logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Serangan Fajar

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 6 March 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PERLUNYA minoritas diperlakukan secara fair terbukti di dua kejadian: perang di Iran sekarang ini dan saat terjadi reformasi yang gagal di Mesir tahun 2012.

Amerika Serikat kini benar-benar mengincar suku minoritas di Iran: Kurdi –agar bisa menjadi ujung tombak Amerika untuk melakukan serangan darat. Setidaknya untuk melakukan operasi provokasi terhadap rakyat Iran agar bangkit menggulingkan pemerintah.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Suku minoritas itu pernah ”dipakai” Amerika untuk menggempur ISIS. Mereka diberi dana dan senjata. Dananya sudah distop tapi senjatanya masih ada. Mereka double minority: sunni di tengah lautan syiah dan suku Kurdi di tengah samudera suku Parsi.

Reformasi di Mesir gagal karena pemenang pemilu dimokratisnya, Ikhawanul Muslimin, sama sekali tidak mau mengajak yang kalah masuk ke dalam pemerintahan. Semua posisi diambil habis oleh Ikhwanul Muslimin. Ketika mereka ternyata gagal menahan kenaikan harga-harga, mudah terguling.

Kurdi juga merasa mendapat perlakuan kurang adil dari Iran. Tidak puas. Bisa dipakai Amerika –asal ada tawaran yang menarik.

Kini, Amerika Serikat benar-benar berpikir menggunakan suku Kurdi untuk operasi di darat. Itu meninggalkan pertanyaan strategis: menang perang berkat teknologi tinggi ternyata tidak bisa mencapai tujuan akhir: menguasai wilayah lawan. Dengan serangan jarak jauh lawan memang lumpuh. Tapi lantas mau ngapain?

Hampir saja angkatan darat dianggap tidak lagi relevan. Perang bisa sepenuhnya jarak jauh. Prajurit rendah tidak lagi jadi pion yang tewas duluan di medan perang.

Jenderal penting Iran bisa dibunuh di perjalanan di Irak. Nasrullah, pemimpin tertinggi Hisbullah di Lebanon dibunuh lewat udara.

Lewat tombol komputer. Pemimpin Hamas bisa dibunuh lewat cara serupa justru saat di negara lain. Nicolas Maduro diculik jarak jauh.

Tentara sekian batalyon seperti tidak terlalu terpakai. Seolah yang lebih diperlukan hanya angkatan udara. Ditambah angkatan laut.

“Memang perang modern ini membuat kita harus berubah,” ujar Djoko Suyanto. Ia seorang marsekal. Bintang empat di angkatan udara.

Mantan KSAU. Mantan panglima TNI. “Tidak boleh lagi hanya membangun angkatan udara tapi harus membangun kekuatan udara,” katanya.

Angkatan udara berarti sektoral. Punya egonya sendiri. “Kekuatan udara tidak hanya angkatan udara,” tambahnya.

Ia berpendapat kekuatan udara pun tetap berbasis di darat. Dan laut. Pesawat terbang perlu landasan di darat. Rudal perlu peluncur di darat. Dan di kapal di atas laut.

Maka sudah waktunya Kementerian Pertahanan dan panglima TNI menjadi inisiator untuk perubahan itu. Tiap angkatan tidak boleh lagi punya ego sektoral.

Tapi setelah mempertontonkan kecanggihan serangan udara, Amerika ternyata harus memikirkan serangan darat. Amerika tidak mungkin melakukannya. Bisa terjebak seperti di perang Vietnam. Dengan menggunakan suku Kurdi, Amerika hanya kehilangan uang. Tidak perlu kehilangan nyawa.

Ada dua provinsi yang mayoritas Kurdi di Iran: provinsi Kurdistan dan provinsi Kermanshah –tetangga selatannya. Jarak dari Kurdistan ke Teheran hanya enam jam naik mobil.

Dua provinsi Kurdi itu berupa pegunungan. Tinggi. Dataran rendahnya saja 1.500 meter dari permukaan laut. Apalagi dataran tingginya. Sungguh medan perang yang sulit bagi tentara Amerika.

Apakah Kurdi akan mau dibayar Amerika untuk melakukan serangan darat ke Teheran juga masih tanda tanya besar.

Di suku Kurdi juga terpecah ke banyak kelompok yang saling tidak kompak. Maka Amerika harus membayar mahal untuk menyogok mereka.

Itu pelajaran baik bagi Indonesia. Antar suku harus kompak –agar kelak tidak ada suku yang bisa dibeli untuk ikut meruntuhkan negeri sendiri.

Awalnya darat lebih penting dari udara –saat perang gerilya. Lalu darat bisa di-bypass oleh kecanggihan persenjataan udara. Tapi ternyata akhirnya serangan darat tetap penting untuk finishing-nya.

Alhamdulillah, kita sudah lama tidak berperang. Yang masih banyak dilakukan: serangan fajar.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo, Kombes Pol Teddy Rachesna, S. H., S. I. K., M. H., bersama tim Resmob melaksanakan patroli dan penertiban terhadap sejumlah kelompok anak motor yang berkumpul di seputaran Bundaran Telaga dan kawasan Andalas. Sabtu malam (07/03).

Cegah Balap Liar, Kelompok Anak Motor Dibubarkan Polda

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Thursday, 23 July 2026
Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Thursday, 23 July 2026
Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Thursday, 23 July 2026
Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Thursday, 23 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.