logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tengah Periode

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 11 November 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

ANDA sudah tahu: setiap dua tahun ada pemilihan anggota DPR di Amerika.

Maka menjadi presiden Amerika itu tidak mudah. Ia/dia sudah diuji kinerjanya/nyi di pertengahan masa jabatannya/nyi yang 4 tahun.

Kalau dua tahun pertama mengecewakan, presiden tersebut sudah bisa ”dihukum” di tengah jalan.

Presiden Joe Biden pun menerima ”hukuman” itu. Di pemilu legislatif 8 November kemarin, Partai Demokrat kehilangan mayoritas di DPR (House of Representative).

Related Post

Neo Pop

Lewat Pasrah

Agus Deyang

Jago Cimory

Hasil akhir pileg itu belum keluar, tapi sudah pasti perolehan kursi Demokrat ketinggalan dari Republik. Dari 430 kursi yang diperebutkan, Republik sudah mendapat 210 kursi. Demokrat baru 197. Sisa yang belum selesai justru banyak dari Dapil yang biasanya dimenangkan Republik.

Maka tidak mudah lagi bagi Biden untuk melaksanakan semua keinginannya. Terutama dalam hal anggaran. Biden harus menikmati setengah sisa masa jabatannya dengan kerja yang lebih keras. Terutama bagaimana harus melobi anggota DPR dari partai sebelah. Juga kalau Biden masih ingin maju lagi sebagai Capres 2024 di usianya nanti yang 81 tahun.

Maka mulai Januari depan Nancy Pelosi harus lengser dari jabatan ketua DPR. Nancy sebenarnya menang dalam perebutan kursi DPR di Dapil California. Tapi Demokrat kehilangan lebih dari 20 kursi. Termasuk di daerah tradisional Demokrat seperti New York.

Drama Nancy di Taiwan yang lalu ternyata tidak bisa mengatrol suara Demokrat. Teror yang dialami suaminyi di rumahnyi di San Francisco –hanya seminggu sebelum Pileg– juga tidak membawa dampak suara.

Maka Biden harus menerima ”hukuman” itu. Harga BBM memang melambung tinggi di masa kepresidenannya. Jauh melampaui rekor siapa pun. Inflasi tidak terkendali. Suku bunga harus dinaikkan.

Sebenarnya itu salah Vladimir Putin. Yang menyerang Ukraina. Tapi rakyat tidak mau tahu. Rakyat nagih janji kampanye lebih cepat dari masa jabatannya.

Itulah demokrasi di Amerika.

Memang hasil Pileg di pertengahan masa jabatan presiden ini tidak sepenuhnya sebagai ”hukuman”. Rakyat Amerika sudah biasa bersikap seperti ini: tidak mau punya seorang presiden yang terlalu berkuasa. Maka ketika presidennya dari Demokrat rakyat menghendaki mayoritas DPR-nya dari partai yang kalah. Dari situ rakyat bisa mengontrol presiden lewat wakilnya.

Bukankah kekalahan Demokrat kali ini akibat gencarnya gerakan Presiden Donald Trump? Kelihatannya bukan. Banyak sekali caleg yang didukung mati-matian oleh Trump justru kalah. Misalnya Dokter Mahmet Oz di Pennsylvania. Dokter selebriti itu kalah lawan caleg Demokrat yang sudah kena stroke lima bulan lalu.

Tentu Biden sendiri tidak terlalu kaget. Di Amerika sudah biasa terjadi seperti itu. Ia juga menyatakan sudah siap melakukan berbagai kompromi dengan DPR yang dikuasai sebelah.

Biden kelihatan santai saja. Ia justru merasa Demokrat masih ”menang”. Kekalahan kali ini tidak seberat yang diprediksi. Menjelang Pileg kemarin memang ada perkiraan ”gelombang merah akan menyapu biru”.

Yang masih waswas adalah di Pileg Senat (DPD). Sampai tadi malam perolehan kursi di Senat masih imbang: 48-48. Empat kursi masih menunggu hasil. Salah satunya harus menunggu sampai Desember nanti: kursi dari negara bagian Georgia.

Di Georgia tidak ada caleg yang mendapat suara lebih 50 persen. Raphael Warnock (Demokrat) dapat 49,4 persen. Herschel Walker (Republik) dapat 48,5 persen. Sisanya, 2,1 persen untuk Chase Oliber dari partai lokal.

