logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Doktor Malam

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 25 January 2024
in Disway
0
Teguh,.istri, anak-anaknya beserta para promotor dan penguji.-

Teguh,.istri, anak-anaknya beserta para promotor dan penguji.-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

KEMARIN ayahnya. Hari ini anaknya. Sebenarnya bapak-anak itu akan meraih gelar doktor di hari yang sama: kemarin. Tapi salah satu promotor sang anak telanjur punya kesibukan lain.

Maka hanya Teguh Widjajanto yang kemarin lulus S-3. Anak sulungnya meraih gelar doktor hari ini. Dua-duanya doktor teknik mesin. Sama-sama dari departemen teknik mesin Universitas Brawijaya Malang.

Saya pun salah paham. Nama-nama promotor di Disway kemarin adalah promotor dan penguji untuk sang anak.

Saya salah comot. Rupanya ada dua undangan. Saya kurang teliti mana undangan kemarin dan mana yang hari ini.

Related Post

Resto Kuburan

Secukupnya Selamanya

Serius Nonsense

Desil Kuantil

Kop suratnya sama. Fakultasnya sama. Lokasinya sama. Namanya pun sama-sama ada ”Teguh”-nya. Nama sang anak adalah: Nurdin Hasananto Teguh.

Maka inilah nama-nama promotor dan penguji Teguh kemarin: Prof Dr Djarot B Darmadi, Prof Dr Femiana Gapsari, Dr Eng Yudi Surya Irawan, Prof Dr Wahyono Suprapto, Dr Putu Hadi Setyarini dan Prof Dr Eng Prabowo.

Saat Teguh menguraikan disertasinya kemarin si sulung duduk di sebelah podium. Menghadap ke laptop. Di atas podium juga ada laptop –untuk dioperasikan sang ayah ke layar lebar. Sesekali si sulung berdiri ke sebelah podium –membetulkan layar laptop agar tayangan sang ayah lebih jelas.

Teguh meraih doktor dengan predikat sangat memuaskan. Intinya seperti yang saya tulis kemarin. Pipa-pipa di boiler type CFB itu sering bocor. PLTU harus berhenti. Tiga bulan kemudian bocor lagi. Berhenti lagi. Bahkan setiap dua bulan.

Teguh pun menemukan teori agar tube tersebut dilapisi dengan campuran lima bahan dengan unsur utamanya nikel. Bahkan dengan coating itu temperatur yang dipindahkan ke air bisa lebih tinggi.

Teguh terlihat begitu menguasai soal coating ini. Ia sampai ke lab di California untuk mengujinya.

“Soal coating tube boiler ini sebenarnya sampingan saja,” ujar Teguh menjawab pertanyaan promotor. “Keahlian saya yang utama adalah vibrasi,” tambahnya. Yakni vibrasi pada turbin pembangkit listrik.

Menurut Teguh, 60 persen kerusakan mesin itu timbul akibat kesalahan operasional. Misalnya akibat pemeliharaan yang kurang baik. Bisa juga mesin yang sudah waktunya dipelihara masih dipaksa jalan.

“Mesin itu benda mati. Tidak bisa salah,” katanya. “Jadi tidak ada istilah barang bekas di mesin. Yang ada adalah mesin yang dirawat dengan baik atau tidak,” tambahnya. Setiap perawatan mesin, katanya, harus bisa mengembalikan mesin pada posisi baru.

Promotor Teguh membuka ”rahasia” di balik raihan doktor di usia 58 tahun ini.

“Saya sering ditanya orang, Teguh itu doktor lulusan mana. Kok hebat,” katanya.

“Saya jawab, lulusan UB. Karena itu saya lantas minta agar Teguh benar-benar kuliah S-3 di UB saja,” katanya.

Sang promotor adalah alumni teknik mesin UB tahun 86. Seangkatan dengan Teguh. Angkatan itu terkenal karena punya ”walisongo”. Yakni sembilan mahasiswa yang tidak kunjung lulus. Mereka tidak pernah punya niat untuk ikut ujian akhir. Mereka sibuk sebagai aktivis.

Akhirnya sembilan mahasiswa itu sepakat ikut ujian. “Kami semua lulus. Hanya satu yang tidak lulus yakni Teguh,” katanya. Tapi ya itulah nasib orang. “Yang lulus seperti saya jadi dosen. Yang tidak lulus seperti Teguh jadi direktur utama perusahaan besar,” guraunya.

Teguh sendiri akhirnya lulus juga. Itu, katanya, berkat dorongan ibunya.

Padahal Teguh sebenarnya sudah punya prinsip hidup sendiri. Yakni yang diajarkan kiainya waktu di pesantren: rezeki itu ada di mana-mana. Banyak sekali. Sebanyak langit dan bumi. Tinggal ikhtiar masing-masing.

Prinsip Teguh adalah pengabdian yang tulus dan sungguh-sungguh. “Waktu diangkat jadi dirut PJBS pun sebenarnya saya tidak suka,” katanya. PJBS kini bernama Nusantara Power, cucu besar PLN.

Tapi itu bukan berarti Teguh ogah-ogahan. Selama ia memimpin, PJBS memiliki prestasi terbaik. Dari segala aspek penilaian perusahaan.

Sekarang pun, setelah pensiun dan bergelar doktor, Teguh akan tetap berjiwa pengabdi. “Kita ini tidak tahu kapan akan meninggal. Sepanjang masih diberi umur akan mengabdi untuk umum sekuat tenaga,” katanya.

Promotor lain memuji keseriusan Teguh dalam meraih doktor. “Ia bisa membagi waktu begitu baik,” ujar Prof Femi. “Di pekerjaan penuh dengan prestasi. Di kuliah bisa selesai dengan cepat,” tambah guru besar ilmu material asal Lombok itu.

Teguh memang menyelesaikan doktornya dalam 3,5 tahun. “Malam-malam saya ke lab fakultas teknik. Biasanya setelah mendarat di Bandara Juanda saya langsung ke Malang. Ke lab di kampus. Sampai jam 12 malam,” ujar Teguh.

Giliran hari ini anak sulungnya yang membacakan disertasi. Saya tebak: Teguh tidak akan duduk di sebelah podium untuk membantu anaknya mengoperasikan laptopnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayDoktor Malamharian diswayTeguh Widjajant

Related Posts

Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Serius Nonsense

Serius Nonsense

Wednesday, 9 September 2026
Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Next Post
Wartawan koran ini saat melapor ke petugas PTSP saat hendak bertemu dengan pihak Kejati Gorontalo, Rabu (24/1/24). (Foto: Istimewa).

Pengamanan di Kejati Gorontalo Diperketat

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Friday, 11 September 2026
Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026
Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Friday, 11 September 2026
Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Friday, 11 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026 Bidik Transaksi Rp 4,2 Miliar, BI Gorontalo Libatkan Ratusan UMKM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.