logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pemimpin dan Nasehat

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 2 April 2023
in Persepsi
0
Anakmu Bukan Milikmu

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Ketika Minyak Mahal

Sintesis Tradisi dan Disrupsi: Peran Strategis Pemuda Gorontalo dalam Inovasi Estetika Karawo Kontemporer

 Oleh :
Basri Amin

Dunia kita hari-hari ini makin terkesan diatur oleh mereka “yang menang” dan oleh mereka “yang kalah”. Di banyak arena, yang terjadi adalah tak ada pihak yang sungguh-sungguh meraih kemenangan dan kekalahan yang utuh dan mutlak. Di dalam setiap kemenangan, sebagaimana pada setiap kekalahan, persepsi dan preferensi amatlah menentukan.

Kehadiran setiap pilihan (tentang sesuatu/seseorang) dan kehadiran setiap pikiran (tentang kalah dan menang), akan berbuah harapan dan kecemasan sekaligus. Keduanya menjadi ruang di mana manusia kemudian “menyusun” sejumlah siasat dan sindikasi dalam hidupnya.

Dari pepatah lama kita mengenal ungkapan: kalah jadi abu, menang jadi arang!. Entah karena apa, dunia Melayu demikian jeli dan peka menangkap banyak nasehat hidup. Meski penuh perlambangan dan perbandingan, kearifan itu sungguh objektif-nyata keberlakuannya setiap hari. Terbukti, ketinggian peradaban kita sangat tergambarkan dari keluasan cakrawala manusia yang berhasil kita tangkap dan pantulkan.

Tradisi Melayu tentu bukanlah gejala tunggal. Ia bahkan tak bisa diwakili dengan mudah oleh satu negara saja. Melayu adalah kawasan dan identitas yang cair. Ia menyejarah dan berakar. Ia sekaligus menawarkan pembelajaran yang tak pernah putus. Ia melintasi gelombang dan bergenerasi.

Melayu adalah peradaban yang kaya mewariskan nasehat. Sebagaimana dinukil kembali oleh Tenas Effendy (2006): Supaya Melayu tetap terpuji, Tunjuk dan ajar pemayung diri; Bila Melayu tak mau terkeji, Tunjuk ajar hendaklah kaji.

Dalam urusan memilih pemimpin, Tunjuk Ajar Melayu berujar:…yang dikatakan pemimpin, adalah: elok lahir sempurna batin; eloknya boleh ditengok, sempurnanya boleh dirasa…Lurus hati, lurus akalnya; lurus niat, lurus buatnya; lurus lidah, lurus tingkahnya; lurus lahir lurus batinnya…Dengan demikian, para pemimpin adalah manusia pilihan yang terpilih di tengah-tengah orang banyak. Walau bukan yang terbaik, tapi kehadirannya haruslah dililit oleh keluhuran nilai-nilai yang sudah lama berlaku (lama) di masyarakat.

Apakah ini sekadar petitih yang berlaku sepintas di negeri Melayu? Ternyata tidak, Melayu adalah bangsa yang pernah terkenal karena pergaulan sosialnya yang (relatif) egaliter, terbuka dan progresif. Melayu memang identik dengan Muslim, tapi ia sekaligus bermakna perjumpaan yang saling menerima dan memberi. Identitasnya adalah agama, niaga, dan budaya.

Pada tingkat yang ideal, menurut khasanah Melayu, pemimpin adalah mereka:…yang ilmunya boleh berguru; yang kajinya boleh mengaji; yang cakapnya boleh dikakap; yang mulutnya boleh diikut; yang perangainya boleh dipakai; yang temoohnya boleh dicontoh; yang batinnya boleh diuji; yang lakunya boleh ditiru; yang taatnya menahan pahat; yang setianya menahan coba; yang ikhlasnya menahan kipas; yang tawakkalnya menahan penggal; yang tunggangnya menahan pedang;..yang berumah dalam musyawarah; yang bertempat dalam mufakat; yang berdiri dalam budi; yang tegak dalam syarak; yang memandang dengan undang; yang mendengar dengan tunjuk ajar; yang berkata dengan sunnah; yang berlaku dengan ilmu; yang berjalan dengan iman; yang melangkah dengan petuah…

Manusia adalah spesies yang takdir keberadaannya selalu digerakkan oleh berbagai “tuntutan” dan ia akan bereaksi dan bertindak dengan beragam cara (Raymond Geuss, History & Illusion in Politics, 2001). Ia selalu meyakinkan dirinya sebagai mahluk yang mampu memilih dan punya kapasitas mengubah sesuatu. Prinsip inilah yang selalu dibagi secara bersama oleh setiap bangsa modern. Dalam prosesnya, yang terjadi adalah keragaman dan persaingan. Tak ada satu bangsa yang bersedia menerima status sebagai masyarakat yang”tak punya sejarah” pemenang.

