logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Tuhan Matahari

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 26 March 2022
in Disway
0
Doa Wadas

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

HARGA saham Tesla naik drastis lagi –itu Anda sudah tahu. Serangan Rusia ke Ukraina bisa juga membantu Amerika: mobil listrik kian laris. Akibat harga bensin terganggu. Dulu terganggu Arab Saudi. Kini, penganggunya Rusia.

Penyebab lain: pabrik Tesla yang di Jerman sudah mulai berproduksi. Tiga hari lalu. Elon Musk sampai joget kesenangan. Yakni saat ia menyerahkan 30 kunci pertama ke konsumen di Eropa.

Elon Musk seperti main satire ketika memilih lokasi pabrik itu: di Gruenheide, sebelah timur Berlin. Ia tanam modal sampai sekitar Rp 75 triliun untuk Tesla di situ. Itulah daerah yang dulu sangat dikenal sebagai basis tambang batu bara nan kotor di Jerman. Lalu ia bangun industri energi bersih situ.

Sentimen green energi, di Eropa, memang paling tinggi di dunia. Dasarnya: kesadaran memperbaiki iklim. Eropalah yang memulai industrialisasi –dan mencemari lingkungan. Eropa pula yang kini memulai perbaikannya –setelah mereka sejahtera.

Related Post

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Maka Tesla bisa segera mengejar VW –mobil listrik terlaris di Eropa saat ini. Produksi Tesla di Berlin itu 500.000 per tahun. Selama ini, tanpa punya pabrik di Eropa, Tesla sudah mencapai 13 persen pangsa mobil listrik di  Eropa –didatangkan dari Amerika atau dari pabriknya yang di Shanghai, Tiongkok. Bayangkan setelah Tesla punya pabrik sendiri di Jerman. Tesla ibarat masuk ke kandang macan –dan minta menang.

Memang Elon Musk sering mengeluh. Begitu banyak hambatan yang ia hadapi di Jerman. Sampai pun ada demo yang mengkhawatirkan pabrik itu akan memakan air terlalu banyak –mungkin yang untuk pendingin di pabrik baterainya.

Akhirnya pabrik itu baru jadi setelah dua tahun. Memang tidak mungkin bisa secepat ketika Tesla membangun pabrik di Tiongkok: hanya satu tahun! Padahal itu bukan sembarang pabrik. Itu giga factory –pabrik ukuran raksasa bengkak.

Pabrik Tesla pertama di California. Lalu di Shanghai. Yang ketiga ini di Jerman. Berikutnya lagi di Texas –sedang dibangun. Di luar itu masih punya banyak pabrik suku cadang –termasuk pabrik baterai seluas 1 juta hektare di Reno, Nevada utara.

Rusia sendiri masih terus melawan dunia. Setelah Migasnya diboikot negara-negara Barat, justru Rusia menyerang balik: negara yang tidak bersahabat dengannya harus membeli migas Rusia dengan mata uang rubel.

Rusia tahu: 40 persen keperluan migas Eropa datang dari Rusia –cukup lewat pipa. Sedang dari Timur Tengah harus diangkut dengan kapal.

Maka Eropa bertekad segera pindah ke green energi –dan Tesla dapat momentum serangan Rusia. Apalagi Tesla juga sudah membuktikan: power bank skala raksasanya sudah ada yang jadi. Yakni yang di Moss Landing, di California. Besarnya 182,5 MW.

Power bank itu bisa untuk melistriki rumah sebanyak 136.000 rumah –ukuran Amerika. Atau bisa untuk setengah juta rumah di kota tertentu di Indonesia.

Tentu untuk kapasitas sebesar itu power bank-nya tidak hanya satu. Di dekat Pantai Moss Landing itu –sekitar 3 jam berkendara dari San Francisco ke arah selatan– Tesla membangun 256 buah power bank raksasa. Si Raksasa dijejer-jejer di satu hamparan tanah luas. Saling dihubungkan.

Siang hari, di kala matahari bersinar terang, power bank itu menyimpan listrik dari solar cell. Malam hari, ketika matahari telah pergi, listrik dari power bank itu yang berfungsi.

Tentu melistriki rumah dengan cara ini sangat mahal. Sekarang ini. Tapi bagi negara maju kata ”mahal” itu masih tetap terbeli –dikaitkan dengan pendapatan mereka.

Dan Tesla bukan satu-satunya yang membuat power bank raksasa seperti itu. Sudah banyak. Pun yang lebih besar.

Seperti juga mobil listrik, yang penting ada wujudnya dulu. Bukan hanya sebatas wacana. Dan mereka membuktikan itu. Dari sini bisa dihitung bagaimana menyeimbangkannya –dan menurunkan harganya.

Sepuluh tahun lalu, membicarakan hal seperti ini masih seperti mimpi. Kini mereka seperti sedang lomba lari: untuk menjadi yang terdepan dan terbesar.

Batubara itu pemberian Tuhan –lewat bumi.

Tenaga surya juga pemberian Tuhan –lewat matahari.

Otak manusia juga pemberian Tuhan –asal mau memakainya. (Dahlan Iskan)

Tags: DahlanIskanDisway

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Next Post
Jelang Ramadan Peredaran Miras Merajalela

Jelang Ramadan Peredaran Miras Merajalela

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.