logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Mision Sacre vs Kuota Etis

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 12 May 2023
in Persepsi
0
Mision Sacre vs Kuota Etis

Alim S Niode

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Alim S. Niode

Siapa tak kenal Ip Man? Dia adalah mahaguru kungfu legendaris. Ibarat air, dia mengalir mengembangkan seni bela diri aliran Wing Chun. Seiring waktu berjalan terjadi bentrok pendapat dgn saudara se alirannya: Ten Chi. Yang di sebut kedua mempertahankan prinsip Wing Chun “sejati”. Duel fikir yang tak terselesaikan dengan “zikir” akhirnya berlanjut dengan duel fisik yang seru dan melelahkan. Pada akhirnya Ip Man menang dengan aliran Wing Chun yang di kembangkan

Petualangan murid terbaik Ip Man selanjutnya: Bruce Lee, setelah berhadapan dengan aliran shao lin – mengikuti sang guru – lalu mengajarkan aliran kungfu baru yang di sebut Jeet Kune Do/JKD. Puncak perkembangan aliran Wing Chun setelah itu secara visual di nikmati di layar lebar dengan nama one inchi punch. Hanya ada dua orang yang menguasai jurus itu: Sang Mahaguru: Ip Man, dan muridnya: Bruce Lee.

Ingatan terhadap jurus jurus di atas membuat saya teringat cerita tentang salah satu “pelaga Kungfu pikir” kongres Himpunan Mahasiswa Islam/HMI ke 15 di Medan: kanda Yoyo Suryana, yang adalah ketua umum HMI cabang Manado periode 1983-1984. Jurus ke-independensi-an dan ke-intelektual-an yang mentradisi di himpunan di mainkanya dengan nalar kritis atas sesuatu yang mendasar waktu itu. Dengan lantang dan tegar dia memekik: “Jangan paksa kami memakai kaca mata kuda hingga rumput kering terlihat hijau segar!”.

Dua puluh empat purnama berikut nya ungkapan tersebut meledak persis seperti Wing Cun dalam gamitan Ten Chi dan Ip Man, melahirkan aliran HMI Dipo dan HMI MPO. Di bayang bayang peristiwa itu konferensi HMI cabang Manado ke 14 berlangsung di Balai Wartawan dengan ketua panitianya almarhum Jaelani Husain (Allah yarham). Pada saat itu kakanda Syaiful Bahri Ruray (sapaan akrab kita kak Ipoel) menyampaikan sebuah tulisan (sampai hari ini tulisan tangan yang rapi dan indah itu masih saya simpan). Point yang saya hayati pada tulisan tersebut terletak pada frase menyelamatkan “mission sacre hmi”.

Related Post

Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Santri Merawat Tradisi, Gorontalo Membangun dengan Hati

Kunjungan kak Yoyo ke Gorontalo pada 26 April – 10 Mei 2023 tak sempat mereview tuntas serpihan peristiwa yang justru mendinamisir girah dan suasana pergerakan, khusus nya pada level mahasiswa dan pelajar islam di Manado waktu itu. Ada FKMM, PII, SPWI, PMII, IMM, BKPMI, dll. Beberapa di antaranya di motori oleh tokoh tokoh mahasiswa (Kak Ipoel,cs) antara lain Lembaga Kajian Optika yang turut melibatkan petinggi dan para “suhu” di Manado dan sekitarnya. Saya beruntung karena bisa berada di hampir semua situasi itu. Saya ingin menyebut secara khusus disini keberadaan saya bersama kak Yoyo dan kawan-kawan lainya pada aktifitas Remaja Masjid Kampus Unsrat-IKIP Manado, dimana kak Yoyo sendiri adalah ketuanya. Ragam disiplin ilmu lintas mahasiswa berbagai fakultas dari kedua perguruan tinggi disini bergerak dengan tema “Islam untuk Disiplin Ilmu (IDI). Tema ini yang membawa kami terkoneksi dengan jaringan masjid Salman ITB, masjid Salahuddin UGM, Percakapan Cendekiawan Islam (PEDATI) di UI, jaringan mahasiswa universitas Ibnu Khaldun dan IPB, Bogor.

