logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Demo Sengkuni

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 15 August 2025
in Disway
0
Risma Adhi Chandra (kanan), wakil Bupati Pati bersama Sudewo (kiri), bupati Pati.-ist-

Risma Adhi Chandra (kanan), wakil Bupati Pati bersama Sudewo (kiri), bupati Pati.-ist-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

NASIB Sudewo kini di tangan Partai Gerindra. Terutama di fraksi partai itu di DPRD kabupaten Pati. Tapi Gerindra hanya punya enam kursi di sana. Penguasanya tetaplah PDI-Perjuangan: 14 kursi.

Kursi di DPRD Pati sangat berserakan: sampai sembilan partai yang dapat kursi. Maka dengan 14 kursi PDI-Perjuangan pun hanya minoritas.

Related Post

Anak Sembrono

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Sudewo sendiri, saat maju di Pilkada barusan, didukung Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, NasDem, Golkar, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Perindo.

Suara Sudewo sangat besar: 53 persen. Dua pasangan lainnya berbagi sisanya. Rasanya faktor Jokowi sangat besar dalam kemenangan pasangan Sudewo-Chandra.

Jejak digital Sudewo menyebutkan pasangan ini sowan ke kediaman Jokowi –saat beliau masih menjabat Presiden Indonesia.

Di situ, kata jejak tersebut, Jokowi menitipkan Pati kepada Sudewo-Chandra. Agar Pati maju.

Secara khusus Jokowi titip pesan agar perikanan di Pati diperhatikan. Demikian juga produksi garamnya.

Setelah tiga hari demo besar itu lewat, kini lobi-lobi politik tentu berlangsung di bawah tanah: Sudewo dipertahankan atau dilengserkan. Kalau lengser yang akan naik adalah Chandra, wakilnya.

Tidak mudah jalan melengserkan bupati yang dipilih langsung oleh rakyat. DPRD Pati sudah menyatakan akan membentuk panitia angket. Tapi masih amat jauh untuk sampai pelengseran.

Apalagi Sudewo sudah minta maaf. Juga sudah membatalkan keputusannya untuk menaikkan pajak bumi bangunan (PBB) sampai 250 persen.

“Angka 250 persen itu sebenarnya tidak benar,” ujar Sudewo.

Tadi malam saya hubungi bupati baru Pati tersebut. Tapi ia sangat irit bicara. Posisinya saat ini memang mengharuskannya untuk tiarap dulu. “Saya akui saya salah omong. Mestinya 120 persen,” katanya.

”Salah omong’ itu terjadi di forum pertemuan dengan para camat dan Pasopati. Yang terakhir itu singkatan dari Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati. Acaranya sendiri di pendopo kabupaten di hari Minggu, 18 Mei 2025.

“Waktu saya salah ucap itu tidak ada staf yang saat itu juga mengingatkan,” katanya.

Pati, meskipun dikenal sangat miskin sebenarnya sudah lumayan. Pendapatan asli daerahnya Rp 450 miliar. Ketika membaca data itu saya hampir saja tidak percaya.

Itu cukup besar bagi kabupaten semiskin Pati. Magetan saja PAD-nya hanya Rp 283 miliar. Sama-sama angka di tahun 2024.

Saya hampir lupa: sekecil-kecilnya Pati pernah jadi ibu kota karesidenan. Yakni ibu kota dari gabungan empat kabupaten di sekitarnya: Karesidenan Pati.

Sedang sebesar-besar Magetan tetaplah kecil –sempat terkenal hanya gara-gara ada putra daerahnya yang jadi penyiar ”Dunia dalam Berita” TVRI: Toeti Adhitama.

Dari Rp 450 miliar PAD Pati itu sumbangan dari PBB hanya Rp 30 miliar. “Sudah 14 tahun PBB di Pati tidak naik,” ujar politikus di sana. Kalau saja jadi naik 120 persen angka itu akan menjadi Rp 70 miliar. Batal.

