logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Sel Janin

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 15 June 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

HARI ini dokter ahli saraf kumpul di Surabaya. Salah satu acaranya simposium hubungan stemcell dengan keahlian mereka. Pembicaranya dari Ukraina.

Saya makan malam dengan dua wanita Ukraina itu tadi malam. Yang satu akan bicara soal pengaruh stemcell pada penyakit-penyakit saraf seperti parkinson, alzeimer, autis dan pertumbuhan berpikir anak yang lambat, satunya akan bicara soal latar belakang kemajuan ilmu stemcell di Ukraina.

Related Post

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

“Saya lahir dua tahun setelah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl,” ujar Maryna Kryshtun. Maryna banyak mendalami hubungan bencana Chernobyl dengan kemajuan dunia stemcell di Ukraina.

“Bencana Chernobyl membuat begitu banyak orang Ukraina terkena radiasi. Maka ahli-ahli kedokteran di Ukraina melakukan banyak penelitian apa yang bisa menyembuhkan para korban,” ujar Maryna.

Maryna sendiri lahir di daerah yang jauh dari Chernobyl. Sekitar 500 km di arah barat. Keluarga mereka selamat antara lain karena arah angin tidak ke barat. Justru Kiev, ibu kota Ukraina yang dekat Chernobyl: hanya 100 km.

Salah satu akibat terkena radiasi nuklir adalah rusaknya sumsum tulang belakang. Padahal di situlah darah diproduksi. Saat itu ilmu Stemcell sudah lahir. Tapi yang tahu masih sangat terbatas.

Perintisnya adalah ilmuwan Amerika, E Donnall Thomas yang menemukan ilmu transplantasi sumsum tulang belakang. Berkat penemuannya itu Donnall Thomas mendapat hadiah Nobel tahun 1990.

Dari situlah lahir ilmu stemcell. Ukraina –saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet– harus memikirkan rehabilitasi korban Chernobyl.

Memang hanya dua orang meninggal langsung akibat Chernobyl, tapi lebih 4.000 orang meninggal pelan-pelan setelahnya. Bahkan ratusan ribu orang yang terganggu kesehatan mereka.

Salah satu dokter yang aktif melakukan riset stemcell untuk korban Chernobyl adalah Prof. Oleksandr (Alexander) Smikhodub/Smikodub.

Belakangan ia mendirikan pusat penelitian EmCell. Setelah ia meninggal, seorang putranya meneruskan EmCell. Nama sang anak sama dengan bapaknya: Oleksandr/Alexander Smikodub.

EmCell inilah yang aktif memasarkan stemcell di Indonesia. Biarpun tarifnya 80.000 dolar, sekitar Rp 1,5 miliar, banyak juga orang Indonesia ke sana. Saya kenal beberapa orang dari mereka. Yang akan berangkat bulan depan pun ikut makan tadi malam.

“Selama perang Rusia-Ukraina saya sudah 11 kali ke Kiev,” ujar Jimmy Widiarta, perwakilan EmCell di Jakarta. Jimmy selalu mengantar pasien yang ke sana. Rute terdekatnya: Jakarta-Istanbul-Warsawa ibukota Polandia. Dari Warsawa naik kereta api ke Kiev: 10 jam lebih.

Sejak perang Rusia dengan Ukraina memang tidak ada pesawat yang terbang ke Kiev. Rute terdekat lewat Warsawa. Bisa saja lewat Belarus tapi naik keretanya lebih jauh.

“Apakah Kiev aman dalam suasana perang selama ini?”

“Kiev aman,” ujar Dr Iryna Matiashchuk, yang pagi ini akan bicara soal stemcell di forum simposium nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). Ketua PERDOSI Indonesia, dr Yudha Haryono ahli saraf dari Unair Surabaya.

“Langit Kiev dipayungi sistem keamanan,” tambah Maryna. “Militer kami kuat,” tambahnya. Kota Kiev memang tidak dipasangai Iron Dome seperti Israel, tapi pengamanan udaranya berlapis-lapis. Mulai dari Patriot, NASAMS, IRIS-T, SAMP/T, radar, dan tangkisan serangan elektronik.

Ibu kota Kiev mendapat perlindungan paling kuat di Ukraina.

Orang Kiev, kata Maryna, sudah tidak punya rasa takut. Sudah biasa. Hanya sesekali ada sirine tanda bahaya. Begitu ada sirine mereka sudah tahu barus bagaimana: ke bunker di bawah tanah.

