logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Cukup Dua Periode

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 9 April 2022
in Headline
0
Cukup Dua Periode

MAHASISWA se Kota Bogor saat melakukan aksi menolak jabatan presiden tiga periode, di dekat istana bogor, Jumat (8/4).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id  – Aksi penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo ramai dimana-mana. Di Gorontalo, aksi ini belum nampak. Di beberapa daerah, mahasiswa dengan jumlah ribuan turun ke jalan, menuntut tak ada penundaan pemilu, termasuk agar Jokowi tidak memaksakan untuk kembali mencalonkan sebagai Presiden periode ketiga.

Di Bogor, ribuan mahasiswa se kota Bogor bahkan merengsek hingga dekat istana bogor, Jumat (8/4) siang. Demo bertema Gerakan Bogor Menggugat Istana itu dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Bogor, setelah ikut unjuk rasa dengan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) pada Jumat, (1/4) pekan lalu.

3Kedatangan mereka untuk menyuarakan keberatan atas keputusan yang dikeluarkan pemerintah atas kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Pantauan Radar Bogor, ribuan mahasiswam melakukan aksi long march dari Tugu Kujang arah ke Istana Bogor. Namun, aksi long march mereka terhenti karena petugas kepolisian sudah berjaga di Pintu 3 Istana Bogor, tepatnya di Jalan SSA sekitar 15:40 WIB.

Related Post

Unjuk Rasa ‘Cagar Budaya’ Memanas, Kepala Balai Dievakuasi, Terungkap Laporan ke Polisi untuk Pengamanan Objek Bukan Pidana

Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

Pemprov Gorontalo Bersama TP Posyandu Fokus Tangani Stunting

Adapun, isi tuntutan para mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Bogor Menggugat Istana itu diantaranya, menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.

Kemudian, menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode. “Dua periode aja ancur,” tulis spanduk yang dibawa mahasiswa saat aksi.

Mahasiswa kemudian memberikan petisi, mereka meminta Presiden yang merupakan kader PDI Perjuangan itu dapat merealisasikan petisi yang berisikan enam tuntutan dalam waktu 3×24 jam.

“Sudah kami sampaikan. Dengan tuntutan tersebut, kami berikan waktu kepada Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi dalam waktu 3×24 jam,” kata Koordinator BEM se-Bogor, Rizki Nuria Sury Altar kepada wartawan. Rizki mengingatkan jika sampai pada waktu yang sudah ditentukan tidak ada tindak lanjut, pihaknya akan memfollowup melalui audiensi.

Sementara itu, perwakilan Istana Bogor yang ditunjuk menerima petisi dari para mahasiswa mengaku akan menyerahkan hal ini langsung ke pimpinannya.

“Petisi kami terima dari perwakilan para mahasiswa Bogor. Dimana atas izin pimpinan, kami sebetulnya hanya cukup menerima dan kami akan sampaikan ke pimpinan kami,” ujar pria yang mengenakan batik berwarna cokelat tersebut.

Tidak hanya meminta Jokowi menolak penundaan pemilu dan tiga periode, tapi mahasiswa juga mendesa k segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan, dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.

Selain itu, menuntut dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia. Terakhir, mendesak pemerintah pusat untuk membatalkan kenaikan pajak pertamabahan nilai (PPn) dikarenakan bisa memicu kenaikan harga disektor lain yang menjadi kebutuhan masyarakat.

DEMO DI SEMARANG RICUH

Aksi massa menolak jabatan Presiden tiga periode, termasuk menolak perpanjangan jabatan Presiden Joko Widodo, juga berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah. Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Negeri Islam (UIN) Walisongo, Kota Semarang itu menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Jumat (8/4).

Isi tuntutanya sama, salah satunya penolakan wacana Presiden Jokowi tiga periode. Aksi yang dimulai pukul 16.00 wib ini, berakhir ricuh.

Massa datang dengan membawa sejumlah poster berisi enam tuntutan, yakni penolakan penundaan Pemilu 2024, wacana Presiden Jokowi 3 periode, kelangkaan minyak goreng, kenaikan tarif PPn, kenaikan BBM subsidi Pertalite, dan kenaikan gas elpiji 3 kg. Awalnya, aksi unjuk rasa atau demo itu berlangsung kondusif.

Namun mendekati waktu berbuka puasa, massa aksi mulai ricuh. Hal itu menyusul keinginan mahasiswa yang berdemo untuk masuk ke Kompleks Kantor Gubernur Jateng. Ketua PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang, Khoirul Fajri Assyihan, mengatakan massa aksi menolak keras terkait beberapa wacana yang digemborkan pemerintah.

“Kami menolak karena bertentangan dengan konstitusi dan mencederai demokrasi,” kata Fajri, sapaan akrabnya. Disinggung harga minyak goreng naik, ia mengungkapkan fenomena tersebut tak seharusnya terjadi di Indonesia. Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

“Kami menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas dan mengutuk keras kartel-kartel mafia minyak goreng yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan dan mahalnya minyak goreng dalam masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan PMII juga menolak rencana wacana pemerintah soal menaikkan PPn. Untuk itu, meminta pemerintah segera berikan keadilan dan harmonisasi dalam peraturan perpajakan yang sudah ditetapkan. Tak hanya itu, PMII ikut menyoroti rencana kenaikan BBM jenis Pertalite dan gas elpiji 3 kg.

Menurut Fajri, permasalahan itu membuat masyarakat semakin berat dan Indonesia bakal terjadi inflasi besar-besaran. Maka, pihaknya mendesak pemerintah segera mencari solusi agar perekonomian Indonesia stabil dan masyarakat sejahtera. (rb/sp)

Tags: demo mahasiswaJokowiDodoPMIIPPN

Related Posts

Unjuk Rasa ‘Cagar Budaya’ Memanas, Kepala Balai Dievakuasi, Terungkap Laporan ke Polisi untuk Pengamanan Objek Bukan Pidana

Unjuk Rasa ‘Cagar Budaya’ Memanas, Kepala Balai Dievakuasi, Terungkap Laporan ke Polisi untuk Pengamanan Objek Bukan Pidana

Thursday, 10 September 2026
Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Thursday, 10 September 2026
Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

Polemik Eks Rumah Jawatan, Adhan Ungkap Kejanggalan

Wednesday, 9 September 2026
Pemprov Gorontalo Bersama TP Posyandu Fokus Tangani Stunting

Pemprov Gorontalo Bersama TP Posyandu Fokus Tangani Stunting

Tuesday, 8 September 2026
Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Monday, 7 September 2026
Garuda Indonesia – Lion Grup Batal Terbang, Penerbangan Gorontalo Ikut Terdampak

Garuda Indonesia – Lion Grup Batal Terbang, Penerbangan Gorontalo Ikut Terdampak

Monday, 7 September 2026
Next Post
Ilham Ingin Gorontalo Tetap Berprestasi

Ilham Ingin Gorontalo Tetap Berprestasi

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

Thursday, 10 September 2026
Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Thursday, 10 September 2026
Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

Thursday, 10 September 2026
Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

Thursday, 10 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.