logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Aliran Boneka

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 9 March 2026
in Disway
0
Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-

Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

BETUL. Masih banyak yang ingin saya tulis dari kunjungan saya ke Mesir. Juga sisi-sisi lain dari kunjungan saya ke Tarim, Yaman.

Bahkan kemarin pagi saya mengunjungi pedalaman Tiongkok yang punya proyek istimewa menjadikan tambang garam di kedalaman 1.500 meter di perut bumi sebagai gudang penyimpan listrik. Terbukti bagaimana garam bisa jadi penyimpan listrik sampai 600 MW.

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Saya ingin menulis semua itu. Juga kesan saya setelah dalam tiga hari terakhir mengunjungi enam pabrik modern di berbagai daerah di Tiongkok.

Maka tulisan tentang perang di Iran hari ini merupakan seri terakhir. Seri ketujuh. Batas kebosanan akan satu topik tulisan ternyata tidak sampai 40 hari. Semoga hari ini tidak ada serangan besar-agar tidak terpaksa menulis perang itu lagi

Bagi pendukung sistem pemerintahan wilayatul fakih, rasanya kini sudah agak lega: Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah tidak memaksikan lagi Iran harus ganti model pemerintahan. Bisa tetap wilayatul fakih.

Trump hanya minta ayatollah yang menjadi pemimpin tertinggi Iran jangan lagi ayatollah yang beraliran keras pada Amerika.

Memang dalam kenyataannya tidak semua ayatollah bergaris keras. Bahkan ayatollah syiah tertinggi di Irak berpendapat: ulama tidak boleh ikut campur di wilayah politik. la tidak bersetuju dengan wilayatul fak Dinan, ulamanya terbagi ke dalam tiga tingkatan.

Yang tertinggi adalah ayatollah agung. Hanya ada tiga atau enam orang. Di bawah itu ada level ayatollah. Jumlahnya lebih banyak. Di bawahnya lagi ada hujatul Islam-ulama yang belum setingkat ayatollah

Tidak ada sertifikasi ayatollah. Gelar hujatu Islam, ayatollah, maupun ayatollah agung, didapat dari pengakuan masyarakat.

Kalau sudah diakui sebagal ayatollah berarti level keulamaannya sudah sangat tinggi. Biasanya itu ditandai dengan pemahamannya yang sangat tinggi akan Ilmu fikih.

Sudah sampai punya pemikiran sendiri. Punya aliran. Lalu aliran itu diajarkan. Lantas punya banyak murid. Punya banyak pengikut.

Untuk menjabat pemimpin tertinggi Iran tidak harus sudah bergelar ayatollah agung.

Ayatollah Ali Khamenei sendiri –yang gugur di serangan hari pertama IsAm– juga belum bergelar ayatollah agung ketika awal menjabat. la masih ayatollah seperti ayatollah lainnya.

Maka di Iran ada tiga lembaga yang amat berkuasa yakni dewan ayatollah, garda revolusi, dan lembaga kepresidenan

Sebenarnya bukan tiga. Harya dua dewan syura (dewan ayatollah) dan dewan tanfidziyah (presiden dan birokrasinya).

Presiden membawahkan militer. Dewan syura membawahkan garda revolusi –kekuatan bersenjata yang tidak kalah besar dengan yang ada di struktur militer.

Tugas militer di bawah presiden adalah menjaga kedaulatan negara. Tugas garda revolusi adalah menjaga agar syariat agama bisa tegak di Iran.

Dewan syura punya tentara sendiri, tanfidziyah punya tentara sendiri. Dalam pelaksanaannya tentara garda revolusi menjadi lebih penting. Apalagi dukungan dananya juga sangat kuat.

Di bawah garda revolusi ada badan usaha yang sangat besar menguasai banyak sektor bisnis. Mulai konstruksi sampai minyak dan gas bumi. Ada yang menyebut 30 persen perekonomian negara ada di bawah garda revolusi.

Sebagai pengawal revolusi tentu tentara garda revolusi lebih ideologis. Lebih keras. Sering garda revolusi membuat manuver agar ayatollah garis lentur tersisih. Yang lentur saja tersisih. Apalagi yang reformis betul.

Sebagian ayatollah tidak hanya bergaris lentur bahkan ada yang membawa aliran reformasi –termasuk membela hak-hak perempuan.

Dari gambaran itu rasanya masih sult ayatollah bergaris lentur bisa naik menjadi pemimpin tertinggi Iran. Garda revolusi masih sangat kuat –kecuali dalam perang kali ini kekuatannya jauh menurun.

Maka di Iran tidak akan ditemukan boneka Amerika. Yang masih mungkin adalah aliran mana yang akan nak ke permukaan.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Adhan Dambea

Insiden Pasar Sentral, Adhan Geram Merasa Hendak Dijebak

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Dua lokasi dijadikan Rest Area di wilayah Pohuwato, menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII tahun 2026.

Jelang PENAS, Dua Lokasi Dijadikan Rest Area di Pohuwato

Wednesday, 17 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.