Kini Sudewo harus cari cara lain untuk menghimpun dana tambahan. Ia pasti bisa. Sudewo tergolong aktivis yang militan. Sejak dari masih mahasiswa teknik sipil UNS sampai menjadi manusia pergerakan.

Ia pernah aktif di keluarga besar Marhaenis. Lalu masuk Demokrat. Namanya besar di Demokrat: salah satu ketua pimpinan pusat.

Sudewo adalah operator lapangan sampai ia bisa membuat Anas Urbaningrum terpilih sebagai ketua umum partai Demokrat –padahal kurang mendapat restu Pak SBY.

Sudewo pun terpilih sebagai anggota DPR dari Demokrat. Di Komisi V. Jaringan politiknya di daerah sangat kuat: ia membawahkan bidang kaderisasi dan pemenangan Pemilu.

Sudewo lahir di Pati. Istrinya orang Pacitan –keluarga pengusaha bus di sana. Bus-nya banyak. Jurusan Pacitan-Ponorogo. Pacitan-Surabaya. Pacitan-Solo. Pacitan – Jakarta. Karena itu Sudewo pernah menjadi ketua tim sukses pemenangan bupati Pacitan.

Setelah Anas terlempar dari Demokrat, Sudewo absen dari politik. Empat tahun kemudian ia nongol di Gerindra. Ia berhasil menjadi anggota DPR Gerindra dari dapil Pati dan sekitarnya. Lalu maju jadi calon bupati Pati. Terpilih.

Dengan latar belakang politik seperti itu jabatan bupati terasa ”kecil” bagi Sudewo. Maka ia sangat percaya diri. Sampai agak berlebihan: berani menaikkan PBB begitu tinggi.

Ketika ada ancaman demo pun Sudewo menganggap biasa saja. “Jangankan 5.000 orang, 50.000 pendemo pun akan saya hadapi,” katanya seperti banyak dikutip media.

Ia pun menduga ada nama Yayak Gundul di belakang rencana demo itu. Maka si Gundul (Nama aslinya: Cahaya Basuki) merasa ditantang. Ia pun mengancam akan benar-benar mengerahkan 50.000 orang.

Sudewo kembali merasa salah ucap. Harusnya seorang bupati tidak perlu menantang begitu. Maka ia pun minta maaf dan mencabut ucapannya.

Tidak hanya minta maaf. Sudewo juga mengadakan pertemuan dengan Yayak Gundul. Di sebuah restoran. Mereka berdamai. Bersahabat. Yayak berubah sikap. Ingin ikut membuat Pati maju.

Pertemuan itu justru menjadi fitnah. Beberapa aktivis di Pati marah. Setidaknya Ahmad Husein dan Teguh Istiyanto. Keduanya dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Mereka menggelar demo bahwa Yayak bukanlah perwakilan mereka. Bahkan demo ini memberi gelar ke Yayak sebagai ”Sengkuni” –tokoh pewayangan yang berhati licik.

Tanpa Yayak Gundul demo tetap meledak. Memang tidak jadi 50.000 tapi mengkristal lebih keras. Ricuh. Lempar-lempar. Sampai ada yang cedera.

Faktor ”Sengkuni” menjadi tambahan bensin. Misinya pun bergeser. Dari tolak kenaikan PBB ke lengserkan Sudewo.

Sisi baiknya: nama Pati kini terkenal ke seluruh Indonesia –melebihi Magetan. (

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Anak Sembrono

Anak Sembrono

Saturday, 7 November 2026
Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Next Post
Basri Amin

Catatan Kemerdekaan: Merah Putih 16 Agustus, Nani Wartabone, dan Proklamasi di Kabila

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Saturday, 7 November 2026
Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Saturday, 7 November 2026
Ramli Ondang Djau

73 Tahun Merawat Semangat Demokrasi 

Saturday, 7 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.