Tiap sekolah punya ruang bawah tanah. Pun tiap gedung. Bisa juga mereka menuju ke stasiun kereta bawah tanah untuk berlindung di sana.

“Saya, kalau sirinenya berbunyi tengah malam tidak akan lari. Pilih meneruskan tidur,” ujar Maryna.

“Skala 1 sampai 10 berapa rasa takut Anda?”

“Yaaah…. di level dua,” kata Maryna.

Salah satu pasien dari Indonesia memang ada yang menunda berangkat ke bulan Agustus. Bukan karena takut serangan Rusia melainkan begitulah anjuran suhu pribadinya.

Saya pun menghubungi Dr Yudha Haryono, Ketua Perdosi Indonesia: kenapa yang diundang berbicara dari Ukraina.

“Riset stemcell di sana sangat baik. Demikian juga hasilnya,” ujar Dr Yudha.

Ukraina memang mengklaim sebagai negara perintis penelitian stemcell menggunakan embrio bayi. EmCell sendiri ‘Em’-nya itu singkatan dari embrio.

Yang dimaksud embrio adalah janin bayi yang masih berumur tujuh minggu sampai 12 minggu –1,5 bulan sampai 3 bulan. Berarti saat janin masih baru terbentuk di rahim seorang ibu. Janin di umur itu sudah mulai membentuk kepala, tangan, kaki dan jari-jari –meski masih dalam bentuk sangat awal.

Di Ukraina menggugurkan kandungan tidak melanggar hukum. Legal. Bebas. “Negara kami yang paling liberal dalam soal ini,” ujar Maryna.

Setelah janin digugurkan, sel-selnya diambil lewat proses di laboratorium EmCell. Sel itu dikelompokkan menjadi 20 jenis –yang akan jadi sel 20 organ manusia. Ada sel yang akan menjadi ginjal, jantung, paru, liver dan 16 organ lain. Sel itu dibekukan di lab EmCell dengan suhu minus 196 derajat.

Dari situlah bisa dimanfaatkan secara khusus: bila ada pasien yang mengeluh soal ginjal maka sel ginjal yang akan disuntikkan ke pasien. Berarti lebih targeted.

Di samping yang targeted itu setiap pasien akan diberikan juga multicell. Artinya ‘sel sapu jagad’ –untuk apa saja, utamanya untuk awet muda.

Stemcell targeted itu diberikan secara suntikan. Lokasi suntiknya di perut.

“Kenapa di perut?”

“Perut adalah bagian tubuh yang paling banyak lemaknya,” ujar Dr Iryna.

Jaringan lemak memiliki pembuluh darah kecil yang lebih banyak. Itu bisa mendistribusikan sel tambahan secara lebih bertahap. Perut sendiri punya bidang yang luas. Dan menyuntikkan sel di lemak bawah kulit lebih aman karena tidak merusak jaringan saraf.

Di EmCell tidak berlaku prinsip menyuntikkan sel lebih banyak lebih baik. Kadang pasien iri kalau mendengar temannya mendapatkan stemcell 120 juta sel, padahal ia hanya dapat 80 juta. “Di kami jumlah sel yang disuntikkan harus didasarkan hasil pemeriksaan kondisi tubuh pasien,” ujar Maryna.

Tarif tersebut memang sudah termasuk untuk pemeriksaan. Bahkan termasuk tiket kelas bisnis dan hotel bintang empat. Di sana pasien akan menjalani pemeriksaan selama lima hari.

Seluruh organ diperiksa. Setelah diketahui mana yang perlu diperbaiki barulah diputuskan: berapa tambahan sel untuk organ tertentu, berapa lagi untuk organ lainnya.

Bagi Iryna dan Maryna, ini kali pertama mereka ke Indonesia. Ke Jakarta, Semarang dan Surabaya. Besok mereka akan ke Bali.

“Sudah pernah makan durian?”

“Kami sudah dengar ada buah bernama durian tapi belum pernah melihat dan merasakannya,” ujar mereka.

Maka makan malam pun (lobster, kepiting, kerapu, kerang, udang dan banyak lagi) kami tutup dengan durian.

“Ternyata seperti es krim ya…” komentar Maryna. Dia tidak tahu satu durian ini saja bisa untuk beli es krim 100 cup. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.