Nostalgia di kampung kedua di Manado rasanya mau tumpah saat perjumpaan kami, saya dengan dia. Sayang sekali karena kelelahan kak Yoyo sempat di rawat di rumah sakit Aloe Saboe Gorontalo selama sembilan hari sebelum kepulangan nya ke Amerika pada hari Rabu, 10 Mei 2023. Disinilah cerita ini terartikulasi tanpa sengaja. Rupanya impresi dan daya tarik kenangan itu muwakkil, merepresentasikan pusat magnetiknya pada diri kak Yoyo. Akibatnya suasana menjadi ruaamee bingits. Para pendekar Kungfu pikir masa lampau tak terbendung berkumpul dan mengitari kak Yoyo siang dan malam, hingga ke rumah sakit. Tiba-tiba mereka kelihatan menjadi muda kembali. Ada grup aspuri Unsrat, grup asber 1, grup asber 2, grup Bahu, grup Kleak, bahkan grup Muhamadiyah minus grup Kum-Kum. Tak terkecuali beberapa pejabat seperti Pj. Gubernur, Walikota, Sekda, Bupati, Kepala Dinas, dll.

Bukan hanya soal rindu dendam. Ada suatu yang menarik bagi saya. Ketika tiba saatnya kak Yoyo berangkat – melalui amatan semi intensif minimal pada dua grup WA – mencuatlah satu nama: “N” yang begitu luar biasa loyalitas dan dedikasi nya mendampingi, memperhatikan kak Yoyo baik saat sehat maupun saat terbaring sakit, hingga mengantarkanya sampai bandara di Jakarta. Ternyata “N” terbilang yunior jauh yang bahkan tak pernah ketemu dengan kak Yoyo sebelumnya. Dan ternyata lagi kelibatan kekaderannya di HMI terbilang minimalis, apalagi memahami filosofi NDP. Nyaris tiada alasan nostalgia organisasi yang membuat dia terikat begitu kuat pada situasi itu. Potong cerita, setelah mencermati dan berkontemplasi seperlunya, tiba-tiba saya menjadi sadar, bahwa pada diri “N” terdapat prototipe praktika step inadequasi kognitif terkait apa yang menggelegar dalam tulisan kak Ipoel tentang mission sacre insan cita, tiga puluh enam tahun yang lalu seperti di atas.

Meta kognisi pada “N” terasa sebagai apa yang pernah saya curi dengar dalam suatu perbincangan di sebut “global etic”. Sepertinya inilah one inchi punch jurus Kungfu Ip Man dan Bruce Lee yang lebih eksponensial ketimbang linearitas Jeet Kune Do?JKD dan atau shao Lin pada semesta kekaderan yang over style (maaf). Itulah historioritas panggung belakang yang ter ragakan pada “N” dan atau di ucapkan kembali oleh para penoton dengan terma persona. Kita tidak akan bisa mengalami mysterium tremendum yang memadai (“taa strom: Enen?, 23.43 wita: 10/5/023) dalam praktika insan cita sebagai bagian dari mission sacre ke-HMI-an jika masih tergari dengan “kuota etis” (the tyrani of the vested interest? – cak Nur)

Tak se romantis J.E. Tatenkeng yang berucap: “Satu-satunya perasaan yang kurasakan hanya dapat ku katakan kepadamu, yang turut/pernah merasakan”. Meski agak terlambat, saya ingin persembahkan ekspresi ini se adanya untuk kak Yoyo saat tiba di Athens – Amerika, juga kepada kak Ipoel di hari istimewa nya: panjang umur, sehat dan berkah selalu. Dua di antara sekian orang yang menguasai jurus one inchi punch global etic dalam mission sacre HMI. Mereka mewakili Ten Chi dan Ip Man dalam aliran bela diri Kungfu Wing Chun ala ke-HMI-an, tetapi sekaligus bukan keduanya. Dua di antara sekian orang yang menguasai jurus one inchi punch global etic dalam mission sacre yang kita pertaruhkan dengan Yakusa. (*)

Tags: Alim S Niodegorontalo postHimpunan Mahasiswa IslamHMIpersepsi

Related Posts

Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026
Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Wednesday, 28 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Muchlis Huntua

Santri Merawat Tradisi, Gorontalo Membangun dengan Hati

Monday, 26 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Wednesday, 21 October 2026
Next Post
Modifikasi CB150X Bergaya Masa Kini

Modifikasi CB150X Bergaya Masa Kini

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.