logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Ikan Purba Ditemukan di Gorut

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 20 January 2025
in Headline
0
Nelayan menemukan ikan Coelacanth sepanjang 1 meter di Desa Imana, Gorontalo Utara . (dok. istimewa)

Nelayan menemukan ikan Coelacanth sepanjang 1 meter di Desa Imana, Gorontalo Utara . (dok. istimewa)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Salah seorang nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara, Oskar Kaluku (60) tak menyangka, ikan hasil tangkapannya merupakan ikan langka dan dilindungi. Yaitu ikan Coelacanth sepanjang 1 meter seberat 41 kilogram.

Sayangnya, ikan yang ia dapatkan saat melaut, Kamis (16/1) kini sudah dalam kondisi mati. “Iya, nelayan kami warga Desa Imana (menemukan) ikan ini namanya coelacanth, ini adalah ikan purba, ikan langka yang dilindungi,” ujar Kepala Desa Imana, Isnain Talaban.

Isnain mengatakan Oskar menemukan ikan tersebut saat melaut pada Kamis (16/1) sekitar pukul 16.00 Wita. Dia menuturkan ikan tersebut yang mendekati perahu Oskar.

“Itu ikan dilihat ikan besar kaya menghampiri perahunya. Ketika dilihat ikan sudah mendekati perahuhnya pak Oskar ambil alat pancing namanya gancu kalau di sini nelayan bilang ganjo, kemudian pak Oskar ambil dengan gancu ini,” bebernya.

Isnain menuturkan saat sampai di darat, Oskar kemudian memperlihatkan ikan tersebut ke warga sekitar. Dia menyebut warga kaget melihat dengan berukuran besar tersebut.

“Nelayan dan warga di sana melihat ikan itu kaget karena baru pertama kali namanya saja mereka tidak tahu. Selama mereka melaut nanti ketemu dengan ikan ini,” terangnya.

“Iya, ikan ini sudah mati. Panjang ikan 1 meter untuk berat 41 kg itu yang kami dengar dari nelayan,” sambungnya. Sementara itu, kabarnya sejumlah peneliti dari Universitas Sam Ratulangi, Manado, telah membawa ikan itu ke Manado untuk kebutuhan penelitian.

Dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), ikan coelacanth memiliki morfologi yang unik dan mudah diidentifikasi dibandingkan dengan spesies ikan lainnya.

Ikan purba ini memiliki karakteristik sisik yang bervariasi secara signifikan di berbagai bagian tubuhnya, menciptakan pola yang khas dan menarik. Dari bagian anterior ke posterior, dimensi sisik cenderung mengalami penurunan atau menjadi lebih kecil, memberikan tekstur yang berbeda pada permukaan tubuhnya.

Sementara itu, sirip lobus dorsal, area anal, dan sirip lobus anal menunjukkan variasi bentuk yang berbeda pada masing-masing spesies, meskipun berada pada posisi anatomis yang serupa.

Keunikan struktur tubuh coelacanth tidak hanya terbatas pada karakteristik eksternal. Ikan ini juga memiliki beberapa fitur internal yang menarik, seperti notochord yang bertahan hingga dewasa, struktur otak primitif, dan organ elektrosensori yang membantu dalam navigasi di lingkungan laut dalam yang gelap.

Selain itu, coelacanth memiliki sistem reproduksi ovovivipar, di mana telur berkembang dan menetas di dalam tubuh induk sebelum anak ikan dilahirkan, suatu strategi reproduksi yang jarang ditemui pada ikan laut dalam lainnya.

Kombinasi karakteristik unik ini menjadikan coelacanth sebagai subjek penelitian yang sangat berharga dalam studi evolusi vertebrata dan adaptasi kehidupan laut dalam. Meskipun ikan coelacanth masih dapat dijumpai di perairan Nusantara, populasi ikan purba ini mengalami penurunan yang signifikan.

Faktor-faktor seperti proses pertumbuhan yang lambat, siklus perkembangbiakan yang panjang, serta tingkat kesuburan yang rendah menjadikan coelacanth sangat rentan terhadap ancaman kepunahan.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan lingkungan seperti perubahan iklim dan degradasi habitat laut dalam. Menanggapi situasi kritis ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengklasifikasikan spesies coelacanth ke dalam kategori vulnerable atau rentan terhadap bahaya kepunahan. (rmb/net)

Tags: Gorontalo Utaraikan CoelacanthIkan PurbaPenemuan Ikan Purba

Related Posts

Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea disambut para guru saat membuka SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo, Rabu (3/6). (foto: istimewa)

Wali Kota Gorontalo Siap Pasang Badan untuk Guru, Adhan: Jangan Lagi Ada Kriminalisasi

Thursday, 4 June 2026
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani. (F. Istimewa)

Gaji 13 Cair Hari Ini, Rp 120,59 M Dikucurkan DJPb Gorontalo

Tuesday, 2 June 2026
Next Post
Basri Amin

Jiwa (Merdeka) Gorontalo

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.