logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jalan Zulhas

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 27 June 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Oleh

Dahlan Iskan

MENDAG Zulkifli Hasan bisa mengklaim dirinya direstui alam. Seminggu setelah dilantik menggantikan Mohamad Lutfi harga sawit dunia turun. Agak tajam.

Lutfi tidak boleh iri. Coba saja penurunan itu terjadi bulan lalu. Pemilik kaki tidak perlu berkeset di Lutfi.

Begitulah komoditas. Ia bisa naik dan turun tanpa melihat siapa yang siap jadi keset. Pun sekarang ini: tidak jelas benar mengapa harga minyak sawit begitu turun. Perang di Ukraina belum mereda. Bebek goreng masih laris. India dan Tiongkok –pembeli terbesar minyak sawit baik-baik saja.

Lihatlah grafik ini. Begitu anjloknya harga itu –meski masih tinggi.

Akibatnya petani sawit hanya bisa menjual di bawah Rp 1.600/kg. Di banyak lokasi lebih rendah dari itu. Pun ada yang tinggal Rp 1.300/kg.

Harga internasional yang turun itu memang pukulan kedua bagi eksporter. Pukulan pertama datang dari Anda –yang disuarakan oleh Presiden Jokowi: larangan total ekspor itu. Bulan lalu.

Pengusaha minyak sawit kini memang sudah bisa ekspor. Tapi tidak banyak lagi jalan. Mereka harus memilih satu dari dua jalan ini. Inilah jalan ekspor Zulkifli Hasan –yang diaspal di zaman Muhammad Lutfi.

Jalan pertama: lewat jalur DMO/DPO. Yakni, baru bisa ekspor setelah memenuhi kewajiban memasok pasar dalam negeri. Dengan harga dalam negeri pula.

Berarti pengusaha harus menyerahkan 20 persen dari total produksinya ke pabrik minyak goreng. Harga CPO-nya pun sudah ditentukan pemerintah: Rp 11.000/kg.

Keberatan?

Pengusaha bisa pilih jalur kedua: ”beli” tiket ekspor yang harganya USD 200/ton. Tanpa harus ikut skema DMO/DPO. Itulah pajak tambahan ekspor.

Ketika harga ekspor masih sangat tinggi seperti bulan lalu skema ini bisa banyak dipilih. Tapi karena harga internasional mulai turun pengusaha harus berhitung kembali. Apalagi masih ada pajak ekspor dan pungutan khusus CPO untuk green energi. Kalau dua hal itu saja dijumlah angkanya mencapai hampir USD 500 sendiri.

Hitungan itu harus agak njelimet karena Mendag mengeluarkan imbauan baru: PKS harus membeli sawit milik petani dengan harga paling rendah Rp 1.600/kg.

Imbauan itu memang masih berlaku. Tapi angkanya sudah sia-sia. Ketika saya mulai menulis naskah ini masuk ke HP saya kiriman copy tanda terima pembayaran:

1.852 kg

1.823 kg

2.347 kg

Total 6.022 kg = Rp. 8.280.000.

Artinya satu kilogram Rp 1.375.

“Harusnya pemerintah menegur PKS,” ujar Tini Lolang petani sawit 100 hektare di Kaltim yang lulusan Amerika.

Tentu yang membayar Rp 8.280.000 itu bukan PKS. Itu pengepul. Pabrik Kelapa Sawit menerima bahan baku dari para pengepul. Penegasan Mendag jelas: harga beli sawit dari petani paling rendah Rp 1.600.

Rupanya Mendag yang baru ini perlu juga blusukan ke kebun sawit rakyat. Lokasinya bukan di Kramat Jati. Anda, yang sudah tahu, bisa menunjukkannya.

