logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Jantung Jonan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 4 February 2025
in Disway
0
Unggahan Instagram Ignasius Jonan yang mengabarkan dirinya sedang sakit.

Unggahan Instagram Ignasius Jonan yang mengabarkan dirinya sedang sakit.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“Pak Jonan sakit apa?”

Saya tidak bisa menjawab. Saya sendiri kaget lihat foto yang beredar di medsos kemarin. Tapi itu foto resmi. Dimuat di IG Pak Ignasius Jonan sendiri: ia berada di kursi roda. Di sebuah rumah sakit. Terlihat ia sudah sembuh. Baru sembuh dari sakit yang kelihatannya berat.

Related Post

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Terlalu banyak pertanyaan seperti di atas. Saya pun kirim WA ke Pak Jonan. Saya ucapkan syukur telah sembuh dari sakit. “Sakit apa?” tanya saya.

Pak Jonan tidak segera membalas. Saya maklum. Saya pun mengamati lebih detail foto di kursi roda itu. Di bagian dadanya terlihat ada semacam pelindung. Sepertinya ia baru menjalani operasi bedah dada.

Jantung? Mustahil. Beliau sehat? Paru? Bisa jadi. Beliau perokok.

Di teks yang menyertai foto itu tidak disebut sakitnya apa. Tapi jelas Jonan sangat lega lalu bersyukur pada Tuhan. Ia baru terhindar dari maut. Lalu ia ucapkan terima kasih kepada para dokter dan perawat di rumah sakit itu.

Tidak sampai setengah jam kemudian Jonan menjawab WA saya.

“Saya menjalani 4-bypass jantung. Di Farrer Park Hospital, Singapura. Pada 19 Januari yang lalu dan keluar rumah sakit pada 27 Januari,” tulis Jonan. “Apabila semuanya ok saya berencana kembali ke Jakarta Senin sore.”

Semoga nanti sore Jonan benar-benar telah kembali ke tanah air.

Saya pun mengucapkan selamat kepadanya. “Berarti Anda akan lebih muda 10 tahun,” tulis saya. Begitulah yang sering diucapkan pasien bedah jantung. Mereka merasa lebih muda 10 tahun.

Sebelum operasi itu Jonan tidak merasakan gejala apa-apa. Ia sendiri merasa baik-baik saja. Sehat. Tapi ia terpikir dengan adik kandungnya yang baru saja meninggal.

Yakni di saat ikut bersepeda pagi. Itu mirip dengan meninggalnya staf khusus Jonan saat menjabat menteri ESDM: Hadi Mustofa Djuraid. Djuraid juga meninggal saat bersepeda pagi.

Bahkan adik Jonan lainnya juga meninggal mendadak seperti itu. Di usia yang jauh lebih muda.

Dua adik meninggal dengan cara yang mirip-mirip juga membuatnya lebih waspada.

Ignasius Jonan tahu: ada satu jenis penyakit jantung yang erat hubungannya dengan genetika. Ia tidak mau penyakit adik-adiknya ada pada dirinya.

Maka Jonan memutuskan: mengecek jantungnya. Ia melakukan stress test jantung. Lebih baik mengetahui lebih dulu daripada tiba-tiba seperti adiknya. Sebagai ”orang keuangan” Jonan memang lebih prudent.

Anda sudah tahu: apa itu stress test jantung. Anda harus berlari di atas treadmill. Sekuat Anda.

Setelah tidak kuat lagi Anda bertahan di situ dalam posisi berjalan. Alat yang dipasang di dada Anda terhubung dengan EKG. Alat itu akan memberi tahu keadaan jantung Anda.

Kalau di situ terlihat ada penyumbatan maka Anda harus menjalani pemeriksaan berikutnya: kateter. Dengan kateter maka akan bisa dipastikan terjadinya penyumbatan. Bahkan akan diketahui penyumbatannya di berapa tempat.

Dari kateter itu pula dokter membuat keputusan: cukup diatasi dengan ring atau harus lewat operasi bypass. Dalam hal Jonan ternyata ditemukan sumbatannya berat. Sudah 90 persen. Ia terlihat sehat tapi tersumbat. Berat. Tidak bisa diatasi dengan pasang ring.

Maka Jonan harus menjalani operasi. 4-bypass. Ini operasi besar. Berhasil. Jonan pantas bersyukur pada Tuhan.

Stress test tidak harus pakai treadmill. Bisa juga dengan alat. Misalnya nuclear heart stress test. Jonan kelihatannya pakai yang ini. Tapi tetap saja setelah itu harus dibuktikan dengan kateter.

“Saya dibantu oleh Prof Maurice Choo, cardiologist dan Dr Wong Poo Sing, thoracic surgeon,” katanya.

Saya tahu rumah sakit tempat Jonan operasi ini. Saya pernah dirawat di situ. Yakni saat aorta saya pecah sepanjang 50 cm. Saya ditangani Dr Benjamin Chua.

Jelaslah bahwa Jonan tidak terkena serangan jantung. Justru saat masih sehat ia memeriksakan diri. Ternyata sakit. Jantungnya sudah buntu sampai 90 persen. Tanpa terasa apa-apa. Sangat berpotensi meninggal mendadak.

Begitu pentingnya tes kesehatan. Memang mati di tangan Tuhan. Tapi kian lama sebagiannya sudah dialihkan ke tangan para dokter.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
Next Post
Adhan Dambea - Indra Gobel

Gugatan Ryan-Budi Kandas, Malam Ini KPU Tetapkan Adhan-Indra

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.