logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Bintang-Bintang

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 16 November 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Oleh

Dahlan Iskan

BEBERAPA bintang moncer di G20 Bali: Jokowi, Joe Biden, Xi Jinping, Rishi Sunak, Justin Trudeau, Narendra Modi, Elon Musk, Zhangpeng Zhao, Shinta Kamdani, Hyundai dan Wuling.

Tuan rumah tampil nyaris sempurna. Tidak ada gejolak apa pun. Ketidakhadiran Vladimir Putin dari Rusia, mungkin malah jadi berkah kelancaran. Betapa stresnya tuan rumah kalau Putin hadir –dan Biden ngambek, diikuti Rishi Sunak.

Tokoh yang berhasil curi perhatian adalah Justin Trudeau dari Kanada dan Sunak dari Inggris. Trudeau, Anda sudah tahu, memang begitu. Muda, santai, informal, dan longgar. Bahwa Sunak ikut kaya Trudeau mungkin karena sama-sama muda. Keduanya pilih ber-KTT di sebuah kafe. Tanpa jas. Sangat informal. Trudeau memesan bir Bintang. Sunak minum Mango Spritz –karena memang tidak pernah minum alkohol.

Meski tanpa alkohol, di forum G20 keesokan harinya Sunak ”mabuk”. Ia mengecam Rusia dengan kecaman paling keras. Lebih keras dari Biden dan Presiden Ukraina Zelenskyy sendiri.

Bahkan Sunak ikut mengecam dua negara yang bersikap netral di Ukraina: Tiongkok dan India. Serangan ke Ukraina sudah jelas membuat krisis dunia. Harusnya seluruh negara yang ada di G20 menghukum Rusia.

Sunak memang lagi menghadapi tantangan keras dari internal partainya di Inggris. Ia yang sudah keras itu dianggap kurang keras terhadap Tiongkok.

Sunak berprinsip: kenyataannya Tiongkok adalah salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Tidak ada pemecahan perkara besar dunia tanpa melibatkan Tiongkok. Termasuk soal perang di Ukraina.

Pun di acara jamuan makan malam, tadi malam di GWK, Sunak sangat menonjol. Beda. Ia pakai hem dengan lengan digulung. Padahal dress code tadi malam itu batik. Jalannya pun paling cepat dari tamu lainnya. Gayanya seperti mahasiswa. Ternyata Macron juga pakai hem saja. Bahkan warna putih.

Narendra Modi jadi bintang karena rumusan jalan tengahnya. Pemimpin India itu membuat istilah ”di zaman ini seharusnya tidak ada lagi perang”. Itu sebagai pengganti kalimat keras ”mengutuk terjadinya serangan Rusia ke Ukraina”. Lewat rumusan Modi itu secara tidak langsung semua negara sudah menyatakan tidak setuju dengan serangan Rusia ke Ukraina. Tanpa menyebabkan G20 pecah.

Tentu Biden-Jinping menjadi bintang utama. Tiga jam mereka baku dapa kali pertama sebagai sesama presiden. Pun masing-masing sudah menyampaikan garis merah yang tidak boleh saling dilewati.

Biden tampak sekali menekankan: dalam hal Taiwan tidak ada perubahan sikap lama Amerika. Dan itu sudah dipegang puluhan tahun: hanya mengakui satu China, tapi melindungi Taiwan secara militer.

Yang dikhawatirkan Tiongkok adalah: Amerika akan mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Berarti akan ada dua China.

Jaminan Biden itu kelihatannya dianggap cukup. Yang penting Taiwan tidak merdeka. Berarti Tiongkok harus bekerja keras agar bisa membuat Taiwan kembali ke Tiongkok secara damai. Atau sekalian memancing Taiwan agar menyatakan diri merdeka, agar ada alasan menyerbunya.

Tapi di zaman ini tidak seharusnya ada lagi perang.

Yang menggembirakan: keduanya sepakat pertemuan di Bali itu diteruskan dengan kunjungan tingkat menteri. Biden segera mengirim menlunya ke Beijing. Demikian juga sebaliknya, Jinping.

“Tidak akan ada lagi perang dingin di zaman ini. Apalagi perang panas,” ujar Biden.

Yang Biden juga tegaskan ke Jinping adalah soal Korea Utara. Agar Tiongkok mengerem Kim Jong-un. Hanya Tiongkok yang bisa mengendalikannya. Secara tidak langsung Biden bilang begitu.

