logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Metropolis

Patungan Bangun Jembatan Darurat Terbuat dari Kayu

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 28 May 2022
in Metropolis
0
Patungan Bangun Jembatan Darurat Terbuat dari Kayu

Kerja bhakti warga Pinogu dalam proses pembuatan jembatan kayu di suangai Pinogu. (Foto: Hidayat Maini/For Gorontalo Post).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Infrastruktur merupakan sarana terpenting dalam kemajuan satu desa. Sayangnya bagi warga Pinogu, selain akses jalan yang masih rusak parah dan berlumpur. Juga akses jembatan di wilayah itu terhitung masih minim. Kondisi ini memaksa warga Pinogu berinisiatif membangun jembatan darurat terbuat dari kayu yang diambil dari hutan.

Ainun Mokodompit – PINOGU

Bermodalkan batang kayu berdiameter besar yang ditebang dari hutan yang sudah dibelah menjadi beberapa bagian menggunakan mesin sensor (pemotong kayu). Puluhan warga baik dari usia muda hingga usia tua bergotong royong membuat jembatan tersebut. Bahkan, tak tanggung-tanggung warga juga harus merogok kocek pribadi untuk patungan.

Uang patungan yang terkumpul hingga Rp 6 Juta itu digunakan untuk membiayai kebutuhan material lain seperti semen, paku bahan makanan serta minuman untuk para pekerja serta biaya-biaya lain. Jembatan ini sengaja dibangun mengingat jalan akses menuju kecamatan pinogu melewati dua anak sungai yang setiap musim hujan selalu meluap. Hal ini praktis menyebabkan semua pengguna jalan yang melintas terpaksa berhenti dan bermalam di seberang jalan dalam keadaan basah.

Related Post

Wahana Rekreasi Tradisional Hadir di Tingkohubu

Tim URC Polres Pohuwato Sita Ratusan Botol Miras

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

PETI di Dengilo Kembali Ditertibkan, Penambang Melarikan Diri, Polisi Sita 11 Mesin Alkon

Belum lagi warga harus menunggu lima sampai enam jam air surut baru bisa dilewati karena air sungai tidak bisa dilewati baik oleh pengguna kendaraan roda dua maupun pejalan kaki. Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun namun tidak beroleh perhatian dari pemerintah Desa, dan Kecamatan.

Hidayat Maini Warga Pinogu saat diwawancarai wartawan koran ini mengungkapkan, pada 2021 lalu pihaknya selaku warga Kecamatan Pinogu sempat mengusulkan pembangunan jembatan itu lewat Musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan. Bertepatan saat itu Kecamataan Pinogu memperoleh dana PISEW (Program Infrastruktur Ekonomi Wilayah) senilai Rp 600 Juta. Namun, disayangkan Hidayat, usulan warga tersebut tidak terakomodir dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal usulan ini sudah sangat mendesak dan merupakan skala prioritas.

Pekerjaan jembatan ini dimulai Sabtu (21/5) yang diawali dengan persiapan pengadaan bahan baku berupa kayu besi atau biasa disebut Noto’o. Tentunya tetap melakukan koordinasi dengan petugas taman nasional, mengingat kecamatan pinogu masuk pada wilayah include taman Nasional. Pembuatan jembatan ini merupakan inisiatif murni masyarakat terutama ojek pinogu dan tidak ada campur tangan pemerintah. Pasalnya, hal ini sudah berulang kali disampaikan melalui usulan namun tidak mendapat respon positif.

“Hari pertama pengerjaan jembatan kami awali dengan pengangkutan atau mobilisasi bahan dan material, kami melaksanakan kerja bhakti. Alhamdulilah berasil mengajak masyarakat serta ojek pinogu sekitar 70 orang. Bahkan, Sekcam Pinogu Ayis Paalangi S.Kom dan Bhabinkamtibmas serta tiga kepala desa ikut ambil bagian pada pelaksanaan kerja bhakti tersebut.

Dengan penuh semangat dari masayarakat pinogu, jembatan ini selesai pengerjaannya dalam waktu singkat yaitu enam hari. Hidayat yang mewakili masyarakat Kecamatan Pinogu berharap kepada pemerintah Desa dan Kecamatan kedepanya agar lebih mengedepankan sisi manfaat bagi kepentingan masyarakat ketimbang keuntungan pribadi dalam menentukan arah kebijakan penggunaan dana.

“Pemerintah setempat harus mampu melihat mana kebutuhan yang lebih mendesak dan menjadi skala prioritas untuk segera didanai, agar tujuan pemerintah pusat dan daerah dalam mengurangi kesenjangan sosial serta meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan dapat tercapai,”tutup Hidayat. (*)

Tags: Gotong Royong.

Related Posts

Hiburan pasar malam di Desa Tingkohubu, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, malam sabtu (6/6) di banjir warga. (F. Natharahman/Gorontalo Post)

Wahana Rekreasi Tradisional Hadir di Tingkohubu

Monday, 8 June 2026
Ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merek berhasil disita oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pohuwato saat melaksanakan patroli pada Sabtu (6/6) malam.

Tim URC Polres Pohuwato Sita Ratusan Botol Miras

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Personel Polres Pohuwato melakukan penertiban di lokasi PETI yang ada di Kecamatan Dengilo, di mana 11 Alkon disita bersama barang bukti lainnya.

PETI di Dengilo Kembali Ditertibkan, Penambang Melarikan Diri, Polisi Sita 11 Mesin Alkon

Monday, 8 June 2026
Gorontalo Krisis Cairan NaCl

Gorontalo Krisis Cairan NaCl

Thursday, 4 June 2026
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima audiensi Wakil Ketua LPSK.

Kapolda Gorontalo Dukung Perlindungan Saksi-Korban

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Pimpinan Perusahaan IGL Diperiksa

Pimpinan Perusahaan IGL Diperiksa

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.