Mekanisme pasar memang sulit dilawan. Petani sawit sudah biasa membuka website Kanwil Pertanian atau Dinas Perkebunan Provinsi. Seminggu sekali instansi itu mengeluarkan ketentuan harga buah sawit. Harga minggu lalu, misalnya, di atas Rp 3.000/kg. Lihat sendiri foto surat itu. Begitu jauh dari kenyataan yang Rp 1.350/kg, pun Rp 1.600/kg.

Harga internasional yang turun memang menyenangkan Mendag. Ia mengaku berhasil menurunkan harga minyak goreng dalam waktu singkat. Migor curah sudah bisa Rp 14.000/kg. Target tercapai. Tidak perlu menunggu 2 minggu.

Kini giliran petani yang harus menunggu harga membaik kembali. Guncangan akibat larangan ekspor ternyata lebih lama dari perkiraan Anda.

Praktik di lapangan lebih rumit dari itu. Ada saja akal pengepul. Kalau petani mengirim sawit satu truk 8 ton, bisa jadi bobot sawitnya dipotong sampai 8 persen. Dengan alasan sebagian sawitnya belum cukup masak.

Petani punya akal: kirimnya pakai mobil jenis pikap saja. Yang isi kurang dari dua ton. Biasanya hanya dipotong 2 persen.

Begitulah komoditas. Juru klasifikasi sangat menentukan. Kata-katanya bak hakim agung: inkracth! Mau dipotong 8 persen atau ditolak.

Alasan pemotongan banyak: tidak hanya kurang matang, juga terlalu matang. Ada yang berjamur. Rusak. Kosong.

Dalam sesapuan pandang saja juru grading langsung bertitah: potong sekian persen.

Petani selalu tidak ada pilihan: terpaksa menerima. Membawa kembali sawit itu hanya akan menambah sampah yang harus dibuang.

“Kita ini betul-betul penny wise, pound foolish,” kata Tini.

Tunggu.

Pemerintah sudah berniat memperbaiki semua itu. Sudah ada program yang disebut percepatan ekspor. Setelah melarang, kini mempercepat. Dampak pelarangan itu begitu cepat. Dampak percepatan itu begitu lambat.

Dua jalur percepatan tadi menemukan realitas baru: harga internasional yang turun. Impor India menurun 10 persen. Mungkin kecewa pasokan tersendat akibat larangan ekspor dulu. Ia pindah ke sumber lain. Misalnya minyak kedelai. Atau jagung. Atau bunga matahari.

Atau mencari CPO ke negara lain.

Malaysia sudah kembali menerima TKI sawit dari Indonesia. Dalam jumlah besar. Untuk menaikkan produksi.

Perang di Ukraina memang masih seru. Mungkin baru reda setelah Presiden Jokowi ke Rusia. Siapa tahu: yang datang ini Ketua G-20.

Tapi harga minyak kedelai di Amerika memang sudah turun. Sampai 3 persen. Jangan-jangan  sudah mulai resesi. Dan itu bisa jadi pukulan ketiga bagi eksporter.(*)

 

Komentar Pilihan Disway*

Edisi 26 Juni 2022: Merdeka Huey

DeniK

Kadang di tulis logan Kadang di tulis lagon Jangan bingung jangan bimbang ini hanya tulisan.

Sadewa Sadewa

Naik kendaraan umum ke Jakarta Biar nyaman, beli minyak Tjap Kapak Sang ketum teriak teriak Merdeka Tetapi banyak yg jawab tidak kompak Tanya kenapa ? Heli Huey terbang tinggi jauh Kemudian jatuh ditanah warga Biarkan yg jawab para kyai sepuh Mungkin Merdeka sejatinya bebas dari nafsu untuk terus berkuasa

Ronie Ernanto

Huey didalam istilah helikopter militer adalah nicknamed dari Bell UH1 Iroquois, type dari heli yang jatuh tersebut

bagus aryo sutikno

Setelah melalui penelitian yg mendalam, helicopter Huey jatuh karena gaya gravitasi. Sekian dan terima buku ehh terima kasih.

