logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Menghitung Hari

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 8 November 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

PERHELATAN besar itu tinggal menghitung hari: G20 di Bali. Tinggal Selasa depan, 15 November 2022.

Lokasi G20 Anda sudah tahu: di Nusa Dua. Yakni di gedung konvensi milik anak perusahaan grup Kompas Gramedia: PT Dyandra Media International Tbk (DYAN). Itulah satu-satunya gedung yang memenuhi syarat untuk acara sebesar G20 di Bali.

Nama resmi gedung itu: Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Luas ruangannya saja lebih 5000 m2. Lobinya lapang. Fasilitas pendukungnya banyak dan lengkap. Tinggi plafonnya 9 meter. Terasa seperti di bawah langit.

Acara besar pertama di gedung ini adalah KTT APEC 2013. Dan memang, pembangunan gedung itu dikebut harus selesai sebelum KTT APEC dimulai. Saya ikut meninjau persiapan APEC waktu itu: hanya 14 bulan masa pembangunannya.

Related Post

Desil Kuantil

Karya Perkara

Lima Miliar

Patriot Sejati

Kini Dyandra sudah menjadi perusahaan publik. Kompas masih menjadi pemegang saham mayoritas tapi sudah ada beberapa pemegang saham perorangan lainnya. Lalu ada saham publik yang membeli lewat pasar modal.

Menurut sumber Disway, BNDCC dianggap salah satu anak perusahaan di grup Kompas yang sukses. Karena itu dibangun lagi gedung Convention yang lebih besar di dekat BSD, Tangerang. Dibangun juga yang lebih kecil di Gramedia Surabaya.

Sayang sekali kalau Vladimir Putin, Presiden Rusia itu, tidak hadir dan tidak boleh hadir di BDNCC. Padahal bisa jadi ia sendiri ingin sekali hadir. Ingin bernostalgia. Putin hadir di KTT APEC 2013. Bahkan, hari itu, Putin berulang tahun di Bali. Tepat sekali pelaksanaan KTT APEC waktu itu bersamaan dengan tanggal ulang tahunnya: ke-61. Putin tiba di Bali dengan pesawat khusus Ilyushin IL-96.

Xi Jinping termasuk yang tidak setuju satu negara tidak diizinkan datang ke KTT G20 Bali. Justru G20 bisa untuk menyelesaikan persoalan global.

Tapi begitulah. Banyak negara Barat tidak mau hadir kalau Putin datang ke Bali.

Mungkin Presiden Jokowi tidak harus sangat kecewa. Ia memang berharap Putin datang. Ia sendiri yang mendatangi Putin di Moskow untuk ”mengantarkan” undangan. Tentu merupakan rezeki besar kalau akhirnya Putin bisa datang tanpa membuat Presiden Amerika Joe Biden batal datang.

Presiden SBY dulu juga tidak bisa sempurna. Presiden Barack Obama tidak hadir di KTT APEC 2013. Mendadak batal. Pemerintahannya lagi ”disabot” DPR yang dikuasai Partai Republik. Pemerintah Amerika ”tutup” sementara saat itu. Anggaran negara tidak disetujui Kongres. Padahal Obama ingin sekali hadir di Bali untuk membahas perdagangan bebas antar negara-negara Pasifik.

Tentu kondisi gedung BNDCC tahun ini sudah beda dengan tahun 2013. Kini sudah ada hotel bintang lima di kompleks itu. Waktu APEC dulu yang penting gedung konvensinya selesai. Hotelnya bisa menggunakan milik Podomoro, Sofitel, yang juga harus dikebut penyelesaiannya.

Maka kepala negara penting yang akan datang kali kedua di BDNCC hanyalah Xi Jinping. Inggris akan menampilkan wajah terbarunya: Rishi Sunak. Jerman juga sudah bukan Angela Merkel. Masing-masing negara kini lagi banyak yang ruwet di rumah tangga mereka.

Sebenarnya besar sekali yang akan dicapai di G20 ini. Ada tiga pokok agenda: arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi.

Kredo yang didengungkan pun seksi: pulih bersama, tumbuh perkasa. Recover together, Recover stronger.

Ternyata belum-belum sudah tidak bisa bersama –kalau Putin benar-benar tidak datang.

Tiga agenda besar itu, Anda pun setuju, sebenarnya begitu pentingnya. Arsitektur kesehatan global mendesak dirumuskan. Covid-19 telah menyadarkan pentingnya arsitektur itu.

Demikian juga ekonomi digital: soal pajaknya, soal transaksi valutanya, soal sistem akuntansinya, dan terutama pengawasannya.

Apalagi soal energi. Benarkah semua pihak menjalankan transisi energi ke green one secara konsisten.

Bisa saja keruwetan di banyak negara anggota, membuat tiga agenda itu bukan prioritas mereka. Mereka harus mundur lagi. Harga energi tiba-tiba menjadi lebih mahal. Penggunaan batubara tiba-tiba justru melambung tinggi. Inflasi mengancam begitu banyak negara. Kelangkaan pangan lebih mendesak diatasi.

Itulah bayang-bayang yang menghantui KTT G20 minggu depan. Untungnya Indonesia punya posisi lebih baik: pangan cukup, hujan sepanjang tahun, petani bisa bercocok tanam tiga kali setahun, inflasi terkendali.

Tentu Indonesia sangat sibuk hari-hari ini. Semua tamu harus dilayani. Target harus dicapai.

Biarlah Bali kita hidangkan untuk dunia. Anda sebaiknya tidak berlibur ke sana. Janganlah menambah keruwetan. Kecuali Anda mau ke Bali lewat jalan darat.

Tiap negara punya kepentingan nasional mereka. Ego kini lagi diuji. Ego masing-masing akan membuat mereka memilih pulih sendiri-sendiri, tumbuh sekadarnya. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Hujan Salat

Hujan Salat

Thursday, 3 September 2026
Patriot Sejati

Patriot Sejati

Thursday, 3 September 2026
Ahli Uang

Ahli Uang

Wednesday, 2 September 2026
Next Post
Hari Tanpa Bayangan Di Gorontalo

Gerhana Bulan Dan Waktu Salat Gerhana Di Gorontalo Pada 8 November 2022

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

Monday, 7 September 2026
Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Monday, 7 September 2026
Polres Pohuwato Bongkar Lokasi Judi di Paguat

Polres Pohuwato Bongkar Lokasi Judi di Paguat

Monday, 7 September 2026
Miras Masih Merajalela di Gorontalo

Miras Masih Merajalela di Gorontalo

Monday, 7 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.