logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Gubernur yang Otentik

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 16 May 2023
in Persepsi
0
Komite 12 Delapan Puluh Tahun Lalu

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dunia Olahraga Dalam Pusaran Korupsi: Antara Kemarau Prestasi dan Badai Integritas

Kampus – Kampus Kita

Kemerdekaan Harus Membebaskan Rakyat dari Ketergantungan

Kota yang Mencari Anak-anaknya, 81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

Oleh :
Basri Amin
Parner di Voice-of-HaleHepu

Gubernur yang mengerjakan agenda masa depan tidak lahir di semua tempat dan di setiap masa di negeri ini. Meski demikian, negeri ini selalu punya contoh dan rujukan. Jazirah Sulawesi mestinya menampilkan pencapaian itu kembali saat ini.

Jika boleh sedikit menoleh ke provinsi tetangga, Sulawesi Utara, kita bisa sedikit menyegarkan bagaimana kedudukan gagasan dan kecerdasan menyerap inspirasi (historis) dalam menapaki masa depan. Gagasan “Indonesia di Asia Pasifik” demikian mewarnai daerah ini. Tak heran kalau Sulut berhasil menempatkan puluhan Kawasan Strategis Nasional-nya.

Akar pencapaian itu terletak jauh ke belakang dan sudah tertancap lama dalam benak kolektif masyarakat Sulut, khususnya di Minahasa. Meski pada suatu masa di abad ke-19 mereka terbenam dalam ‘pragmatisme’ di masa kolonial, tapi buah-buah pendidikan Barat telah mengantar Minahasa dalam menyusun formasi identitasnya sendiri yang hebat sejak awal abad 20.

Puncaknya adalah ketika mereka mengalami “bom ekonomi cingkeh”, setelah benturan-benturan regional terjadi ketika elite Minahasa berperan penting pada peristiwa Permesta 1957-1959. Di masa Orde Baru, formasi elite Minahasa (berhasil) tampil di banyak sektor (militer, pemerintahan, pendidikan, media, dunia usaha, dsb).

Adalah Sam Ratulangi yang berposisi sebagai “Bapak Minahasa”. Ia adalah sosok pribadi yang kaya bukti dalam karya-karya kehidupannya. Semangat sumekolah telah ia capai ‘puncak’ formalnya dalam rekaman pendidikan dia; patriotisme dan nasionalismenya telah ia buktikan dalam kiprah perjuangannya sejak di Persatuan Minahasa, volksraad (Dewan Rakyat) dan Gubernur Sulawesi (1945-1949).

Intelektualitasnya bagi pencerdasan bangsa yang lebih luas dipersembahkannya melalui majalah Nationale Commentaren dan Penindjauan, dan sebelum itu di Mingguan Menara (1933), serta sebuah buku monumental Indonesia in den Pacific, kernproblemen van den Aziatischen Pacific (Batavia, 1937, 151 halaman). Semua yang ia capai dan cita-citakan sebenarnya jauh berakar dalam filosofi kemanusiaannya yang dalam, Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk menghidupi manusia lainnya).

Dalam pemahaman banyak penulis, Sam Ratulangi adalah sosok yang berhasil mensintesa dan mentransformasi aspek lokalitas (primordial) dalam bangunan kebangsaan (nasionalisme) Indonesia modern. Membaca semangat ini, Dr. Th. Sumartana memberi formulasi (1997) “…visi nasional harus benar-benar berakar dari kepentingan dan visi daerah. Berawal dari daerah, maka visi nasional dibangun”.

Visi nasionalisme dan gagasan futuristik yang dikembangkan Sam Ratulangi itu akhirnya ikut mendorong apresiasi serius dari kaum intelektual Indonesia George Aditjonro (1985) misalnya, menyebut Sam Ratulangi dalam tulisannya sebagai “Burung Manguni yang Rindukan Deburan Ombak Pasifik”. Lain lagi dengan Dr. Daniel Dhakidae dalam 1000 Tahun Nusantara (2000, hal. 631), ia menyebut Sam Ratulangi sebagai ‘Pijar-Pijar Bintang Kejora dari Timur”.

Mieke Schouten (1981) telah mendaftarkan 17 tulisan Sam Ratulangi yang dilengkapi ringkasan singkat pada masing-masing karangan tersebut. Dari daftar ini cukup jelas bahwa karya tulis Sam Ratulangi lebih banyak tercatat antara tahun 1913-1938.

Dalam periode inilah intensitas tulisan Sam Ratulangi demikian mengagumkan. Dialah Doktor pribumi pertama ilmu pasti alam (natuur philosophie) di negeri ini yang piawai menulis beragam topik dengan kredibilitas analisis yang tinggi.

