logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Siswa SD Korban Penganiayaan Trauma, Enggan ke Sekolah Karena Takut, Polisi TurunTangan

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 11 November 2022
in Headline, Kriminal, Metropolis
0
Siswa SD Korban Penganiayaan Trauma, Enggan ke Sekolah Karena Takut, Polisi TurunTangan

Penyidik Satreskrim Polres Gorontalo bersama tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kabupaten Gorontalo sudah datang ke sekolah menemui Kepala Sekolah, Guru-guru dan juga Siswa teman - teman Korban. (Foto: Istimewa).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Pasca dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oknum gurunnya inisial SW. Siswa kelas VI di salah satu Sekohah Dasar (SD) di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo saat ini mengalami trauma berat.

Imbasnya, siswa berinisial API (11) alias Arjuna itu sudah hampir sebulan lamanya tak mau lagi ke sekolah. Kondisi ini praktis membuat pihak kepolisian Polres Gorontalo yang menangani kasus dugaan penganiayaan itu akhirnya turun tangan.

Seperti yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Gorontalo IPTU Agung Gumara Samosir kepada wartawan koran ini, Kamis (10/11/22) mengungkapkan, pihaknya bersama tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kabupaten Gorontalo sudah datang ke sekolah menemui Kepala Sekolah, Guru-guru dan juga Siswa teman – teman Korban,”kata Iptu Agung.

Lebih lanjut dikatakan Iptu Agung, upaya ini harus dilakukan atau ditempuh mengingat ada keluhan Keluarga Korban dan juga Korban anak tersebut takut untuk ke Sekolah.

Related Post

Wahana Rekreasi Tradisional Hadir di Tingkohubu

Tim URC Polres Pohuwato Sita Ratusan Botol Miras

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

PETI di Dengilo Kembali Ditertibkan, Penambang Melarikan Diri, Polisi Sita 11 Mesin Alkon

“Sehingga kami tadi (kemarin,red) sudah berkunjung ke Sekolah dengan membawa Korban sekeligus memotovasi kembali korban agar mau bersekolah lagi,”kata Iptu Agung.

Sementara itu guna pendalaman kasus tersebut, pihaknya tegas Iptu Agung telah memeriksa sebanyak empat orang saksi. Hanya saja perwira Akademi Kepolisian (Akpol) ini tidak merinci siapa saja dan dari pihak mana saja saksi yang diperiksa tersebut. Namun demikian, Iptu Agung mengaku, bahwa akan kembali memeriksa sejumlah pihak lagi untuk dimintai keterangannya.

“Ya, Senin kita lakukan pemeriksaan lagi guna proses penyelidikan lebih lanjut,”tandas Iptu Agung sembari berharap agar pihak yang telah dipanggil untuk diperiksa bisa bersikap koparatif untuk memenuhi panggilan penyidik demi kelancaran penanganan kasus tersebut.

Terpisah Fatrianti Inadjo saat dikonfirmasi soal kondisi traumatik yang dialamu adiknya selaku korban dugaan penganiayaan oknum guru mengungkapkan, beberapa hari pasca kejadian penganiayaan tersebut korban memang sama sekali tidak mau lagi bersekolah. “Adik saya trauma berat dan tidak mau sekolah.

Sedangkan saat diajak ke sekolah oleh tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kabupaten Gorontalo bersama penyidik Satreskrim Polres Gorontalo adik saya sudah gemetaran bersuar dingin sekujur tubuh,”kata An’nur penggilaan akrab kakak korban.

Diakui An’nur, meskipun telah diberitahukan kepada korban bahwa oknum guru yang menganiaya dirinya telah dipindahkan dari sekolah itu, namun korban tetap tidak mau lagi ke sekolah.

Selain trauma dengan kejadian penganiayaan itu, juga dirinya saat ini kerap dicemooh dan disalahkan teman-temannya karena kejadian tersebut sehingga oknum guru SW itu telah dipindahkan dari sekolah tersebut.

“Saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya berharap agar kasus ini mendapat penanganan serius dari pihak kepolisian Polres Gorontalo sebagai upaya efek jera agar kedepan tidak terjadi kepada para siswa yang lain,”harap An’nur.

Sebelumnya Seorang siswa kelas VI di SDN Kecamatan Tibawa harus menanggung pukulan dari gurunya, hanya karena terlambat datang ke sekolah. Ironinya, perlakuan kasar itu dilakukan di depan teman-temanya sesuai upacara, Senin (17/10) lalu, termasuk disaksikan langsung kakak siswa itu. Persoalan ini kemudian bermuara ke Polres Gorontalo, setelah kakak siswa itu secara resmi melaporkan oknum guru kelas SW ke polisi. (roy/wie).

Tags: Save Siswa SD

Related Posts

Hiburan pasar malam di Desa Tingkohubu, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, malam sabtu (6/6) di banjir warga. (F. Natharahman/Gorontalo Post)

Wahana Rekreasi Tradisional Hadir di Tingkohubu

Monday, 8 June 2026
Ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merek berhasil disita oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pohuwato saat melaksanakan patroli pada Sabtu (6/6) malam.

Tim URC Polres Pohuwato Sita Ratusan Botol Miras

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Personel Polres Pohuwato melakukan penertiban di lokasi PETI yang ada di Kecamatan Dengilo, di mana 11 Alkon disita bersama barang bukti lainnya.

PETI di Dengilo Kembali Ditertibkan, Penambang Melarikan Diri, Polisi Sita 11 Mesin Alkon

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Next Post
Bencana Sapura

Tengah Periode

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.