Gorontalopost.id – Wilayah perbatasan antara Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini makin diperketat pemeriksaannya. Hal tersebut tidak lain untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya penyebaran penyakit hingga penyelundupan barang-barang terlarang.
Pantauan Gorontalo Post, anggota gabungan yang terdiri dari personel TNI-Polri, Dinas Perhubungan serta dari pihak Dinas Peternakan, melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, baik yang masuk ke Gorontalo, maupun yang hendak ke luar dari daerah Gorontalo. Pemeriksaan yang dilakukan itu pun meliputi, kelengkapan kendaraan, administrasi untuk pengangkutan hewan ternak, serta barang bawaan.
Kapolsek Popayato Barat, Ipda Renly H. Turangan,S.H ketika diwawancarai mengatakan, setiap harinya tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang ke luar maupun yang akan masuk ke daerah Gorontalo. Tak hanya itu saja, pihaknya pula turut membantu pihak Dinas Peternakan yang ada di wilayah perbatasan, guna pencegahan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pada ternak Ruminansia.
“Mengingat maraknya virus Aphthae Epizootica (AE) yang sedang marak menular ke hewan ternak Rumansia, maka kami pun turut membantu untuk melakukan pemeriksaan. Diantaranya, hewan ternak yang akan diangkut oleh masyarakat, baik itu ke luar maupun masuk ke daerah Gorontalo, wajib memperlihatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Sertifikat Veteriner (SV), hasil uji laboratorium dan rekomendasi pengeluaran dan pemasukan hewan ternak,” jelasnya.
Tak hanya itu saja, mantan Kanit Opsnal Dit Narkoba Polda Gorontalo ini pula menambahkan, tim gabungan yang berada di pos perbatasan, turut mengantisipasi adanya penyelundupan barang-barang terlarang. Contohnya saja, minuman keras (Miras), narkoba, dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik di pos perbatasan, serta informasi yang diberikan oleh masyarakat, kami telah berhasil menggagalkan penyelundupan Miras dari wilayah Sulut menuju ke Sulteng sebanyak dua kali. Selain itu, kami pun berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu, dari daerah Sulteng yang akan dibawa ke daerah Gorontalo,” tegasnya.
Untuk kedepannya kata Ipda Renly H. Turangan,S.H, pihaknya akan terus menjaga dan memperketat pemeriksaan di pos penjagaan wilayah perbatasan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami pun berharap bantuan serta dukungan dari masyarakat, khususnya informasi, agar berbagai upaya pelanggaran hukum, bisa ditindaklanjuti secepatnya,” harapnya. (kif)











Discussion about this post