logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Kopi (K)Mojang

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 17 November 2025
in Disway
0
Kopi (K)Mojang

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PERNAH dengar kopi geothermal?

Itu memang baru: baru dua tahun. Saya sendiri baru tahu bulan lalu: kopi bisa diproses pakai ”uap lebih” dari panas bumi. Rasa harum kopinya lebih keluar. Lebih asli.

Related Post

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Jane Moses

Petani kopi di Kamojang pun luar biasa girang. Harga kopinya menjadi naik tiga kali lipat –termasuk karena harga kopi dunia memang lagi tinggi.

Teknologi pengeringan kopi pakai uap geothermal ini sudah dipatenkan. Pemegang hak patennya: Tim Anget-Anget Jos. Itu bukan bahasa Kamojang. Itu bahasa Yogyakarta. Ketua tim itu, Adi Rahmadi, memang orang Yogyakarta. Kuliahnya pun di UGM.

Begitu lulus, Adi bekerja di Pertamina Geothermal Energi (PGE). Di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Di  Kamojang, Jabar. Di bagian sosial kemasyarakatan.

Adi pun berpikir: pengabdian apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk masyarakat sekitar Kamojang. Dilakukanlah social mapping. Ketemu: banyak kebun  kopi di sekitar PLTP.

Lalu Adi mendalami persoalan apa yang dihadapi para petani kopi. Ketemu: kesulitan mengeringkan kopi.

Anda sudah tahu penyebabnya: ketinggian Kamojang 1.200 meter. Kalau Anda dari Bandung ke arah Garut, kabut akan sering menghadang Anda di Kamojang. Sinar matahari pun tidak terik-terik amat di sana.

Maka pengeringan kopi di Kamojang memerlukan waktu 30 hari –untuk kopi yang belum dikupas kulitnya. Atau 15 hari untuk yang sudah dikupas.

Dikupas atau tidak dikupas itu soal pembentukan rasa. Ada pasar yang suka rasa pengeringannya dikupas atau tidak dikupas.

Awalnya tim Adi mencoba cara ini: kopi dimasukkan tabung. Diputar. Ruangan sekitar tabung dimasuki uap panas. Hasilnya: kopinya rusak.

Cara baru harus dicari. Adi dan tim lebih banyak lagi belajar ke para petani. Juga ke pabrik kopi. Ke para pesangrai. Akhirnya ia temukan: dryhouse –bangunannya mirip greenhouse seperti di lahan-lahan pertanian.

Dryhouse itu dibangun di sebelah jalan raya Bandung-Garut. Di dekat pipa uap.

Itulah pipa untuk mengalirkan uap dari sumur panas bumi di Kamojang ke pembangkit listrik PLTP Kamojang. Jarak antara sumur dan pembangkit sekitar 1,5 km. Dryhouse dibangun di tengah-tengah jarak itu.

Di perjalannya di dalam pipa itu ada uap yang harus dibuang. Buangan itulah yang dialirkan ke dryhouse: agar suhu di dalam dryhouse lebih tinggi dari Sinar matahari. Suhu itu pun bisa diatur. Dibuat stabil di angka maksimal 50 derajat. Berarti harus ada alat pengatur suhu.

Di malam hari, di saat suhu Kamojang bisa hanya 10 derajat, di dalam dryhouse harus tetap 50 derajat.

Itulah suhu yang terbaik untuk mengeringkan kopi.

Di dalam dryhouse itu dibangun rak rak besi. Di rak itulah kopi dihampar agar kering.

Ukuran dryhouse-nya 6×8 meter. Cukup luas untuk menampung kopi hasil panen petani sekitar. Lama-lama petani yang lebih jauh ikut program PGE itu. Satu dryhouse pun tidak cukup.

Awalnya hanya tiga kelompok tani yang memanfaatkan dryhouse PGE. Kian lama kian populer. Terakhir menjadi 18 kelompok tani. Pun petani kopi di dekat Garut mengeringkan kopinya ke Kamojang.

Maka PGE membangun dryhouse kedua. Setahun lalu. Pengeringan kopi yang awalnya 30 hari menjadi hanya 10 hari. Keringnya pun sempurna. Rata. Konstan.

Kopi geothermal Kamojang jadi Kamojang Priangan yang mojang: diincar tengkulak. Petani happy.

Geothermal memang biasa ada di ketinggian seperti itu. Cocok untuk tanaman kopi. Sebelum ada geothermal pun sudah ada kebun kopi di kawasan seperti itu. Termasuk di geothermal Ulu Belu, Lampung.

Maka sukses CSR PGE di Kamojang akan dikembangkan juga di Ulu Belu. Dan lainnya.

Geothermal swasta tentu bisa  ikuti jejak PGE. Tinggal ngurus hak paten ke Anget-anget Jos.

“Awalnya kami masukkan nama Pak Dirut PGE ke dalam tim pemegang hak paten,” ujar Noufal Fauzan, anggota Tim Anget-anget Jos. “Pak Julfa Hadi tidak mau. Pak Dirut minta nama-nama kami saja yang memegang hak paten,” tambah Naufal.

Naufal alumnus ITB. Minggu depan naik ke pelaminan. Ia bertemu calon istri saat sama-sama jadi aktivis mahasiswa. Naufal menjabat dirjen Dinamisasi Gerakan BEM, sang istri sekretaris dirjen.

Maka tulisan ini sebagai hadiah perkawinan untuk Naufal dan istri –dari Disway dengan segenap perusuhnya seolah mewakili para petani kopi.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Next Post
Almarhum Rugaiya Usman

Selamat Jalan Ibu Uga

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
New Honda Stylo 160 Glam Black. (foto : dok /daw)

New Honda Stylo 160, Makin Modis Dibanderol Mulai Rp 29 jutaan

Monday, 4 March 2024

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.