Ibnu Ukkasyah

Kenapa memiliki nama populer “Huey”? Sewaktu pertama kali diproduksi, diberi kode “HU-1”. Dari “HU-1” inilah panggilan Huey itu berasal, Pak DIS. Entah kenapa, kode produksinya, diganti menjadi UH-1.

Jimmy Marta

Coba jika ada yg hobi koleksi kapal selam tua, apa berani nyelam. Yg punya kapal induk tua apa berani berlayar. Kalau berani, itu br benar2 warbinasa…..

bagus aryo sutikno

Yg warbiassah itu kisah mudik lebaran tahun ini dari Aceh ke kerawang naik VESPA 1962 demi ketemu ibundanya. Horror banget bro, demi sungkem, gas dan kopling sampek kram tetap dijalani. Kata Agnes Monika, cinta itu tak ada logika. Apalagi cinta kepada hobby dan heroiknya masa lalu. Demi cinta, nyopras nyapres ping sewidak njaran panggah dijalani masio wurung ndak jadi. Kwkwkwkw

Jimmy Marta

Pencinta holikoter tua, kalau cuman ngoleksi bolehlah. Kalau dipake buat terbang, lha Ini hobby apa? Apapun jenis pesawatnya, semua ada masa afkirnya. Dirawat seperti apapun, lifetime nya sudah habis. Hobby2 kenderaan tua lain kt masih sangat maklum, karena mainnya didarat. Jika mogok di jalanan nyawa masih aman. Kalau pesawat mogok..? Gk tau lah apa karena ini negara bebas. Yg punya hobby pun para veteran. Di medan perang sj gk takut terbang. Hobby kadang memang gk rasional. Coba bayangkan ada hewan piaraan yg harganya usd 16jt atau hampir 200M rupiah. Gile… Itulah seekor kuda mirip monyet. Eh kuda bernama monyet. Green monkey. Tp sy belum dp cerita jika ada yg hobby ngoleksi kapal2 tua. Kapal induk misalnya. Pasti warbiasya kalau ada….

Hendra Tanudjaja

Salah satu film selain Die Hard mungkin Rambo 2 yang diperankan Sylvester Stallone. Apakah Huey ini satu2 nya N98F Bell UH-1B ya ? Ternyata masih ada yang dimiliki orang pribadi.

Lena Wati

Penutup artikel yg bikin sensi : “Bnyk tentara yg ingin naik Huey lagi/ Kali ini tanpa rasa takut ditembak dari “bawah”/ Ternyata jatuh juga/”. Abah ini koq “menyindir”. Apakah lg ketularan politikus kt yg lg kena virus ” sindir-menyindir”?. Anda sudah tau.

dabaik kuy

heran kok mau naik helicop tua yg pilot nya bisa siapa aja. walau punya lisensi tp kan bukan pilot rutin yg kenal betul karakter huey… heran juga kok mau lagi di piloti org yg jelas tdk punya kemampuan memimpin negeri (indikator ekonomi, demokrasi, geipolitik, anti korupsi dan penegakan hukum semua tdk bagus) …. hanya bagus masalah sekularisme saja (memisahkan agama dr politik & ekonomi) … kok kalian mau menukar plus di sekularisme tapi minus di ekonomi – demokrasi – geopolitik – penegakan korupsi dan hukum

Jimmy Marta

Nama helinya mengejek orang mabuk. Mungkin di masa perang vietnam dulu banyak tentara us yg mabuk. Bisa karena efek minuman atau sengaja mabuk untuk mengusir rasa takut. Kita lihat difilem tentang perang vietnam, dibaraknya tentara banyak coretan2. Bisa kata2 penyemangat atau ejekan ke musuh. Kalau ngerti bhs indonesia mungkin dihidung helinya mereka tulis, janchukk…. wkwkwk…

bagus aryo sutikno

Independent day dinyatakan merdeka. Merdeka dari kuasa Henry VII raja Inggris. Dan merdeka dari rongrongan meksiko yg disponsori spanyol.

bagus aryo sutikno

Butuh biaya mahal u dapat mabuk walau menghirup kecubung juga bisa bikin mabuk. Tapi butuh biaya teramat sangat mahal menyadarkan orang mabuk, apalagi mabuk agama.

