logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kaget Reuni

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 30 May 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan melanjutkan perjalanannya di Amerika Serikat, dari rumah John Mohn di Kansas menuju Dallas.--

Dahlan Iskan melanjutkan perjalanannya di Amerika Serikat, dari rumah John Mohn di Kansas menuju Dallas.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

BERITA puting beliung meluas. Saya tidak takut.

Di perjalanan berikutnya ini, dari Kansas ke Dallas, tidak naik pesawat. Saya pilih jalan darat. Sewa mobil. Setir sendiri. Sudah ada teman di jalan: Janet dan suaminyi. Mereka, baru datang dari Beijing, menyusul saya ke Kansas.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Sebelum memulai tulisan ini saya juga terkejut membuka medsos: soal korupsi PT Timah ternyata naik menjadi Rp 300,003 triliun. Juga kaget soal jalannya persidangan menteri pertanian itu.

Saya tidak ceritakan kekagetan itu kepada John Mohn maupun tamu itu. Mereka sedang asyik bereuni di rumah John.

Janet bercerita kini lebih mudah ke rumah John setelah pindah dari Hays ke Lawrence. Lebih dekat ke kota besar, Kansas City. Hanya 45 menit pakai mobil.

Waktu John masih di Hays mereka harus empat jam bermobil dari Kansas City. Atau lima jam dari Denver.

Lawrence kota kecil yang bernama besar. Pertandingan basket pertama di dunia dilahirkan di kota ini. Praktis permainan basket bermula dari Lawrence. Kami diajak John melihat patung pencipta basket di depan stadion basket yang bersejarah.

University of Kansas juga di kota ini. Mestinya disingkat UK tapi diucapkan KU. Itu karena kalah tua. UK sudah lebih dulu dipakai University of Kentucky.

Di Lawrence saya dapat pelajaran: Amerika kini sudah lebih efisien. Tidak seboros dulu. Akibatnya: saya sulit cari mobil sewaan yang bisa dikembalikan di San Fransisco. Kini sewa mobil di Lawrence harus dikembalikan di kota ini juga.

Saya ke persewaan mobil Enterprise di Lawrence. Tidak bisa. Ke Avis, sama. Ke Hearzt, tidak beda. Ke Budget, yi yang. Semua harus dikembalikan di Lawrence.

Duluuuu, saya memang heran. Kok bisa. Sewa mobil di mana pun untuk dikembalikan di mana pun. Bukankah itu berarti mereka harus mengirim mobil dari kota yang kelebihan mobil ke kota-kota yang kehabisan mobil.

Kini saya harus ke bandara. Di persewaan mobil dekat bandara masih bisa agak fleksibel: sewa di bandara Lawrence untuk dikembalikan di bandara mana pun.

Sehari waktu saya habis keliling Lawrence untuk akhirnya minta diantar isteri John ke bandara Kansas City.

Jalan darat kali ini saya akan menapaki rute selatan. Lewat perbatasan Meksiko. Lewat El Paso.

Di persewaan saya dapat mobil Ford SUV. Sebenarnya saya ingin SUV Subaru seperti milik John. Tapi lagi tidak tersedia di Avis hari itu.

Ternyata kini juga tidak murah lagi. Apalagi kalau dirupiahkan. Apa boleh buat. Sewa mobil saja, untuk sampai San Fransisco 3.600 dolar.

Maka saya berangkat naik mobil dari bandara Kansas City. Kota ini dibelah bambu oleh sungai besar.

Belahan yang timur, yang lebih besar, masuk negara bagian Missouri –yang belakangan sering jadi juara sepak bola ala Amerika itu.

Belahan barat, yang jauh lebih kecil, masuk Kansas. Lawrence di sebelah barat sungai.

Tempat persewaan ini sama dengan bandaranya: baru. Kali pertama saya melihat stasiun persewaan dibuat seperti mal. Ada lobi bersama di bagian tengahnya. Lobi yang sangat besar. Dari situ tinggal mau ke kanan atau ke kiri. Logo semua perusahaan persewaan terlihat dari lobi.

SIM Indonesia diterima di situ. Saya lega. Dulu pun selalu diterima. Waktu masih manual. Paling petugas selalu mengalami kesulitan mencari yang mana nomor SIM-nya. Tulisan di SIM terlalu kecil. Deretan angkanya panjang. Biasanya petugas meminta saya membacakan nomor itu. Petugas mengetikkannya di komputer. Beres.

Kali ini beda. Saya lihat SIM saya dimasukkan dulu ke mesin pembaca. Saya khawatir. Jangan-jangan tidak terbaca secara digital di Amerika. Lega. Tidak ada masalah.

Setelah administrasi beres saya diberi secuil kertas. Tidak ada lagi petugas yang mengantar dan menyiapkan mobil. Secuil kertas itu yang mengantar. Ada tulisan di secuil itu: B-19.

Artinya: saya harus ke deretan mobil di lorong B. Cari nomor 19. Setiap nomor ada mobilnya. Saya pun melihat ada mobil putih di nomor 19. SUV. Ford. Itu dia.

Tapi di mana kuncinya? Tidak ada orang yang bisa ditanya. Saya coba buka pintu bagasi belakang. Terkunci. Saya coba buka pintu sebelah kemudi. Bisa dibuka. Terlihat kunci tergeletak di tempat duduknya.

Simple. Tidak banyak urusan. Janet jadi co-pilot. Suaminyi duduk di belakang. Saya lambaikan tangan perpisahan pada istri John.

John lagi sibuk yang lain. John sudah 84 tahun. Masih bisa ngebut. Saya doakan ia panjang umur, untuk bisa bertemu lagi.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Kembangkan Sektor Pertanian Jagung

Kembangkan Sektor Pertanian Jagung

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Thursday, 23 July 2026
Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Thursday, 23 July 2026
Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Thursday, 23 July 2026
Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Thursday, 23 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.