logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Generasi Alpha dan Kesehatan Mental

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 10 August 2024
in Persepsi
0
Tantangan Peran Keluarga di Masa Depan

BIMBINGAN KONSELING : Kampus Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo. (foto : istimewa)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Oleh :
Irvan Usman, Cardiva Alinska Ente, Enita Nur Aliza Oga, Erna R. Ibrahim

Generasi Alpha (atau Generasi A) adalah anak-anak dari generasi Milenial. Generasi Alpha (Generasi A) merupakan kelanjutan dari Generasi Z. Generasi Alpha adalah anak yang lahir setelah tahun 2010 (lahir antara tahun 2011 hingga 2025) yang dianggap paling mahir dalam teknologi digital dan paling cerdas dibandingkan generasi sebelumnya. Bersosialisasi. Menurut Dr. Menurut Neil Aldrin, MD, psikolog, Gen Alpha cenderung lebih praktis dan materialistis karena tumbuh diera kemajuan teknologi. Mereka juga berpikir sangat realistis, kurang menekankan nilai-nilai, dan umumnya lebih egois dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi yang pesat ini tentunya akan berdampak pada masa depan, mulai dari gaya belajar, apa yang kita pelajari di sekolah, hingga interaksi kita sehari-hari. “Membesarkan Generasi Alpha menjadi orang tua yang paling paham teknologi dan terpintar digenerasi kita bukanlah tugas yang mudah.

Apa yang terjadi pada generasi Alpha mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif generasi A ketika mereka hidup berdampingan dengan teknologi adalah mereka menjadi lebih pintar, mandiri, dan efisien. Karena mereka terbiasa bekerja dengan perangkat dan kemudahan yang diberikan teknologi, mereka berpikiran terbuka, lebih kreatif, lebih optimis, mudah beradaptasi dengan hal-hal baru, dan sangat mobile. Generasi Alpha yang lahir setelah tahun 2010 saat ini masih berada pada masa kanak-kanak dan akan segera memasuki masa remaja dan dewasa. Namun banyak orang tua yang mengabaikan masalah ini sehingga menimbulkan dampak negatif seperti buruknya komunikasi dengan anggota keluarga, malas menyelesaikan tugas, dan mudah tersinggung pada anak. Jika permasalahan ini tidak diselesaikan maka akan berdampak sangat buruk bagi masa depan mereka.

Ciri lain dari gen alpha adalah mereka sangat sadar dan peka terhadap kesehatan mental. Kesehatan mental tentu penting untuk diberi ruang, karena bisa jadi sebuah keuntungan. Sayangnya, jumlahnya banyak. Generasi Alpha distereotipkan secara negatif sebagai orang yang lemah mental karena kepekaan ini.

Stereotype Negatif yang di maksud meskipun Stereoyipe ini di anggap kepekaan pada kesehatan mental sebagai suatu kelemahan,sebenarnya hal itu adalah sebuah tanda kepedulian positif terhdap kesejahteraan emosional.

Kesahatan jiwa berarti memastikan seseorang tidak nyaman dan tidak mengalami penyakit jiwa seperti neurosis dan gangguan psikotik (adaptasi terhadap lingkungan sosial). Orang yang sehat merasa aman dan bahagia, apa pun situasinya. Kita juga melakukan introspeksi terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan agar kita dapat mengendalikan diri (Abdul Hamid 2017).

Fungsi kesehatan mental adalah menjaga kesehatan mental AI yaitu kesehatan fisik dan mencapai terpenuhinya kebutuhan psikologis. Hal ini dapat dicapai dengan menjaga kesehatan fisik dan memenuhi kebutuhan psikologis sepertiindividu untuk mencapai potensi penuh mereka melalui cinta, keamanan, harga diri, dan aktualisasi diri.

Generasi Alpha mengalami masalah terkait kesehatan mental di mana kehidupan sehari-hari dapat terganggu oleh gangguan mood dan perubahan suasana hati yang tiba-tiba atau parah. Masalah seperti gangguan tidur sering terjadi pada generasi Alpha. Menggunakan perangkat sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur Anda, sehingga menyebabkan kelelahan dan kesulitan berkonsentrasi.

Dukungan orang tua, lingkungan rumah yang mendukung, dan jalur komunikasi yang terbuka dan efektif sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan mental pada Generasi Alpha. Memperhatikan kesehatan mental Gen Alpha adalah kunci untuk membantu mereka mengatasi tantangan era digital dan mempersiapkan masa depan yang sehat secara emosional dan psikologis. (*)

Penulis adalah Dosen Pengampu, dan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo

Tags: Bimbingan KonselingFIP UNGGenerasi AlphaKesehatan MentalMahasiswa BK UNGMahasiswa UNGRiset Mahasiswa UNG

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan Cawapres Tim Walz saat kampanye di United Auto Workers Local 900 pada 8 Agustus 2024 di Wayne , Michigan, 8 Agustus 2024.-Andrew Harnik-Getty Images-AFP-

Lelaki Tampon

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.