logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Harapan Karina

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 2 August 2021
in Disway
0
Harapan Karina
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh
Dahlan Iskan

____

SAYA minta maaf kepada Karina. “Maafkan kalau saya baru kenal Anda sekarang,” ujar saya pada Si rambut keriting yang cantiknya bertambah-tambah karena gaya rambutnya itu.

Saya tulus. Harusnya saya sudah menulis tentang Karina enam bulan yang lalu: ketika dokter ahli bedah plastik ini menemukan terapi ”aaPRP” untuk pasien Covid-19.

Maafkan saya. Ilmu pengetahuan begitu penting, tapi saya begitu abai. Kok saya pilih menulis Perjuangan 2 T. Menunggu 2 T. Pusing 2 T. Bantuan 2 T. Sampai empat tulisan dalam seminggu. Seperti pandemi Covid baik-baik saja. Padahal yang meninggal akibat Covid menjadi yang tertinggi di dunia selama seminggu kemarin.

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Itu bisa dicegah kalau saya memperhatikan Karina sejak enam bulan lalu. Setidaknya tiga bulan terakhir.

Apa yang ditemukan dan dilakukan Karina ini begitu pentingnya. Apalagi cara Karina ini orisinal Indonesia. Penemuan Karina sendiri. Pertama di dunia.

Juga: begitu murahnya –dibanding obat Actemsra yang langka itu.

Mungkin ada yang skeptis: Karina tahu apa. Dia kan ahli bedah plastik. Yang hanya memanjakan wanita yang ingin cantik.

Karina kini bukan hanya ahli bedah plastik. Dia saya anggap sudah menjadi ilmuwan penting yang harus diperhatikan Indonesia. Tinggal kita mau atau tidak. Kita cukup rendah hati atau tidak untuk mengakui kehebatan orang lain.

Dr dr Karina juga ahli stemcell. Dan kini bisa disebut ahli ”aaPRP”. Dia memberi tambahan ”aa” di depan ”PRP”. Untuk terapi penyembuhan Covid-nyi ini. Agar PRP tidak lagi hanya diasosiasikan  dengan urusan kecantikan.

Bangganya lagi: Karina full produk lokal. Dia dokter lulusan UI. Spesialis di UI. S-2 di UI. Meraih gelar doktor juga di UI –di usia 45 tahun, 2019.

Suami Karina juga produk UI: dokter ahli kandungan. Sang ibu juga UI: dokter ahli kulit. Hanya ayahnya yang insinyur: ITB.

Kini Karina sudah memiliki hak paten: bagaimana bisa mendapatkan 1,5 miliar stemcell dari lemak pasien. Dia lah yang menemukan bagaimana caranya dan pakai enzim kadar berapa.

Saya akan menulis soal itu lain kali.

Sekarang soal ”aaPRP” dulu.

Selama ini dr Karina memang sudah dikenal sebagai ahli PRP –semua wanita cantik tahu itu. Juga wanita yang ingin cantik.

Dokter Karina bisa mempermuda wajah wanita lewat PRP. Kalau ada yang mau saya juga bisa tulis lain hari.

Dari situlah dr Karina ”akrab” dengan persoalan trombosit  dalam darah. Dia terus melakukan penelitian. Dia tipe dokter yang tidak mau berhenti sebagai ilmuwan. “Dokter itu ilmuwan. Tapi banyak dokter yang kemudian berhenti menjadi ilmuwan,” ujar profesor saya di Tianjin, Tiongkok. Itu diucapkan bukan kepada saya, tapi kepada dokter yang lagi merawat saya –kok tidak kunjung bisa menemukan solusi keluhan saya.

Dr dr Karina sudah punya lab sendiri –lab dan klinik Hayandra. Singkatan dari nama tiga anaknyi: Hanif, Jan, dan Nandra. Lab milik Karina adalah satu yang terbaik di jenisnya di Indonesia.

Dari penelitian itu dr Karina tahu: trombosit itu kalau ”dikupas” isinya protein. Yakni protein dari berbagai jenis. Ada  protein antibiotik, anti inflamasi, protein penumbuh, protein anti bakteri, dan banyak lagi. Total lebih dari 1.000 jenis protein yang ada di dalam trombosit.

Ketika dr Karina melihat begitu banyak penderita Covid yang meninggal dunia, dia pun ingat: mengapa kandungan protein di dalam trombosit itu tidak dimanfaatkan. Kan bisa untuk menyembuhkan pasien Covid.

“Isi trombosit itu sudah seperti apotek besar,” ujar dr Karina pada saya Sabtu siang lalu.

Maka berbagai pertanyaan terus menggoda otaknyi: mengapa perlu pakai obat dari apotek kalau di dalam trombosit sudah ada obatnya.

Karina pun menghubungi dokter yang sedang kewalahan dengan pasien Covid. Untuk mencoba terapi temuannyi itu. Sang dokter memang harus menemukan cara menyembuhkan pasien. Maka dicobalah infus jerohan trombosit yang sudah ”diolah” di lab Hayandra.

Total biaya lab-nya hanya Rp 4,5 juta. Bandingkan dengan obat Actemra yang harganya sudah begitu liarnya. Belum tentu tidak beresiko pula.

“Protein anti radang yang ada di dalam trombosit dapat menanggulangi badai sitokin pada Covid-19,” ujar dr Karina. “Di saat yang bersamaan, tubuh bisa membangun sel-sel yang  dirusak virus dengan protein penumbuh,” tambahnyi. Misalnya kerusakan yang ada di paru-paru itu.

Demikian juga unsur anti bakteri di dalam jerohan protein itu: dapat membantu melindungi tubuh dari serangan bakteri. “Terutama  saat tubuh sedang melemah karena bertarung melawan virus,” ujar dr Karina.

“Rambut dr Karina itu keriting asli atau keriting buatan?” tanya saya.

“Hahaha…. Asli pak,” jawabnya.

Dia kaget kok pertanyaan saya pindah ke soal rambutnyi. Tapi siapa pun yang melihat rambut itu pasti goyang imannya. “Saya pernah mencoba luruskan, tapi tidak berhasil. Sekarang justru bersyukur malah jadi trade mark,” jawabnyi.

Rasanya dr Karina memang tidak perlu mengubah rambut itu. Kalau pun diadakan survei nasional, pasti 99 persen setuju biar saja tetap keriting seperti itu.

“Rambut ibu saya juga keriting,” ujar Dr Karina. “Sedang rambut ayah saya ikal,” tambahnyi.

Mungkin rambutnya itu yang membuat Dr Karina cerdas sekali. (*)

Terobosan Karina

BACA DISWAY BESOK!

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayHarapan Karina

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Richeese Factory so Buka di Gorontalo

Richeese Factory so Buka di Gorontalo

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • 11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.