Tiongkok kelihatannya memang menggunakan Jong-un untuk melampiaskan kekecewaannya pada Amerika. Khususnya soal pemasangan alat pengintai terbesar di Korsel. Yang sampai bisa mengawasi Tiongkok. Biden mengatakan, itu untuk mengawasi Korea Utara. Amerika harus melakukan itu untuk melindungi sekutunya: Korsel dan Jepang.

Rasanya Biden juga minta Jinping untuk berperan mengakhiri perang di Ukraina. Mungkin saja bisa. Yang sulit adalah mencarikan alasan agar Rusia mundur dari Ukraina. Apakah mungkin dicarikan komitmen dari Barat: Ukraina tidak akan diterima menjadi anggota NATO. Ini cukup alasan bagi Rusia untuk mengakhiri perang. Sedang pengeluaran bantuan untuk perang bisa diabadikan untuk pembangunan ekonomi Ukraina.

Yang jelas Bali mencatatkan diri sebagai tempat terjadinya titik tolak peredaan ketegangan dunia.

Di luar agenda politik, bintang yang moncer adalah Shinta Kamdani. Pengusaha besar yang masih muda ini sukses menjadi pengendali B20. Itulah pertemuan besar kalangan bisnis dari 20 negara anggota G20.

Elon Musk hadir di B20 meski lewat layar. Ia mendadak tidak bisa ke Bali karena banyaknya ”piring di meja” nya. Sejak mengambil alih Twitter, Elon memang terlalu banyak pekerjaan. Bagi orang sekelas Elon rupanya mudah saja mendadak membatalkan komitmennya datang ke Bali. Ia memang harus menyelamatkan investasinya yang USD 44 miliar.

Meski begitu, Elon tidak kurang sensasional. Ia tampil di layar dengan latar belakang gelap. Hanya bagian wajahnya yang terang. Listrik lagi padam, katanya. Ia menggunakan lilin.

Zhangpeng Zhao harusnya juga menarik. Ia pioneer di bisnis bitcoin. Ia kaya raya. Ia berbagi gambaran masa depan mata uang baru itu.

Zhao orang Kanada. Lahir di Jiangshu, dekat Shanghai. Orang tuanya, dosen, bermigrasi ke Kanada ketika Zhao berumur 12 tahun. Ia kuliah komputer di McGill University.

Di B20 ini nama Shinta Wijaya Kamdani benar-benar meroket. Dialah yang membuat forum bisnis B20 itu terkelola dengan baik. Ia lulusan Harvard Business School. Dia CEO grup perusahaan besar miliknyi. Dia putri pemilik grup usaha Tigaraksa. Dia wakil ketua Kadin Indonesia.

Lebih 3.000 pengusaha ikut tumplek di Bali. Termasuk untuk menghadiri forum investasi. Maka boleh dikata, G20 Bali sukses di bidang politik dan bisnis.

Dan juga sukses bagi Hyundai dan Wuling.

Bintang G20 yang paling dipuja perusuh Disway pasti yang satu ini: istri perdana menteri Korea Selatan. Yang glowing-nyi sampai dikira bintang film Korea. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*

Edisi 15 November 2022: Drama Drama

Thamrin Daffan

Pertemuan tingkat dunia di Bali menyita perhatian. Indonesia bersiap menghadapi drama. Kalau Ada. Panitia sudah bekerja keras agar pelaksanaan G 20 berjalan lancar. Perihal hasil nantilah kita lihat. Sistem pengamanan super ketat di gelar. Indonesia tidak ingin pertemuan ini brantakan karena hal sepele. Untunglah Mr DT atau Kepala Negara yang sedang bersiteru tidak hadir, Segi positif so pasti Pulau Bali semakin kukuh menjadi destinasi pariwisata kelas satu dunia. Lantunan lagu indah berirama / Penyanyi legenda bersuara merdu / Harapan tuan rumah tidak terjadi drama / Hasil G 20 Bali destinasi wisata nomor satu / Salamsalam.

Juve Zhang

Sedikit koreksi untuk panitia peresmian mesjid di solo. Buatlah penanaman pohon yg posisinya enak bagi para Presiden, cukup pakai talang Pralon yg besar sehingga tanah masuk via talang ke bawah. Untung nya Presiden MBZ sangat sangat luar biasa bisa jongkok, kalau pak Jokowi pasti bisa jongkok.tapi Presiden MBZ ini benar benar Legendaris jongkoknya. Kesalahan blunder panitia di Solo .

Juve Zhang

Bagi anda yg penasaran dengan jongkoknya Presiden MBZ lihatlah video peresmian masjid di Solo. Sangat legendaris jongkoknya Presiden MBZ. Unbelievable!!.

