logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 4 April 2025
in Persepsi
0
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Dr. Funco Tanipu, ST, M.A

 

DI Gorontalo, kata “Yahudi” adalah bagian dari bahasa cacian, makian dan padanan kata “sifat” yang buruk.

Contohnya ; “Nde te Yahudi boti eh!” atau “Japotihutu madelo Yahudi yi’o botiye” atau “Bo Yahudi yi’o botiye am” atau “Jaomakeya teeya wuto’o lo Yahudi uti” dan “mahemo potolo Yahudi poli tingoli botiye am”. Bahkan ada istilah “mo mate Yahudi”.

Related Post

Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

Negara yang Menghampiri Rakyat: Perspektif Antropologi Politik atas Kunjungan Pertama Gubernur Gusnar Ismail ke Pinogu

Gorontalo Ekonominya Tumbuh 7,68 Persen, dan Bagaimana dengan Kelas Menengah

Daerah yang Hilang Momentum

Bagaimana seseorang atau sekelompok orang bisa dianggap atau disamakan seperti orang Yahudi di Gorontalo. Biasanya, orang atau sekelompok orang itu memiliki kebiasaan atau beraktifitas melanggar batas adab atau akhlak yang telah digariskan dalam adat-adat Gorontalo yang bersendikan Islam.

Jika orang Gorontalo telaj menyamakan perilaku atau kebiasaan seseorang/sekelompok orang seperti Yahudi maka hal tersebut bisa disebut sebagai salah satu kemarahan yang level tinggi bagi orang Gorontalo. Bagi orang Gorontalo, marah yang sudah mencapai puncak disamakan dengan air yang sedang mendidih (ma lombu-lombula).

Jadi, bagi orang Gorontalo, yang membuat “lombu-lombula” adalah sifat dan perilaku. Jika seseorang sudah dicap begitu, atau seperti Yahudi, maka sanksi sosialnya adalah harus dijauhi, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat.

Mengapa sanksinya harus dijauhi bahkan dikucilkan, sebab dianggap bisa “moombita”. Moombita atau berjangkit bukan saja untuk kategori penyakit, tapi juga perilaku yang dianggap negatif.

Karena jika levelnya telah “moombita, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang kolektif, dan dipercaya “lipu odungga lo bito” karena telah “ilo obitowa lo adati” atau “obitowa lo tadiya”.

Nah, bagi seseorang yang sudah dikucilkan dalam masyarakat sebagai akibat dari kemarahan kolektif tsrsebut, biasanya orang tersebut disarankan untuk “mobite” (berlayar/bepergian jauh).

Mobite ada dua makna yakni mobite karena mopehu (bekerja) dan mobite karena ma ilo dungga lo wolito (sudah membuat malu keluarga). Pada makna mobite yang kedua, suasana hati dalam keadaan yang sedih.

Dalam mobite, jika seseorang pergi dalam suasana hati yang senang, maka yang berangkat tersebut akan “hepohiyonga liyo” dan keluarga ditinggal dalam “wolo-wololo” (sedih). Tetapi bagi yang mobite dalam konteks harus dijauhkan dari masyarakat, biasanya “tunu-tunuhu lo tadiya”.

Dalam konteks mobite, bagi yang mobite untuk mopehu, biasanya suatu saat akan kembali, apakah mudik lebaran atau jika keluarga ilo dungga lo pate (ada yang meninggal dalam keluarga). Tetapi bagi yang mobite karena wolito, maka orang tersebut biasanya sudah tidak akan kembali ke kampung halaman, karena selain dirinya sudah malu, juga sudah tidak diinginkan kembali oleh masyarakat.

Mengapa tidak diinginkan kembali lagi kembali ke kampung halaman? Karena dianggap bisa moombita, dan dikategorikan seperti virus penyakit.

Mobite berbeda dengan mopasiari, mondalengo, momentalo, tumete’o. Mondalengo, momentalo dan tumete’o itu masih dalam jarak yang terukur atau dekat. Kalau mobite, jaraknya pasti agak jauh.