Maka dua caleg dengan suara terbanyak diadu lagi di pemilihan ulang Desember nanti.

Itu bukan hanya Pileg ulangan, juga drama ulangan. Dua tahun lalu dua orang itu sama-sama nyaleg. Sama-sama kulit hitam. Sama-sama tidak dapat suara 50 persen. Diulang. Kampanyenya seru. Soal-soal pribadi pun tumpah semua di medsos. Warnock, seorang pastor mengalahkan mantan bintang sepak bola Amerika itu.

Untuk Pileg Senat, tidak semua kursi dipemilukan. Kalau masa jabatan DPR 2 tahun, masa jabatan Senat 6 tahun. Pileg Senat tidak serentak, 100 kursi. Tiap dua tahun hanya 1/3 saja dari kursi Senat itu yang dipemilukan. Tujuannya: agar pemerintah pusat stabil. Meski di pertengahan masa jabatan kalah di DPR, Senat bisa mempersulit upaya menjatuhkan presiden di pertengahan periode. Di sana Senat memang jauh lebih bergigi dari DPD di kita.

Sekarang ini kursi Senat imbang: 50 Demokrat, 50 Republik. Suara penentu ada di wakil presiden. Kini Biden was-was: jangan-jangan kali ini pun Republik yang menang.

Satu kursi Demokrat yang gagal diraih adalah di Ohio. Kali ini Demokrat sebenarnya maju dengan nama yang top sekali: Tim Ryan. Umurnya masih 49 tahun tapi sudah 10 periode menjadi anggota DPR. Kali ini pindah dari DPR ke Senat. Kalah.

Ryan ingin pindah jalur mumpung calon dari Republik juga baru. Incumbent-nya tidak nyaleg lagi. Sudah terlalu lama di Senat: 20 tahun.

Ternyata tetap calon baru dari Republik yang menang: James David Vance. Ia seorang kopral marinir. Lulusan universitas terkemuka: Yale. Setelah dinas militer ia menjadi venture capitalist.

Vance menulis buku terlaris tahun 2016: Hillbilly Elegy. Sajak Orang Pegunungan.

Itu buku tentang riwayat kehidupan keluarga asli pegunungan. Bukan buku sajak. Yakni cerita nestapa kehidupan keluarga Vance sendiri. Sejak kakek-neneknya hidup di pedalaman Kentucky, di pegunungan Appalachia.

Sebenarnya ini buku tentang budaya Appalachia. Agak sensitif. Orang Appalachia dianggap orang gunung, terbelakang, bodoh, miskin, sulit diajak maju, suka emosi dan sering konflik untuk urusan harga diri keluarga.

Jumlah penduduk yang secara budaya disebut orang Appalachia ini sangat besar: 25 juta. Asal usul ayam goreng Kentucky dari kawasan ini. Saya pernah mampir ke warung aslinya.

Hutan dan tambang pernah digalakkan di kawasan ini, tapi gagal menjadi solusi ekonomi jangka panjang.

Terobosan sukses pertama terjadi di tahun 1930-an. Ketika air terjun di pegunungan ini diubah menjadi pembangkit listrik. Hasilnya untuk melistriki kawasan itu sendiri.

Pegunungan Appalachia sebenarnya membujur jauh dari utara ke selatan. Seperti memisahkan dataran rendah di bagian tengah Amerika dengan bagian timurnya. Tapi yang tercakup di budaya Appalachia ini lebih di wilayah Kentucky dan Virginia Barat. Dan sekitarnya. Mereka punya musik sendiri: Country. Ditambah satu lagi: Blue Grass. Mereka fanatik Partai Republik.

Vance membuat bangga orang Appalachia.

Hari ini ”pengadilan politik” untuk Presiden Biden sudah selesai. Ia kelihatan bisa menerima hasilnya. Tiba waktunya Biden siap-siap ke Bali: menghadiri G20 di Hotel The Apurva Kempinski Nusa Dua. Toh, harapannya, tidak ada Putin di situ. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Next Post
Rica Gorontalo Dipasok ke Manado, Jelang Akhir Tahun, Sekali Kirim Ratusan Kg

Rica Gorontalo Dipasok ke Manado, Jelang Akhir Tahun, Sekali Kirim Ratusan Kg

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.