logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Marah Iklan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 29 October 2025
in Disway
0
Marah Iklan
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

Setiap kali marah yang ia tembakkan adalah ”peluru tarif”. Kemarin yang kena marah Kanada. Maka tarif barang ekspor Kanada ke Amerika dinaikkan lagi 10 persen.

Yang marah Anda sudah tahu: Presiden Donald Trump. Padahal ia sedang dalam penerbangan ke Malaysia –untuk menghadiri KTT Asean-plus-plus.

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Penyebab marahnya pun hanya sebuah iklan di televisi. Tapi iklan itu memang seperti mengejek Trump. Masif pula. Di begitu banyak televisi Amerika.

Isi iklan: kutipan pidato Presiden Amerika Ronald Reagan tahun 1987. Reagan separtai dengan Trump. Sering disebut pula sebagai inspirator Trump.

Tapi isi pidato yang ditayangkan di iklan itu menggambarkan seolah Trump mengabaikan ”fatwa” Reagan.

Trump marah lantaran iklan itu hanya mengutip satu potong dari banyak kalimat Reagan. Hanya diambil potongan kalimat  yang ”anti tarif”.

Simaklah bunyi iklan itu: “You see, awalnya ketika orang minta agar barang impor dikenakan tarif, seolah itu sangat patriotic karena seperti membela produk dalam negeri Amerika dan menjaga lapangan kerja. Itu kadang berhasil, untuk jangka pendek, tapi hanya jangka pendek”.

Iklan itu, seperti kata perusuh Disway kapan itu, ”nabok nyilih tangan’ –menampar Trump pinjam tangan Reagan.

Siapa pemasang iklannya?

Ia adalah orang paling marah pada kebijakan Trump: Douglas Robert Ford Jr. Umur 60 tahun.

Doug adalah gubernur Ontario. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Minnesota dan Michigan. Anda pasti masih ingat: di awal kemarahannya kepada Trump dulu Doug sampai memutus jaringan listrik Ontario ke kota-kota kecil Amerika di sebelahnya.

Pemerintah pusat Kanada segera minta iklan itu dihentikan. Alasannya: perundingan dagang dengan Amerika sedang dirintis untuk bisa dimulai lagi. Doug pun setuju. Tapi khusus untuk tayangan di pertandingan baseball antara Los Angeles lawan Ontario tidak bisa dibatalkan. Itu pertandingan penting seri kejuaraan dunia.

Presiden Reagan memang berpidato soal itu tanggal 25 April 1987. Saat itu Reagan lagi marah kepada Jepang. Penyebabnya: Jepang tidak mematuhi perjanjian dagang. Bukan karena Reagan pro pengenaan tarif.

Awalnya tarif yang dikenakan ke Kanada 25 persen. Hanya bidang tertentu yang 10 persen. Kanada melawan. Dan terus melawan. Trump justru menaikkannya menjadi 35 persen.

Ontario adalah provinsi yang paling terkena tarif itu. Doug sendiri seorang pengusaha –sejak dari ayahnya. Ia baru saja terpilih untuk kali ketiga jadi gubernur Ontario.

Di dalam negeri Doug amat populer –termasuk lantaran obesitasnya. Berat badannya pernah sampai 125 kg. Saya sendiri sulit mencari foto Doug yang langsing.

Sebenarnya di saat Trump di Malaysia, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga di Kuala Lumpur. Tapi Trump sudah bilang ia belum akan mau bertemu Carney sementara waktu.

Dari Malaysia Trump ke arah utara, ke Jepang. Carney ke arah selatan, ke Singapura. Keduanya lantas sama-sama ke Korea Selatan: KTT APEC. Di situ akan hadir pula Xi Jinping. Ketiganya tentu akan bertemu. Maka menarik untuk dilihat bagaimana mereka bertemu untuk tidak bertemu.

Di antara pemimpin yang sedang bersitegang itu muncul Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Terlihat jelas intelektualitas Wong sangat tinggi. Simaklah jawaban Wong saat diwawancara Financial Times London. Saya sarikan intinya berikut ini:

###

Saat ini adalah masa transisi global yang sulit. Setelah Amerika mundur dari globalisasi aturan globalisasi lama sudah tidak berlaku. Namun aturan baru belum ada. Tapi kita tidak boleh diam. Kita harus mengambil tindakan sekarang. Kita harus membangun koneksi dan perdagangan baru untuk menjaga liberalisasi perdagangan. Jadi, itulah yang ingin dilakukan Singapura tapi tidak dapat melakukannya sendiri. Kita akan melakukannya dengan negara-negara lain yang memiliki pemikiran serupa. Mungkin Amerika belum siap bergabung sekarang tapi kita harus melakukannya

###

Jernih sekali pemikiran Wong. Ingin meninggalkan Amerika tanpa menyerang Amerika. Alasan yang dibangunnya juga sangat logis: apa yang harus diperbuat di saat rezim lama menghilang, rezim baru belum ada. Konsepnya begitu nyata.

Kelihatannya Singapura mulai mendekat ke Tiongkok sebagai realitas baru untuk mengisi kekosongan hilangnya konsep lama globalisasi ekonomi.

Jangan-jangan Kanada juga akan menjadi Asia –setelah bertengkar dengan Amerika tidak terlihat ujungnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Giat Gakum tambang Ilegal di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo oleh tim gabungan Dit Krimsus Polda Gorontalo dan Reskrim Polres Boalemo, Sabtu (25/10/2025).

Belasan Pelaku Peti Ditangkap, Temasuk Oknum Kades Saripi Diduga Ikut Mendanai

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.