Salah satu idealisme politiknya yang mendasar adalah tentang orientasi politik bernegara di Indonesia. Dalam Risalah sidang BPUPKI (terbitan Mensetneg R.I, 1992) tercatat pendapat-pendapat Sam Ratulangi mengenai konstitusi, dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Salah satu yang begitu eksplisit diungkapkannya adalah tentang posisi daerah dalam sistem pemerintahan: “…Supaya daerah pemerintahan di beberapa pulau-pulau besar diberi hak seluas-luasnya untuk mengurusi keperluannya menurut pikirannya sendiri, menurut kehendaknya sendiri, tentu dengan memakai pikiran persetujuan, bahwa daerah-daerah itu adalah daerah daripada Indonesia, dari satu negara…”

Argumen di atas sangat valid adanya, terlebih kalau kita merujuk tulisan-tulisan Sam Ratulangi sejak tahun 1929 sebagaimana secara luas dapat dibaca dalam studi David Hanley (1996: 117-140). Ia telah menggunakan kata “desentralisasi” (decentralisatie dalam Staatblad 64 tahun 1919). Demikian kuatnya ‘wawasan kedaerahan’ yang dengan cerdas dijelaskan dan ditampilkan Sam Ratulangi dalam dinamika gerakan nasionalisme Indonesia sebelum kemerdekaan, maka David Hanley (1996) menyebut kondisi ini sebagai ‘regional nationalism’.

Tahun 1937 Sam Ratulangi hidup di penjara selama 4 bulan, dan setelah itu mengalami skors 3 tahun dari Volksraad. Dalam suasana inilah, Sam Ratulagi menulis buku Indonesia in den Pacific yang terkenal itu. Sam Ratulangi telah dengan konsisten sedemikian rupa menggunakan data yang memadai dalam membangun argumentasinya tentang kondisi dunia, khususnya posisi Asia Pasifik dan peranan Jepang yang signifikan secara politik dan ekonomi. Dari segi kewaktuan, pandangan-pandangan politik internasional Sam Ratulangi tergolong jauh lebih visioner dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya.

Gerakan ‘pencerdasan’ yang dilakukan Sam Ratulangi sangat mengagumkan. Betapa tidak, Nationale Commentaren sangat sarat dengan analisa politik, ekonomi dan kebudayaan dengan sengaja ia peruntukkan sebagai sarana pertukaran gagasan para pemikir dan pejuang ketika itu.

Hampir tak bisa diragukan bahwa majalah ini telah sukses menjembatani peran seluruh cendekiawan Indonesia dari berbagai kalangan dengan mutu bahasa yang tinggi dan ulasan-ulasan yang cerdas. Nationale Commentaren dapat terbit sebanyak 215 edisi selama 5 tahun dengan total seluruh halaman sampai akhir terbitan tahun ke-5 nomor 7 sebanyak 4.185, dan dicetak 1500 eksemplar setiap terbitannya. Setelah itu, majalah ini tidak terbit lagi karena dibubarkan penguasa Jepang (Sigarlaki & Manus, 1981; Dhakidae, 2000).

Spektrum hari ini hendak (kembali) menyambut seruan Buya Syafii Maarif beberapa tahun lalu. Bahwa tokoh-tokoh bangsa kita sebaiknya lebih aktif dan sungguh-sungguh “membaca” kembali warisan gagasan dan keteladanan dari generasi awal Republik ini. Gubernur yang visioner adalah mereka yang mampu “membaca Indonesia” dan (perubahan) dunia. Begitulah selanjutnya, kepada para Bupati dan Walikota, hingga ke Presiden. ***

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu
Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri amingorontalopostgubernurGubernur yang OtentikOpinipersepsispektrum sosial

Related Posts

Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Dunia Olahraga Dalam Pusaran Korupsi: Antara Kemarau Prestasi dan Badai Integritas

Monday, 24 August 2026
Basri Amin

Kampus – Kampus Kita

Monday, 24 August 2026
Ridwan Monoarfa

Kemerdekaan Harus Membebaskan Rakyat dari Ketergantungan

Thursday, 20 August 2026
Husin Ali

Kota yang Mencari Anak-anaknya, 81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

Wednesday, 19 August 2026
Empat Puluh Hari Tanpa Rachmat Gobel: Politik sebagai Jalan Pengabdian

Empat Puluh Hari Tanpa Rachmat Gobel: Politik sebagai Jalan Pengabdian

Tuesday, 18 August 2026
Muh. Amier Arham

Merdeka dari Kesenjangan

Tuesday, 18 August 2026
Next Post
Jelki Ladada Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo meraih medali emas pada kompetisi olahraga SEA Games 2023. (Foto: Istimewa).

SEA GAMES CAMBODIA, Mahasiswa UNG Bawa Pulang Emas

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Dari Gorontalo ke Jepang, Dellacious Coffee Mulai Merambah Pasar Global

Dari Gorontalo ke Jepang, Dellacious Coffee Mulai Merambah Pasar Global

Tuesday, 25 August 2026
KKI 2026: Penjualan UMKM Gorontalo Melonjak 186,8 Persen

KKI 2026: Penjualan UMKM Gorontalo Melonjak 186,8 Persen

Tuesday, 25 August 2026
KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

Saturday, 22 August 2026
Lupa Servis Motor? Daya Auto Bikin Jadwal Perawatan Honda Lebih Teratur

Lupa Servis Motor? Daya Auto Bikin Jadwal Perawatan Honda Lebih Teratur

Tuesday, 25 August 2026

Pos Populer

  • Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Poltekkes Kemenkes Perkuat Peran Kader Desa Bunggalo Kendalikan Diabetes Melitus

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Poltekkes Gorontalo Gencarkan Edukasi Diabetes, Jus Buah Naga Jadi Pilihan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Mantap! Kontingen Gorontalo Raih Award Pemberitaan Terbaik Jamnas 2026

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.