logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Dosen GPT

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 24 December 2024
in Disway
0
"Diakah?" "Bukan". "Dari kacamatanyi sih seperti dia". "Bukan. Dia sudah agak dewasa. Yang ini masih seperti mahasiswi".

"Diakah?" "Bukan". "Dari kacamatanyi sih seperti dia". "Bukan. Dia sudah agak dewasa. Yang ini masih seperti mahasiswi".

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“Diakah?”

“Bukan”.

Related Post

Abu Putih

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

“Dari kacamatanyi sih seperti dia”.

“Bukan. Dia sudah agak dewasa. Yang ini masih seperti mahasiswi”.

“Tapi body language itu sangat mirip dia. Juga kunciran rambutnyi”.

“Benar. Tapi celana bawahannyi itu kan batik. Masak dia pakai celana batik. Atasannyi juga sangat simple. Lebih simple dari yang biasa terlihat di televisi atau di TikTok”.

Memang wajahnyi juga wajah Tionghoa, tapi kan banyak wajah Tionghoa yang mirip seperti dia. Bahkan, melihat sosok di kursi ruang tunggu itu, saya mulai berpikir: sudah ada wanita muda Tionghoa yang memilih dandanan mengikuti gaya dia.

Saya pun pilih duduk agak jauh. Cari colokan listrik. Baterai HP tinggal 20 persen. Saya belum menulis untuk Disway hari ini.

Di penerbangan dari Surabaya ke Jakarta tadi saya sengaja tidak menulis. Pilih asyik baca buku. Toh masih akan terbang lagi ke Banda Aceh. Hampir tiga jam. Nanti banyak waktu menulis di udara. Dan lagi penumpang di sebelah saya punya cerita yang harus saya dengar. Ia orang Aceh. Mau balik ke Aceh. Ia bekerja di kapal pengeboran minyak. Saat libur ini anak sulungnya, 11 tahun, ingin ikut program Persebaya. Sekalian nonton pertandingan Persebaya vs Borneo.

Saya dengarkan cerita itu. Menulis naskahnya bisa di atas penerbangan Jakarta-Aceh.

Maka di ruang tunggu transit itu saya konsentrasi ke baterai. Lupa kepada si kacamata yang awalnya menarik perhatian itu.

Saat boarding pun tiba. Saya pilih boarding belakangan. Agar lebih banyak strum yang masuk ke baterai. Ternyata si kacamata juga pilih boarding belakangan. Sampai antrean habis pun dia belum berdiri.

Saya maju duluan. Saat itulah seorang dokter gigi yang saya kenal menyeret tangan saya: “Ini ibu Wamen, juga satu pesawat dengan kita,” katanya.

Menyesal. Ternyata dia benar-benar dia! Stella Christie –wakil menteri Pendidikan Tinggi,  Sains, dan Teknologi itu. Saya pun menyalami. Saya mencoba untuk merendah. Dia lebih merendah lagi.

Anda tahu dia memang orang yang simple. Tapi kenyataannya jauh lebih simple dari yang saya bayangkan. Simple segala-galanya. Termasuk pilihan tempat duduk di ruang tunggu kelas ekonomi ini. Di sembarangan kursi.

Dia hanya ditemani satu wanita muda yang juga sangat sederhana. Bukan seperti ajudan. Bukan seperti staf seorang wakil menteri pada umumnya.

Saya juga lama berusaha seperti itu tapi tidak bisa. Saya tidak bisa menyendiri seperti itu. Selalu banyak orang yang datang nimbrung. Sedang Stella benar-benar seperti penumpang biasa.

Sambil berjalan menuju belalai gajah kami pun ngobrol pendek. Dia menyandang ranselnyi sendiri. Terlihat ada tumbler minuman di ransel itu. Dia mandiri. Bawa barang sendiri. Bawa minuman sendiri.

Begitu masuk pintu pesawat saya lihat tinggal satu tempat duduk di kelas bisnis yang kosong. Paling depan kiri. Saya pun berpikir: oh… Di situ dia akan duduk.

Tidak! Dia terus berjalan melewati kelas bisnis itu. Ternyata dia duduk di kelas ekonomi.

“Kursi saya lebih di sana,” kata saya kepada Stella sambil pamitan menuju lebih ke belakang.

Saat berjalan bersama itu kami pun tahu: tujuan kami sama. Ke Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh. Ada seminar internasional di situ: memperingati 20 tahun Tsunami Aceh. Hari-hari ini, 20 tahun lalu, peristiwa besar itu terjadi.

Prof Stella ternyata sudah tahu: di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ada hasil penelitian yang penerapannya sudah sampai ke skala komersial: nilam. Yang menghasilkan minyak atsiri kualitas tinggi. Sudah ekspor pula.

Dia terasa bangga saat menyinggung hasil penelitian nilam itu. Rasanya Prof Stella ingin tahu lebih banyak lagi di Aceh.

Sudah begitu banyak yang saya tahu tentang Prof Stella. Mulai dari caranyi berpikir sampai caranyi mengajar. Kian tahu kian simpati.

Juga tentang sikapnyi pada ChatGPT: “Kalau masih ada dosen yang memberikan pertanyaan pada mahasiswa yang bisa dijawab dengan cara membuka ChatGPT berarti dosen harus cari pertanyaan lain”.

Turun dari pesawat saya sudah kada pinandu. Prof Stella sudah pakai kerudung. Bandara penuh dengan penyambut. Lengkap. Rektor Unsyiah Prof Marwan dan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman. Pesawat telat lebih setengah jam. Langit Banda Aceh agak mendung. Hari sudah mulai gelap.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Abu Putih

Abu Putih

Monday, 27 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Next Post
Koperasi Plasma Binaan PT IGL, BTL, BJA Group, Resmi Terbentuk

Koperasi Plasma Binaan PT IGL, BTL, BJA Group, Resmi Terbentuk

E-paper Gorontalo Post 27 Juli 2026

Rekomendasi

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Monday, 27 July 2026
Basri Amin

Kota yang Terluka

Monday, 27 July 2026
DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

Monday, 27 July 2026
Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Monday, 27 July 2026

Pos Populer

  • Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kota yang Terluka

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.