logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Nikel di Raja Ampat: Paradoks Surga yang Tak Dirindukan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 29 July 2025
in Persepsi
0
Dr. Ir. Hj. Fitria S. Bagu, M.Si

Dr. Ir. Hj. Fitria S. Bagu, M.Si

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Dr. Ir. Hj. Fitria S. Bagu, M.Si

 

RAJA Ampat, gugusan kepulauan di Papua Barat Daya, Indonesia, dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Dengan lebih dari 75% spesies karang dunia dan sekitar 2.500 spesies ikan, wilayah ini sering dijuluki sebagai “surga terakhir di bumi”. Namun, di balik keindahan alamnya, Raja Ampat menghadapi ancaman serius dari aktivitas pertambangan nikel yang berkembang pesat dalam lima tahun terakhir.

Indonesia telah menjadi produsen nikel terbesar di dunia, menguasai hampir dua pertiga pasokan global. Pertumbuhan ini didorong oleh larangan ekspor bijih nikel mentah pada 2020, yang mendorong investasi besar-besaran dalam fasilitas pemrosesan nikel di dalam negeri, terutama oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok. Permintaan global akan nikel, terutama untuk produksi baterai kendaraan listrik (EV), telah meningkatkan tekanan terhadap wilayah-wilayah kaya nikel, termasuk Raja Ampat.

Related Post

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Sehat yang Sesat

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat telah menyebabkan deforestasi lebih dari 500 hektare hutandipulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, danManuran. Deforestasi ini memicu erosi tanah dan sedimentasi yang mengancam ekosistem terumbu karang dan kehidupan laut. Selain itu, pencemaran air akibat limbah tambang telah dilaporkan mencemari perairan pesisir, mengganggu habitat ikan dan spesies laut lainnya.

Selain deforestasi dan pencemaran air, aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat juga mengakibatkan degradasi fungsi ekologis kawasan pesisir dan laut secara menyeluruh. Sedimentasi akibat pembukaan lahan dan pembuangan tailing ke perairan menyebabkan turunnya kualitas air laut, yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan terumbukarang.

Terumbu karang, sebagai habitat penting bagi ikan dan biota laut lainnya, sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan. Jika kerusakan ini dibiarkan berlanjut, maka penurunan populasi ikan karang akan berdampak besar terhadap mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada perikanan tradisional.

Selain itu, meningkatnya kandungan logam berat dalam air dan sedimen laut dapat menyebabkan bioakumulasi pada rantai makanan laut. Kondisi ini membahayakan tidak hanya satwa laut, tetapi juga manusia yang mengonsumsi ikan dari wilayah tersebut.

Penelitian dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan bahwa aktivitas tambang nikel berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca melalui pelepasan karbon dari tanah dan vegetasi yang dibuka. Hal ini bertentangan dengan tujuan mitigasi perubahan iklim yang menjadi dasar pembangunan industri energi hijau berbasis baterai.

Kerusakan lingkungan ini bersifat sistemik dan berpotensi permanen jika tidak dilakukan pemulihan secara menyeluruh. Habitat alami yang telah terganggu membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih, dan beberapa spesies endemik mungkin tidak dapat bertahan dalam kondisi lingkungan yangtelah rusak.

Karena Raja Ampatadalah bagian dari segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle), maka kerusakan lingkungan di wilayah ini juga berdampak pada ekosistem laut global. Kondisi ini menempatkan pertambangan nikel sebagai ancaman serius terhadap stabilitas ekologi dan ketahanan pangan lokal di masa depan.

Masyarakat lokal diRaja Ampat, yang sebagian besar bergantung pada ekowisata  dan perikanan, merasakan dampak langsung dari aktivitas pertambangan. Penurunan kualitas lingkungan mengakibatkan berkurangnya pendapatan dari sektor pariwisata dan perikanan. Selain itu, konflik sosial muncul akibat ketidakjelasan izin tambang dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pertambangan.

Pada Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto mencabut izin empat dari lima perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat, menyusul laporan Greenpeace tentang kerusakan lingkungan yang signifikan. Namun, PT Gag Nikel, yang merupakan anak perusahaan dari BUMN PT Antam, tetap diizinkan beroperasi karena berada di luar kawasan geopark UNESCO. Langkah ini dianggap belum cukup oleh para aktivis lingkungan, yang menuntut pelarangan total aktivitas pertambangan di seluruh wilayah Raja Ampat.

Ironisnya, nikel yang ditambang dari Raja Ampat digunakan untuk produksi baterai kendaraan listrik, yang dianggap sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon.

Namun, proses ekstraksi nikel yang merusak lingkungan justru bertentangan dengan tujuan keberlanjutan tersebut. Paradoks ini menimbulkan pertanyaan etis tentang sejauh mana kita bersedia merusak lingkungan demi mencapai tujuan lingkungan lainnya.

Raja Ampat adalah aset ekologis dan budaya yang tak ternilai bagi Indonesia dan dunia. Ancaman dari pertambangan nikel harus ditanggapi dengan serius melalui kebijakan yang tegas dan berkelanjutan. Pemerintah perlu meninjau kembali izin-izin tambang, memperkuat penegakan hukum lingkungan, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. Hanya dengan langkah-langkah konkret dan kolaboratif, kita dapat memastikan bahwa “surga terakhir di bumi” ini tetap lestari untuk generasi mendatang. (*)

 

Penulis adalah dosen tetap Fakultas Pertanian
pada Program S1 dan S2 Agroteknologi,
Universitas Negeri Gorontalo.

Tags: Dr. Ir. Hj. Fitria S. BaguHarian PersepsipersepsiTulisan Dr. Ir. Hj. Fitria S. Bagutulisan persepsi

Related Posts

Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Saturday, 23 May 2026
Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Nelayan diharapkan agar menjaga kelestarian laut dan tidak melakukan aktifitas yang menyimpang, yang dapat merusak biota laut.

Nelayan Diminta Jaga Kelestarian Laut

Discussion about this post

Rekomendasi

Pembukaan SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Rabu (3/6/2026). (Foto: Prokopim)

SPMB Kota Gorontalo Dimulai, Adhan Tekankan Hapus Stigma Sekolah Favorit

Thursday, 4 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait NTP Gorontalo yang dipublikasikan pada 2 Juni 2026. (foto: tangkapan layar)

NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

Thursday, 4 June 2026
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima audiensi Wakil Ketua LPSK.

Kapolda Gorontalo Dukung Perlindungan Saksi-Korban

Thursday, 4 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • SPMB Kota Gorontalo Dimulai, Adhan Tekankan Hapus Stigma Sekolah Favorit

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.