logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Lelaki Tampon

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 12 August 2024
in Disway
0
Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan Cawapres Tim Walz saat kampanye di United Auto Workers Local 900 pada 8 Agustus 2024 di Wayne , Michigan, 8 Agustus 2024.-Andrew Harnik-Getty Images-AFP-

Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan Cawapres Tim Walz saat kampanye di United Auto Workers Local 900 pada 8 Agustus 2024 di Wayne , Michigan, 8 Agustus 2024.-Andrew Harnik-Getty Images-AFP-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

MASA bulan madu Kamala Harris ternyata merepotkan tim kampanye Donald Trump.

Kubu Trump telanjur hanya siap menghadapi Capres Joe Biden. Ketika tiba-tiba posisi Biden digantikan Kamala seluruh senjata Trump mendadak tidak bisa dipakai. Tidak relevan lagi.

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Dicarikanlah topik baru untuk menyerang Kamala. Tidak segera ketemu. Terutama kata yang tajam dan langsung menjatuhkan Kamala.

Pernah dicoba menggunakan istilah ”wanita kucing” untuk memojokkan Kamala. Yakni karena Kamala tidak pernah merasakan melahirkan. Biasanya wanita demikian lantas memelihara kucing.

Istilah ”wanita kucing” ini justru menambah simpati kepada Kamala. Utamanya dari pemilih wanita. Apalagi Kamala terlihat sangat mencintai anak bawaan suaminyi (Disway 28 Juli/Mama Momala).

Tidak segera bisa ditemukan kelemahan Kamala yang fatal. Maka Trump maupun cawapresnya seperti coba-coba saja menggunakan kata apa pun untuk menyerang Kamala.

Saya mencoba membuat daftar kata apa saja yang dipakai menyerang Kamala: terrible, horrible, nasty, radikal kiri, terlalu banyak tertawa, penutup rahasia kelemahan Biden, liberal dari California, DEI hire.

Semua bersifat umum. Tidak ada yang menghunjam ke jantung Kamala.

Bahkan julukan ”DEI hire’‘ itu justru menarik simpati golongan kulit hitam yang nyaris beralih ke Trump.

”DEI here’‘ adalah julukan untuk merendahkan orang. Orang itu sebenarnya tidak berkualitas tapi terpaksa direkrut sebagai penggenap.

Misalnya seorang wanita diangkat jadi caleg sebuah partai di Indonesia. Bukan karena prestasi melainkan agar unsur wanita mencapai 25 persen.

Orang Amerika tahu: Kamala jelas bukan wanita penggenap. Ia memang wanita kulit hitam. Ayahnya asal Jamaica hitam. Ibunya dari Chennai, India hitam. Tapi dia jadi orang penting bukan sebagai genap-genap.

Dia ikut persaingan bebas sejak tingkat jaksa di tingkat kota. Lalu bersaing bebas untuk menjadi jaksa agung California. Dia jadi jaksa –lalu jadi jaksa agung–  bukan karena diangkat atasan. Dia berjuang sendiri lewat prestasi untuk bisa dipilih rakyat. Pun ketika Kamala menjadi anggota DPR: bukan karena dapat rekom partai.

Boleh dikata simpati pada Kamala justru bertambah-tambah. Inilah yang disebut sebagai masa bulan madu. Inilah masa orang masih senang-senangnya pada Kamala. Orang belum sempat melihat sisi-sisi buruk dari Kamala.

Masa bulan madu itu bisa pendek, bisa panjang. Sependek-pendeknya tetap baik bagi Kamala: Pilpresnya tidak lama lagi. Pilpres itu rasanya masih di masa ketika bulan madu belum berakhir.

Apalagi bulan madu itu seperti dapat tambahan siraman madu Sumbawa. Cawapres yang digandeng Kamala, menambah simpati pada pasangan ini. Kamala memilih Timothy James Walz sebagai cawapres. Ia gubernur Minnesota dua periode. Umur 60 tahun. Dari keluarga guru. Juga dari pedesaan pertanian.

Guru, petani, militer suka pada Walz. Walz adalah ketua veteran. Lihatlah pidatonya. Sangat menggiurkan.

Walz sekaligus mengecoh Trump. Ketika Trump memilih JD Vance sebagai cawapres sebenarnya orang ini dipilih untuk menghantam kelemaham Biden yang sudah renta. Sekaligus menutup kelemahan diri Trump sendiri. Vance berumur 40 tahun.

Ternyata yang dihadapi Trump adalah Kamala. Yang baru berumur 59 tahun. Maka Vance seperti tidak relevan lagi.

Vance pun harus cari kelemahan Walz. Ditemukan. Walz pun diberi gelar yang dianggap memalukan: ”Lelaki Tampon”.

Berhasil?

Tidak.

Julukan ”lelaki  tampon” ini akhirnya justru berbalik arah: wanita bertambah lagi simpati pada Kamala-Walz. Di balik julukan ”Lelaki  Tampon” itu memang ada cerita yang menarik.

Saat Walz menjadi gubernur periode pertama ia mengajukan Perda tentang  tampon. Meski ditentang fraksi Republik, Perda  Tampon itu berhasil disahkan DPRD Minnesota.

Isinya: di toilet sekolah-sekolah menengah di seluruh Minnesota harus disediakan tampon untuk murid wanita.

Untuk usia remaja seperti itu datang bulan memang sering tak disangka. Siswa kadang malu tiba-tiba datang bulan. Sampai bercak merah terlihat di rok mereka.

Sejak ada Perda itu di toilet sekolah wajib disediakan tampon.

Jelaslah bahwa kubu Trump kini dalam suasana gamang: tiba-tiba menghadapi musuh yang tidak disangka.

Terakhir, dua hari lalu, Trump menemukan kata yang ia cari untuk merendahkan Kamala Harris. Trump menyebut nama lawannya itu dengan ejekan ”Kamabla Harris”.

Sayangnya, kata ”Kamabla” tidak segera mengasosiasikan negatif pada Kamala. Saya juga masih menebak-nebak makna apa yang diinginkan Trump dari kata ”Kamabla”. Hanya Trump dan roh dewa Cheng Ho yang tahu maksudnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
TAK INGIN RELOKASI - Rumah deret nelayan di Kelurahan Kayubulan, Limboto, masih terendam banjir luapan Danau Limboto. Kondisi ini membuat rumah-rumah di kawasan itu belum ditempati kembali oleh warga. (Foto :Deice/Gorontalo Post)

Rumah Deret Nelayan Masih Terendam

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Kota yang Terluka

Monday, 27 July 2026
Terpilih Secara Aklamasi, Dr. Muhammad Isman Jusuf Pimpin GABSI Gorontalo

Terpilih Secara Aklamasi, Dr. Muhammad Isman Jusuf Pimpin GABSI Gorontalo

Monday, 27 July 2026
Lagi, PETI di Paguyaman Disikat, Mesin Tambang Ilegal Disita dari Lahan HGU

Lagi, PETI di Paguyaman Disikat, Mesin Tambang Ilegal Disita dari Lahan HGU

Monday, 27 July 2026
Kades Toto Utara, Tolak Keinginan Bupati, Dicopot

Kades Toto Utara, Tolak Keinginan Bupati, Dicopot

Monday, 27 July 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kota yang Terluka

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Terpilih Secara Aklamasi, Dr. Muhammad Isman Jusuf Pimpin GABSI Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.