logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Daya Beli dan Digitalisasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 9 July 2024
in Persepsi
0
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Hendri Cahyo Dwi Safitri

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Hendri Cahyo Dwi Safitri

 

SEORANG ekonom Inggris, John Maynard Keynes menyebutkan bahwa konsumsi dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam menentukan output dan pendapatan suatu wilayah. Keynes dalam teori Keynesianmenyatakan bahwa konsumsi yang dilakukan oleh seseorang dalam perekonomian akan menjadi pendapatan bagi orang lain pada perekonomian yang sama.

Apakah seluruh konsumsi di Gorontalo dapat seutuhnya dipenuhi dari dalam wilayah Gorontalo? Berdasarkan Tabel Inter Regional Input Output (IRIO) Tahun 2016, terihat bahwa barang dan jasa yang ada di Gorontalo tidak hanya berasal dari output domestik, melainkan juga dari impor antar provinsi (20,30 persen) dan impor luar negeri (2,43 persen).

Related Post

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Dari Percakapan dengan Suharso Monoarfa: Menata Ulang Jalan Ekonomi Gorontalo

Salam Gizi! Yth Kepala BGN Bapak ”Sudaryono” Program MBG: Penjajahan Permanen Rakyat Indonesia?

Perdagangan antarwilayah memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan ekonomi suatu wilayah. Sifat yang saling terhubung dan dinamis dari perdagangan antarwilayah menjadi katalis dan memberikan dampak yang besar pada perekonomian. Perdagangan antarwilayah tidak hanya memberi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memungkinkan suatu wilayah mendapatkan keuntungan dari impor barang-barang asing yang memiliki kualitas unggul dengan harga yang lebih terjangkau.

Perubahan teknologi telah membawa kompetisi yang sangat ketat. Mobilitas manusia, distribusi barang, serta lalu lintas modal dan informasi semakin berkembang pesat melalui digitalisasi. Dunia kini memasuki revolusi industri 4.0 yang merupakan fase keempat dalam perkembangan sejarah industri.

Revolusi industri 4.0 yang dimulai pada awal abad ke-21 telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan digitalisasi telah membawa terobosan baru dibidang ekonomi dengan cara interaksi antara pebisnis dan pelanggan. Berbeda dengan era revolusi sebelumnya yang cenderung bersifat eksklusif, gelombang era ekonomi digital saat ini telah hadir dengan lebih inklusif.

Dampak pada revolusi industri di masa lalu cenderung tidak merata pada berbagai lapisan masyarakat (eksklusif). Sebagai contoh pada revousi 1.0 adalah penggunaan mesin uap dalam pabrik tekstil. Mesin uap akan menguntungkan industri besar yang memiliki sumber daya untuk berinvestasi dalam teknologi baru, sementara industri kecil dan pengrajin tradisional seringkali tertinggal dan terpinggirkan.

Berbeda dengan revolusi industri 4.0, revolusi ini hadir dengan topografi yang lebih landai dan memiliki akses yang lebih merata bagi banyak orang. Ekonomi digital memungkinkan siapa saja dengan koneksi internet untuk dapat berpartisipasi menciptakan ekuitas peluang yang lebih besar.

Kehadiran digital platform seperti marketplace telah mampu memfasilititasi pertemuan penjual  dan pembeli di dunia maya secara lebih efisien dan memperluas pasar hingga ke luar wilayah (lintas kabupaten/kota, provinsi, dan luar negeri). Secara keseluruhan, era ekonomi digital menawarkan kesempatan yang lebih luas dan adil.

Revolusi industri 4.0 menjembatani kesenjangan yang ada dan memberikan peluang yang lebih setara bagi semua orang untuk berkontribusi dan meraih manfaat dari perkembangan teknologi.Pada intinya, kemajuan teknologi informasi tidak hanya menciptakan efisiensi produksi seperti menurunkan biaya sewa sehingga barang dan jasa yang ditawarkan bisa lebih murah, tetapi juga melalui proses pemasaran dan distribusi produk yang kini dengan mudah dapat dilakuan melalui online.

