logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Catch Kill

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 6 May 2024
in Disway
0
Donald Trump--

Donald Trump--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

ISTRINYA ulang tahun: ke-54. Sang suami, 77 tahun, harus menghabiskan hari sebagai terdakwa di pengadilan.

Sang istri berulang tahun di Florida. Sang suami menghadapi hakim, jaksa, dan dewan juri di pengadilan New York.

Related Post

Desil Kuantil

Karya Perkara

Lima Miliar

Patriot Sejati

Anda sudah tahu: itulah hari-hari ini yang harus dilewati Donald Trump, presiden Amerika periode lalu.

Melania, sang istri, tidak mendampingi Trump di pengadilan. Ini pengadilan yang bisa membuatnyi gundah: terkait dengan kelakuan seksual sang suami dengan wanita lain. Padahal, saat itu, Trump berstatus menikah dengan Melania.

Pekan lalu Trump terkena pukulan telak: saksi kunci perkara ini tidak membantu Trump. David Pecker, pemilik mingguan National Inquirer, mengaku terus terang: ia mempraktikkan jurnalisme catch and kill. Tujuannya: membantu Trump. Agar hubungan Trump dengan wanita komersial tidak terbongkar menjelang Pilpres 2016.

Caranya: David Pecker membeli pengakuan wanita itu. Biasanya untuk disiarkan di media. Hanya media yang membeli cerita itu yang berhak menuliskan ceritanya. Eksklusif.

Kali ini David Pecker tidak begitu. Ia membeli cerita skandal Trump tersebut untuk ”dimatikan”. Untuk tidak disiarkan. Berarti tidak akan ada media lain yang mendapatkan cerita itu.

David Pecker juga mengaku bukan baru kali itu melakukan praktik catch and kill. Itu menunjukkan betapa media di Amerika ternyata juga sebusuk itu.

National Inquirer bentuknya sedikit lebih kecil dari tabloid. Sedikit lebih besar dari majalah. Isinya gosip. Artis dan politik. Laris. Biasanya dipajang di dekat kasir di semua supermarket di Amerika.

Kini media cetak itu sudah berubah menjadi online. Pemiliknya sudah bukan lagi David. Oplah terbesarnya mencapai 6 juta eksemplar. Kini tinggal sekitar 200.000.

Kalau saja catch and kill itu tidak menyangkut Pemilu sebenarnya sulit untuk dituntut. Tapi karena praktik itu sengaja untuk membuat informasi tentang capres tertutup dianggap tidak jurdil.

Pukulan kedua adalah soal uang tutup mulut si wanita. Juga dikaitkan dengan Pemilu.

Kalau tutup mulut agar tidak ketahuan istri tidak ada urusan dengan hukum. Tapi ini terkait agar tidak ada informasi negatif tentang capres maka jadi masalah hukum.

Pukulan kedua itu datangnya dari saksi kunci berikutnya: Michael Cohen. Ia orang kepercayaan Trump lebih 10 tahun. Saking dekatnya sampai mendapat julukan ”Mr Fix”‘-nya Trump. Artinya: kalau ada masalah yang kurang lurus di tubuh Trump, Cohen-lah yang harus membenahi. Termasuk bagaimana agar hubungan dengan wanita tadi bisa beres.

Sialnya Trump pecah kongsi dengan Cohen. Maka Cohen pun ”bernyanyi”. Termasuk dari mana asal uang tutup mulut itu: dari perusahaan Trump. Hanya saja di buku pengeluaran tidak ditulis begitu. Ini dianggap melanggar praktik hukum bisnis.

Bisa saja Trump menolak pengakuan saksi kunci. Tapi Cohen ternyata punya rekaman pembicaraan mereka. Waktu itu Cohen merekamnya. Tinggal apakah perekaman gelap seperti itu sah di pengadilan.

Masalahnya: yang akan menentukan salah atau tidak nanti bukan ahli hukum. Bukan hakim. Yang menentukan adalah dewan juri: tujuh orang. Mereka tidak berpegang pada pasal-pasal hukum. Mereka berpegang pada rasa keadilan: salah atau tidak.

Sepanjang Selasa sampai Kamis lalu Trump harus ke pengadilan setiap hari. Alangkah kesalnya. Baru Jumat-Sabtu-Minggu ia libur sidang. Ia gunakan waktu tiga hari itu untuk kampanye Pilpres. Selasa depan mulai lagi. Tiap hari lagi. Inilah kali pertama seorang mantan presiden Amerika menjadi pesakitan kriminal.

Dan Anda sudah tahu: masih ada empat perkara kriminal lain yang menunggu. Dari empat itu rasanya hanya soal uang tutup mulut ini yang bisa mencapai vonis sebelum Pilpres November depan.

Hanya fighter sekelas Trump mampu menghadapi serangan dari delapan penjuru angin seperti itu. Trump adalah pendekar tupai melompat. Belum tentu kali ini pun sang tupai terjatuh.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Hujan Salat

Hujan Salat

Thursday, 3 September 2026
Patriot Sejati

Patriot Sejati

Thursday, 3 September 2026
Ahli Uang

Ahli Uang

Wednesday, 2 September 2026
Next Post
Maskot Pilkada Gorontalo

Maskot Pilkada, Dikritik Aktivis Perempuan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

Wednesday, 9 September 2026
Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Tuesday, 8 September 2026
Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Tuesday, 8 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Mens Rea dalam Doktrin & Norma

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.