Jimmy Marta

Banyak bule di Denpasar/ Berwisata keliling Bali/ Slamat ber KTT para pembesar/ Tiga agenda penting disepakati

Jimmy Marta

Hujan hujan ngunyah siri/ Merahnya jangan belepotan/ Memanglah hujan dirumah kini/ Tp awak tetap keringetan.

Leong putu

Hujan hujan ngunyah siri / Gigi kuat nafas bau / Gak nahan deket terus sama istri / Obat kuat cukup membantu /

Pryadi Satriana

Ini untuk Bli Leong Putu. Apa saya: 1. Takut miskin? Ndhak, “datang” ndhak bawa apa2, “kembali” jg ndhak bawa apa2, hidup adalah utk menyiapkan mati, melepaskan diri dari kemelekatan duniawi, apa pun itu. 2. Takut sakit? Ndhak. Dijalani saja kalau sakit. Dlm seminggu pernah berturut-turut berobat ke spesialis jantung, syaraf, penyakit dalam, bedah, dan paru. Ndhak bayar sepeser pun. Pakai BPJS. 3. Takut akan sesuatu? Ndhak. Kuasa Tuhan lebih besar drpd segala sesuatu yg ada di depanku. Aku harus ‘eling’ dan meyakini itu. Kudu ‘eling’ & ‘waspada.’ 4. Takut pada seseorang? Ndhak. Jangan takut kepada sesama ciptaan. Takutlah akan penciptamu. 5. Takut kehilangan orang2 yg dicintai? Ndhak. Cinta itu ada di hati. Akan tetap ada selama dijaga. Secara fisik apa pun bisa berubah, yg di hati bisa tetap tidak berubah krn non-fisik. Kalau mencintainya di hati – bukan di pikiran – ndhak akan pernah kehilangan. 6. Takut mati? Ndhak. Ndhak perlu ada ketakutan tentang mati. Kematian akan datang tepat pada waktunya, ndhak akan bergeser sedetik pun. Saya sudah menyiapkan keluarga untuk melanjutkan hidup tanpa saya. Sudah saya jawab ya, Bli. Sehat selalu & selamat beraktifitas. Salam. Rahayu.

yea aina

Pak Jinping menjalankan politik luar negeri bebas akti, bebas bersahabat dengan negara manapun sekaligus aktif cari cuan di negara manapun. Maka perekonomian negerinya tak ada lawan kwkwkw.

Johan

Garis merah AS sangat sederhana. 1. Jangan lebih unggul dari mereka. 2. Jangan melawan kalau di sanksi. 3. Jangan protes kalau militernya patroli di depan halaman anda (kebebasan navigasi, wkwkwk). 4. Jangan memprovokasi saat negara anda dikepung oleh NATO. 5. Jangan bereaksi berlebihan diseberang anda terparkir THAAD. 6. Jangan…….. 7. Jangan…….. 8. Jangan…….. dst………………..

Muin TV

Di Bali, Biden ngobrol cantik dengan Jinping. Di Solo, Anies sarapan bareng dengan Gibran. Di Bali, Ibu Iriana terpeleset tangga pesawat. Di Jawa Timur, koper Kaesang tersesat sampai ke Medan. Ternyata, tangga pesawat lebih curam dari pada tangga Kanjuruhan. Nampaknya perlu dibongkar juga nih.

Otong Sutisna

Mr. Bid seperti suami yang lagi pingin banget…. Mr. Jin seperti istri yang merajuk…. dilihat dari luar adem, begitu masuk kamar pasti panas….

Sama Konomaharu

Kemarin elon musk video call dengan background gelap. Itu tanda kalau elon musk sangat ahli ketika berjualan mimpi.

Leong putu

Espresi yang sangat bertolak belakang dari ke 2 kepala negara di atas. Mr. Biden kelihatan lebih antusias, cengkraman tangannya kelihatan lebih keras dari Mr.Xi, yang menandakan Mr. Biden lebih membutuhkan Mr. Xi. Sementara Mr. Xi kelihatan santai cenderung cuek. / Mr. Biden :” saudara2, inilah Mr. Xi sahabat Amerika”. / Mr. Xi :” hmmm…mbell gedes”. (Itu katanya dalam hati)

Juve Zhang

“Bintang ” KTT G20 itu sepertinya “Tante” Kim Keon Hee istri Presiden Korea Selatan, usia KTP konon kepala 5 alias setengah tua penampilan wow ABG banget. Super muda. Bukan kaleng kaleng perawatan nya atau oplas kah?.wkwkwk

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tags: DahlanIskanDisway

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
DAW Edukasi Keselamatan Berkendara Bagi Siswa

DAW Edukasi Keselamatan Berkendara Bagi Siswa

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.