dantene Kepala Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato. Saat di wawancarai

Ekonomi Masyarakat Desa Londoun Meningkat, Tenaga Kerja Banyak Diserap PT BJA

Wednesday, 21 February 2024
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, S.H., M.H., didampingi Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H., Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam dan sejumlah pejabat daerah serta PJU Polda Gorontalo, meresmikan layanan SIM dan Samsat Drive Thru.

Layanan SIM dan Samsat Drive Thru, Digagas Kapolres Pohuwato, Jadi yang Pertama di Gorontalo

Saturday, 17 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.