Oleh karena itu, pola konsumsi konsumen bisa saja terpengaruh oleh keputusan konsumsi teman/keluarga/lingkungan/trend/influencer atau bisa berubah karena suasana hati. Oleh karena itu, behavior seseorang dalam berbelanja dapat dipengaruhi oleh banyak hal, terlebih dalam era digitalisasi seperti saat ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dalam rilisnya menyebutkan bahwa terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,93 persen pada Juni 2024. Inflasi y-on-yterjadi karena adanya kenaikan seluruh indeks kelompok pengeluaran pada Juni 2024 dibandingkan dengan Juni 2023. Sementara itu, Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,14 persen.

Dari sudut pandang produsen, kenaikan harga bahan baku menunjukkan peningkatan biaya produksi dan bisa berpengaruh terhadap harga produk yang akan dijual ke konsumen. Efek domino tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali untuk memastikan stabilitas ekonomi. Meskipun demikian, adanya deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,14 persen di Gorontalo pada Juni 2024 memberikan info menarik bagi konsumen akibat penurunan harga dalam jangka pendek.

Inflasi yang tidak terkendali dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Secara agregat akan mengurangi nilai konsumsi dan dapat mengurangi pendapatan para produsen dan penyedia jasa.Pada era digitalisasi saat ini, seorang konsumen dimudahkan dengan berbagai pilihan. Oleh karena itu, konsumen bisa saja memilih untuk  membeli barang di wilayah lain yang dianggap memiliki harga yang lebih ekonomis.

Perbedaan persepektif antara produsen dan konsumen dalam memandang perubahan harga, mencerminkan konflik kepentingan yang mendasar dalam perekonomian. Hal tersebut selaras dengan teori utilitas dalam ekonomi mikro.Konsumen berfokus pada bagaimana individu membuat pilihan untuk memaksimalkan utilitas dari konsumsi barang dan jasa dengan budget yang tersedia.Sementara itu, produsen berfokus bagaimana memaksimalkan keuntungan dengan pengelolaan biaya produksi dan harga jual optimal.

Dalam konteks digitalisasi, kedua pihak dapat menemukan solusi yang lebih efisien dan inovatif. Digitalisasi memungkinkan konsumen untuk lebih mudah membandingkan harga dan kualitas produk, serta mengakses pasar yang lebih luas dengan biaya transaksi yang lebih rendah.

Bagi produsen, digitalisasi membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya produksi, dan menjangkau konsumen secara lebih efektif melalui e-commerce dan pemasaran digital.Oleh karena itu, mendorong digitalisasi dalam perekonomian dapat menjadi strategi yang saling menguntungkan bagi produsen dan konsumen serta membantu menyeimbangkan kepentingan kedua belah pihak dalam menghadapidinamika pasar yang terus berkembang. (*)

 

Penulis adalah Statistisi pada
Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo

Tags: Hendri Cahyo Dwi SafitripersepsiTulisan Hendri Cahyo Dwi Safitritulisan persepsi

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Friday, 6 November 2026
Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Percakapan dengan Suharso Monoarfa: Menata Ulang Jalan Ekonomi Gorontalo

Wednesday, 4 November 2026
Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto 

Salam Gizi! Yth Kepala BGN Bapak ”Sudaryono” Program MBG: Penjajahan Permanen Rakyat Indonesia?

Tuesday, 3 November 2026
Basri Amin

Kalender “Literasi” Gorontalo 

Monday, 2 November 2026
Funco Talipu

Politik dan Produksi Elite Muda Gorontalo

Friday, 30 October 2026
Next Post
Diduga Ada Mafia Gass Elpiji

Konsumsi LGP 3 Kg di Gorontalo Meningkat, Stop Panic Buying, Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi Aman

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Basri Amin

Kalender “Literasi” Gorontalo 

Monday, 2 November 2026
Ridwan Monoarfa

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Friday, 6 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.