logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Perempuan Patriot Sulawesi

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 27 May 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin
Lembaga Kajian Sekolah & Masyarakat

 

PULAU ini adalah pulau (para) patriot perempuan. Pioner Karawo di Gorontalo bernama Boki Ina Olii-Datau. Beliau sudah mendirikan industri rumah tangga era 1920an di Gorontalo untuk membesarkan Karawo dan keterampilah hidup bagi kalangan perempuan.

Di daerah tetangga, muncul pula perempuan hebat. Lahir di Kotabangon, Bolaang Mongondow, 23 Mei 1912. Dialah pendiri “Bhayangkari” Indonesia dan pejuang perempuan di masa Revolusi Kemerdekaan, bernama Lena Soekanto-Mokoginta. Rumah tinggalnya di Djokjakarta sempat menjadi tempat penginapan sementara Perdana Menteri Sutan Sjahrir, salah satu tokoh besar Indonesia. Ayahnya, Jogugu Abraham Patra Mokoginta. Beliau terkenal karena mengizinkan petinggi Sarikat Islam (S.I) dari Jawa guna meluaskan pengaruh S.I. di Bolaang Mongondow tahun 1918.

Related Post

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Mahasiswa Merdeka

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Di Batavia, Lena Mokoginta aktif di Indonesia Moeda, setelah sebelumnya di Jong Celebes. Ia adalah Ketua Kongres Pembubaran Jong Celebes untuk difusikan di Indonesia Moeda. Lena Mokoginta dipilih sebagai Sekretaris Indonesia Moeda Cabang Jakarta di usianya yang masih 17 tahun (Hardi, dkk, 1982: 149; Santosa, 2022). Dia aktif di Jakarta ketika Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Soekarno-Hatta, 17 Agustus 1945 dan sempat tinggal sejenak di Pegangsaan Timur 43, menemani suaminya, Soekanto, yang ditunjuk Presiden Soekarno membentuk Jawatan Kepolisian Republik Indonesia, untuk pertama kalinya.

Di ujung Selatan Sulawesi, di Makassar, Emmy Saelan (1924-1947) terhormat namanya karena dialah patriot perempuan yang heroik perlawanannya kepada kolonialisme. Di usianya yang sangat muda, ia telah mengorbankan segalanya demi kebebasan dan kemerdekaan. Menjadi martir untuk Republik.

Patriotisme perempuan Indonesia selalu terhubung dengan Aceh. Di sana, di negeri Aceh, sudah lama kita kenal Laksamana Malahayati dan sultanah-sultanahnya sebagai wanita-wanita utama. Di Pulau Ternate, nama Nukila dan Boki Raja, dikenal karena pertarungan hidupnya membela bangsanya habis-habisan. Begitu abadi sejarah mencatat, bahwa Malahayati, sang “Panglima Laut di pusaran jalur rempah” berhasil menebas kepongahan Cornelis de Houtman di Aceh (Tempo, 2023).

Kembali ke Sulawesi. Di negeri Bone, kisah perempuan Bugis menyandang wibawa yang tak kalah pula heroiknya.

Kolumnis Tempo, Darmawati M.R. (edisi 18 Juni 2023), menukil sebuah tonggak sejarah perempuan bernama We Cenra Datu Cinnong dengan sangat bernyawa. Demikian kutipannya:

“Urusanmu dengan Petta Ponggawae telah selesai, tetapi kalau engkau mau berurusan dengan seorang wanita, langkahkanlah kakimu selangkah lagi” (Amir, 2015).

Demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir We Cenra Datu Cinnong —dengan badik teracung di tangan— saat seorang serdadu Belanda dengan pedang terhunus mendekati jenazah suaminya. We Cenra Datu Cinnong, janda dari Abdul Hamid Petta Ponggawae, digambarkan sebagai sosok berani dalam literatur-literatur mengenai perjuangan rakyat Bone di bawah pemerintahan Raja La Pawawoi Karaeng Segeri saat melawan Belanda di Bone.

Heroisme serupa diperankan oleh banyak perempuan Sulawesi dengan karakter aksi dan momentum, yang berbeda-beda. Kita harus sebut berulang nama Emmy Saelan (1924-1947). Tapi kita juga ingat kebesaran gerakan bidang pendidikan oleh Maria-Walanda Maramis (1872-1924) di Minahasa. Demikian pula peran besar Zuzter Annie Senduk, salah satu tokoh pendiri Palang Merah Indonesia (PMI), 17 September 1945 di Batavia. Tercatat pula perempuan kawanua Dina Maranta Pantouw (1908-1994), pejuang KRIS di Djogjakarta. Atau, Wali Kota perempuan (pertama) di Indonesia, Augustine Magdalena Waworuntu (1899-1986) di kota Manado tahun 1950/1951. Dan masih banyak lagi…

Di Gorontalo, Karawo dibela dan dibesarkan karakter tradisinya di tengah-tengah keluarga di Gorontalo di masa kolonial oleh seorang perempuan – aristokrat terdidik bernama INA Datau-Olii (1893-1969). Perkembangan kerajinan Karawo secara teroganisir, yang melibatkan kalangan perempuan, menggerakkan pendidikan keterampilan “Sekolah Nona” dan beroleh legitimasi di masa Kolonial, adalah buah-buah dari peran besar yang dilakukan oleh Ibu INA Datau-Olii, yang akrab disapa “Tile Dido” (KSJ, 1939).

Beliau lahir di Gorontalo pada 27 November 1893. Pernah belajar di HIS dan terkenal sebagai pejuang pendidikan dan kerajinan Karawo sejak 1920an dan semakin eksis perjuangannya di era 1940an. Suaminya adalah Kasim Datau (Jogugu Kwandang) yang dipenjara di masa Jepang di Manado dan ditemani perjuangannya oleh Ibu Ina Datau-Olii. Beliau Mendirikan “Sekolah Nona” di Ipilo, Kota Gorontalo, juga di Tapa, Bumbulan, dan Batudaa. Bersama ibu-ibu pejuang nasional dan istri-istri pengusaha di Gorontalo terlibat dalam organisasi “Ibu Setia” yang terkenal perannya sebelum Kemerdekaan. Mendirikan Taman Perguruan untuk perempuan, termasuk organisasi Perempuan Islam di Gorontalo (Thaib, 2007; Amin, 2014).

Ruang terlalu sempit bagi nama-nama perempuan pembaru, pejuang dan pendidik di negeri ini yang begitu banyak dan menyebar. Mereka belum sepenuhnya beroleh ruang narasi yang memadai. Di banyak bidang, nama-nama mereka begitu harum pengabdiannya untuk Ibu Pertiwi – Indonesia. Perempuan pejuang yang menjawab zamannya. Mereka bukan pesolek! Itulah sekadar nilai dasar di bulan MEI ini: Bulan pendikan. Bulan Kebangkitan Nasional, dst. Agar negeri ini benar-benar terhindar dari ‘generasi cemas’, dan bergerak mencapai ‘generasi emas’. Semoga! ***

Tags: basri aminpersepsispektrum sosialTulisan Basritulisan persepsi

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Basri Amin

Mahasiswa Merdeka

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Next Post
Rencana rute kereta cepat San Fransisco-Los Angeles.--

Kereta Cepat

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.