LIMBOTO – GP – Akhir tahun 2021, menjadi berkah bagi keluarga Astiya Bisango, warga Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Ia bersama anak-anaknya, kini bisa menempati dan tinggal di rumah sendiri, setelah rumah layak huni (Mahyani), bantuan program Pramuka Peduli yang diinisiasi Ketua Kwarda Idah Syahidah Rusli Habibie, rampung. Ketua Kwarda Idah Syahidah bersama jajaran Kwarda, meresmikanya, Jumat (31/12).
Astiya Bisango begitu terharu ketika pintu rumah dibuka untuk mereka tinggali, ia terus berucap syukur, kini bisa tinggal di rumah sendiri. “Alhamdulillah, terima kasih bu gub, bu Idah, terima kasih kami sudah bisa berteduh di rumah sendiri,”ujar Astiya Bisango. Selama ini, ia bersama suami dan anak-anaknya hidup berpindah-pindah, mencari tempat kontrakan ala kadarnya untuk bisa menjadi tempat tinggal. Sebagai pedagang kaki lima yang juga berpindah-pindah tempat, mereka tak punya modal banyak untuk bisa membangun rumah.

Oleh Kwarda Gorontalo, keluarga Astiya Bisango didata, dan masuk kriteria untuk penerima Mahyani. Mendengar kabar itu, keluarga Astiya Bisango kemudian urunan dan menghibahkan lahan untuk Mahyani. Pramuka memulai program bantuan Mahyani sejak sebulan lalu, Ketua Idah Syahidah yang datang meletakkan batu pertama pembangunanya, dan jelang pergantian tahun kemarin, rumah untuk keluarga Astiya Bisango diresmikan. “Hidup kami telah kami habiskan di rumah kontrakan, kalaupun tdk, harus menumpang di rumah keluarga. Berkat program pramuka, kami bisa berteduh di rumah sandiri,”tambah Astiya Bisango.
Ketua Kwarda Idah Syahidah Rusli Habibie, mengatakan, program bantuan rumah layak huni ini adalah bentuk perhatian Pramuka Gorontalo pada masyarakat yang kurang mampu. Program ini jelas turut membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, salah satu kriteria kemiskinan adalah masih adanya warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. “Walaupun pada tahun ini (2021,red), bantuan Mahayani baru bisa kami realisasikan satu unit dulu. Realisasi pembangunan ini terhitung cepat, hanya sebulan sejak di laksanakan peletakan batu pertama telah selesai di akhir desember ini,”kata Idah Syahidah. Tak hanya bantuan fisik Mahyani, Idah Syahidah juga turut melengkapi dengan paket bantuan ‘isi rumah’.

Istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ini menyebutkan, dalam Gerakan Pramuka Kwarda Gorontalo, terdapat bidang pengabdian masyarakat dan siaga bencana. Dimana ruang lingkup kerja program bidang ini lebih kepada bantuan sosial untuk masyarakat. “Selain rumah layak huni, di tahun 2021 ini, kami telah banyak ikut berbagi dengan sesama, termasuk terlibat dalam program penanganan bencana, sesuai tema Pramuka tahun 2021 yakni Pramuka Berbakti Tanpa Henti. Ada program bantuan pengembangan usaha pemuda produktif melalui Gerakan Pramuka, dan bantuan paket sembako yang telah kami jalankan sepanjang tahun 2021,”ujar Idah Syahidah yang juga anggota komisi VIII DPR RI fraksi Golkar itu. (tro)













Discussion about this post