Juve Zhang

Ingat heli ingat Taipan Thailand Om Suchai yg borong 19 BMW i8 dari showroom dan di bagikan buat semua pemain Klub nya Leicester city. Tentu pemain senang bonus BMW baru .sayang om Suchai yg nonton Leicester city main datang dengan Heli, waktu pulang heli nya jatuh di lapangan bola. Ada juga konglomerat Singapura yg meninjau Kebun sawit di Riau dan jatuh dari Heli nya di Riau. Semua tentu paham heli hanya satu baling baling mati mesin ya tak ada obatnya.beda pesawat 4 atau 2 mesin mati satu masih ada cadangan.

 

DeniK

Di tangan pilot terlatih dan mujur.mati mesin bilah rotor masih bisa berputar oleh angin.utk mendarat darurat.

bagus aryo sutikno

Teringat film fate furious 9. Ayah si dom ikut balapan u bunuh diri dng menggunakan spare part KW. Akhirnya tewas dan asuransi auto menutup hutang2 ayah si Dom. Bagaimana piye kalo penumpang yg 6 tersebut udah sepakat bunuh diri di penerbangan terakhir hari itu. Agar keluarganya bisa mengklaim asuransi mereka. Piye lurr, Agatha Crystie tenan tho pikiranku ngene iki..

Munthel

sekarang baca disway jadi males. iklane sak gajah2 … ngerti sih gratis … tapi mbok yo ojok nemen2 …

Johannes Kitono

Saat masih dinas di TIR ( Tambak Inti Rakyat ) Lampung yang lokasinya 150 km dari Bandar Lampung, di sebelah TN Way Kambas. Kalau kesana dari rta naik mobil- Ferry- mobil lagi bisa seharian baru tiba di tambak udang terbesar di dunia. Terkadang ada VVIP seperti Bankers atau Menteri yang bermotto : Time is money. Terpaksa sewa Helikopter milik swasta dengan biaya sekitar US$.3.000,-/jam sudah termasuk pilot dan copilotnya. Yang dihitung hanya jam terbangnya saja. Tidak termasuk jam tunggu seperti saat parkir. Biasanya berangkat jam 08. 00 pagi dari bandara Halim langsung kelokasi tambak. Hanya terbang 50 menit saja sudah tiba. Dari helipad naik mobil ketambak lihat panen udang, coldstorage dan ngopi bentar di office. Sekitar jam 11.00 am terbang lagi ke Kawasan Industri jalan Ir Sutami, Bandar Lampung lihat Feedmill pakan udang. Setelah mendapat penjelasan singkat dari factory mgr terbang lagi ke Suak,Kalianda lihat Hatchery/ pembibitan udang sekaligus makan siang. Saat itu Hatchery tsb bisa menghasilkan bibit udang Vannamei sebanyak 600 jt ekor/ minggu. Menu lunch tentang saja ada udang sesuai mottonya: Fresh, from pond to plate ! Sesudah lunch dan diskusi sebentar jam 14.15 Capung besi itu terbang kembali lagi ke bandara Halim. Dan tepat jam 15.00 para pengemudi yang jemput sudah bisa antar bossnya mau kemana saja Sangat efisien, dalam sehari 3 lokasi bisa disinggahi. Total jam terbang 2,5 jam × US$.3000,-= US$.7.500,- Silahkan hitung sendiri konversi ke rupiahnya.

*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Budidaya Jambu Kristal Omzet Puluhan Juta, Berbuah Secara Terus Menerus hingga 15 Tahun

Budidaya Jambu Kristal Omzet Puluhan Juta, Berbuah Secara Terus Menerus hingga 15 Tahun

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.