Dalam tradisi migrasi Gorontalo, selain mobite, ada juga yang disebut moleleyangi atau bepergian jauh dalam rangka mencari kehidupan yang lebih layak (mo pehu). Biasanya, kalau orang yang moleleyangi, pasti akan kembali suatu saat dan dirindukan selalu oleh keluarga. Orang yang moleleyangi pun pasti turun dari rumah dengan senang hati. Bahkan, moleleyangi dibuatkan lagu tersendiri.

Jika misalnya kita banyak melihat banyak orang Gorontalo yang berada di daerah lain, bahkan hidup di sepanjang pantai Teluk Tomini hingga sampai ke Manado, Palu, Makassar, Maluku Utara, Papua, Kalimantan hingga ke Jawa, maka itu adalah bagian dari tradisi migrasi baik itu mobite maupun moleleyangi.

Pada momen Idul Fitri seperti ini menjadi waktu bagi kaum “diaspora” Gorontalo baik yang migrasi dengan jalur mobite untuk mopehu maupun moleleyangi, untuk kembali ke Gorontalo. Tapi bagi yang mobite dalam keadaan mayilolito/lo’olito, maka akan sulit untuk pulang kampung dalam situasi seperti Idul Fitri. (*)

 

Penulis adalah Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo

Tags: Dr.Funco TanipuHarian PersepsipersepsiTulisan Funco Taniputulisan persepsi

Related Posts

Basri Amin

Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

Monday, 28 September 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Negara yang Menghampiri Rakyat: Perspektif Antropologi Politik atas Kunjungan Pertama Gubernur Gusnar Ismail ke Pinogu

Monday, 28 September 2026
Ridwan Monoarfa

Gorontalo Ekonominya Tumbuh 7,68 Persen, dan Bagaimana dengan Kelas Menengah

Thursday, 24 September 2026
Basri Amin

Daerah yang Hilang Momentum

Monday, 21 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Wednesday, 16 September 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Tuesday, 15 September 2026
Next Post
Tangkapan layar ungguhan akun media sosial tentang dugaan perselingkuhan oknum aleg DPRD Kab Gorontalo dari partai Gerindra, inisiql ZN. (Foto : tangkapan layar)

Viral Aleg Gerindra Diduga Selingkuh, Ajak ‘Ani-ani’ Naik Whoosh ke Bandung

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Kerangka Manusia di Kebun Tebu, Perempuan Usia Muda, Polisi Lakukan Identifikasi DNA

Kerangka Manusia di Kebun Tebu, Perempuan Usia Muda, Polisi Lakukan Identifikasi DNA

Sunday, 27 September 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Negara yang Menghampiri Rakyat: Perspektif Antropologi Politik atas Kunjungan Pertama Gubernur Gusnar Ismail ke Pinogu

Monday, 28 September 2026
Basri Amin

Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

Monday, 28 September 2026
Malaria Gerogoti Desa Lamu Batudaa Pantai, 11 Warga Positif, Satu Meninggal Dunia 

Tracking Malaria di Kabgor Diperluas ke Delapan Desa, Sasar Keluarga Pekerja Tambang

Monday, 28 September 2026

Pos Populer

  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu, Perempuan Usia Muda, Polisi Lakukan Identifikasi DNA

    Kerangka Manusia di Kebun Tebu, Perempuan Usia Muda, Polisi Lakukan Identifikasi DNA

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Misteri Kerangka Manusia Di Boalemo: Tim Identifikasi Polda Gorontalo Turun Tangan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Malaria Gerogoti Desa Lamu Batudaa Pantai, 11 Warga Positif, Satu Meninggal Dunia 

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Negara yang Menghampiri Rakyat: Perspektif Antropologi Politik atas Kunjungan Pertama Gubernur Gusnar Ismail ke Pinogu

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Akses Pinogu Masuk Perencanaan Teknis, Gubernur: 2027 Pemprov Siapkan FS dan DED

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.