Bahkan di dalam kekalahan sekalipun –terutama dalam peperangan— sejarah mereka yang kalah pun tetap merupakan bentuk transformasi kemenangan. Artinya, tak ada kekalahan yang seratus persen “kosong” dan menghilangkan semua kisah yang terjadi dan semua aktor yang pernah tampil.

Di sinilah letaknya keyakinan bahwa di dalam setiap sesuatu (selalu) terdapat sisi-sisi pencapaian (menang!) dan kehilangan (kalah!) sekaligus. Tak ada sesuatu yang sepenuhnya bulat-utuh.

Diri kita adalah sentra perjumpaan antara yang menang dan yang kalah.

Percepatan! Inilah mungkin kata yang semakin pasti dewasa ini. Semua dengan mudah berubah. Semua berlari cepat. Hadir dan menghilang begitu saja. Itulah yang berlaku pada apa-apa yang selalu kita rasakan mampu menggambarkannya: uang, orang-orang, barang-barang dan kabar-kabar.

Kita semua, dan apa-apa yang kita punyai demikian mudah berpindah dan berubah setiap saat. Semua bisa mendekat dan sekaligus berjarak dan berpisah dengan kita. Hanya dalam ikatan-ikatan emosional saja kita bisa agak yakin atas rasa “memiliki sesuatu”. Itupun hanya mampu bertahan dalam ukuran waktu yang semakin rentan saat ini.

Yang dulunya adalah “pemenang” melalui pertarungan beberapa tahun lalu, kini ia mungkin sudah kandas di atas siasat hidup yang (pernah) demikian yakin ia pegang erat. Kini, orang-orang yang mungkin dulunya tak pernah ditengok dan dihitung oleh orang lain, ia dengan kepala tegak merayakan “kemenangan” (barunya). Mungkin sambil menertawai lawan-lawannya.

Mereka yang pernah “berteman” atau “berpasangan” di arena kekuasaan, kini bisa jadi tengah merangkai pertarungan baru yang sedang ditawarkan oleh pihak lain yang merindukan “kemenangan” (baru) yang rasa dan arusnya lebih besar. Tak jarang, kemenangan itu justru dirancang di atas bara dendam dan/atau berupa perlawanan balasan demi kepuasan.

Perseteruan antara yang kalah dan yang menang tak akan pernah berhenti. Yang jelas, dalam nasehat klasik di Tiongkok terkenal ungkapan: “jangan pernah remehkan lawanmu!”. Punya lawan yang hebat jauh lebih bermakna daripada sekumpulan kawan yang membeo, bernafsu, dan bodoh.

Karena yang kalah tak pernah berhenti mencari kemenangan, demikian pula bagi yang menang tak akan pernah (mau) berhenti menggapai kemenangan tambahan, maka kepada kedua arus hidup ini, yang kita butuhkan adalah kesadaran tentang “batas-batas”.

Dalam nasehat Melayu terungkap: Sebelum berkata, berkira-kira; sebelum tegak, mengagak-agak; sebelum duduk menengok-nengok; sebelum melangkah, berpelangkah… (Effendy, 2006: 658). Begitulah tradisi kita menyikapi keadaan. Begitulah Melayu menempatkan “nasehat” dan “petuah” sebagai pilar demokrasi dan berkebudayaan dalam berkepemimpinan publik di planet ini. *

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu
Pos-el-: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminPemimpin dan Nasehatpersepsispektrum sosial

Related Posts

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Wednesday, 16 September 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Tuesday, 15 September 2026
Muh. Amier Arham

Ketika Minyak Mahal

Tuesday, 15 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Sintesis Tradisi dan Disrupsi: Peran Strategis Pemuda Gorontalo dalam Inovasi Estetika Karawo Kontemporer

Monday, 14 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Thursday, 10 September 2026
Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Wednesday, 9 September 2026
Next Post
RESES. Aleg dapil Batudaa cs saat turun melihat pekerjaan jalan Pangadaa-Batu Layar yang belum selesai pekerjaannya. (F:Humas)

Pemprov Diminta Realisasi Pekerjaan Putus Kontrak

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Wednesday, 16 September 2026
Investasi Smelter Emas Masuk Gorontalo

Investasi Smelter Emas Masuk Gorontalo

Wednesday, 16 September 2026
Karhutla Di Lombongo, Nyaris Merambat ke Permukiman

Karhutla Di Lombongo, Nyaris Merambat ke Permukiman

Wednesday, 16 September 2026
Empat PJU Baru Polda Diminta Berintegritas, Kapolda Tegaskan Harus Mampu Jalanlan Amanah

Empat PJU Baru Polda Diminta Berintegritas, Kapolda Tegaskan Harus Mampu Jalanlan Amanah

Wednesday, 16 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Investasi Smelter Emas Masuk Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Karhutla Di Lombongo, Nyaris Merambat ke Permukiman

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Ketika Minyak Mahal

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.