logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ulama Wanita

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 28 July 2021
in Disway
0
Ulama Wanita
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Jago Comory

Pet Byar

Randy Sunda

Gu Lebang

Oleh:
Dahlan Iskan

——

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr HuzaemahTahidoYanggo, 77 tahun.

Beliau guru besar ilmu fikih Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta. Juga Rektor Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta. Beliau doktor pertama wanita Indonesia lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Kini sudah lebih 900 ulama  Islam yang meninggal karena Covid-19,” ujar Prof DrCholilNafis di live Zoom pemakaman almarhumah kemarin siang. Prof Cholil adalah guru besar di UIN dan juga salah satu ketua majelis ulama pusat.

Saya mengikuti live Zoom pemakaman itu sampai selesai: pukul 14.00. Yang dimulai sejak pukul 09.00. Sejak jenazah masih di rumah sakit umum daerah di Serang, Banten.

Begitu jauh beliau dirawat. Tidak ada satu pun rumah sakit di Jakarta yang masih punya kamar.

Lebih 17 orang ikut berbicara di Zoom kemarin. Mereka para doktor yang pernah beliau bimbing. Termasuk yang sedang di Mesir, London, dan Kuala Lumpur. Juga tokoh-tokoh di luar UIN.

Tampil juga murid beliau seperti Gubernur Maluku Utara Abdul GaniKasuba. Beliau lebih banyak menangis di depan layar.

Giliran orang luar tampil: Rektor UI Prof Dr Ari Kuncoro. Ketika dipersilakan tampil ternyata sudah tidak ada di Zoom.

Prof DrRadenSyarif Rahmat, sesama guru besar di UIN, juga terus terisak. Kumisnya yang  sangat tebal dan rambutnya yang dibiarkan panjang hampir sebahu membuat beliau seperti kehilangan keangkerannya. Beliau begitu sedih.

“Prof Huzaemah itu puncaknya ulama wanita Indonesia,” katanya. “Dua anak perempuan saya sekarang kuliah di Al-Azhar juga karena Prof Huzaemah,” ujarnya. Sedang anak perempuannya yang satu lagi kuliah di Maroko.

Prof DrAbd Rahman Dahlan bercerita tentang nasib mereka yang sama-sama terkena Covid. Sama-sama guru besar di UIN.

Waktu itu tanggal 26 Juni 2021. “Saya bertemu beliau di RS UIN,” ujarnya. “Saya ke RS karena badan panas dan demam. Saya ingin PCR. Ternyata positif,” kata ProfAbd Rahman. “Beliau juga lagi panas dan demam. Tapi beliau lebih mengeluhkan sakit di pinggang. Kata beliau tidak tertahankan,” ujarnya.

Prof Huzaemah lahir di Donggala, Sulteng. Dia masuk sekolah di Al-Khairat, Palu. Sejak SD, sampai perguruan tinggi. Juga mengajar di Al-Khairat–sehingga sehari-hari dipanggil Ustadzah. Lalu kuliah lanjutan di Al-Azhar, Kairo.

Disertasi S-3 Huzaemah adalah tentang perbandingan mazhab dalam Islam. Dia meraih gelar doktor dengan predikat cum laude. Buku-bukunyi, terutama Pengantar Ilmu Perbandingan Madzhab, terus jadi pegangan mahasiswa.

Prof Dr EuisNurlaekawati, yang juga tampil di Zoom menyebut Prof Huzaemah adalah pendiri prodi perbandingan madzhab di UIN Jakarta. Saat predikat itu disampaikan di depan orang banyak, Prof Huzaemah bilang, “Itu tidak benar, saya hanya memberi saran”.

Di kalangan cendekiawan Islam ,Prof Huzaemah dikenal sebagai ulama dua kaki. Dia setuju dengan peran lebih bagi wanita di zaman modern ini. Tapi wanita tidak boleh meninggalkan peran tradisionalnya sebagai istri dan ibu.

Ketika Megawati Soekarnoputri akan menjadi calon presiden, Prof Huzaemah tidak mempersoalkan. “Wanita boleh menjadi pemimpin. Asal dijamin lebih banyak manfaatnya bagi agama dan negara. Kan dibantu para menteri,” ujar Prof DrAmany Lubis, mengutip pendapat almarhumah.

Prof Amany Lubis adalah perempuan pertama menjadi rektor UIN Jakarta. Prof Amany sangat dekat dengan almarhumah. Apalagi sama-sama lulusan Kairo, Mesir.

Bahkan Prof Amany sejak SMP sudah di Mesir. Mendapat beasiswa. Sampai di Universitas Kairo. Gelar doktornya pun di sana. Dengan disertasi:  Sistem Politik Dinasti Mamluk. Itulah dinasti yang berkuasa selama tiga abad di dunia Arab. Yang kekuasaannya sampai Iraq, Syria, dan Mesir. Setelah dinasti Mamluk runtuh,mulailah berkuasa dinasti TrukyUsmani (Ottoman).

Prof Amany boleh dibilang ”Putri Mesir”. Ia lahir di Mesir. Dari rahim ibu seorang wanita Mesir: Nabilah.

Saat dikawiniayahnyi, Nabila  belum bisa membayangkan Indonesia itu seperti apa. Amany pun lahir di sana. Nabilah dan bayinyi lantas diboyong ke Indonesia. Nabila  ahli di bidang perpustakaan –yang masih langka di Indonesia saat itu.

Ayahanda Prof Amany, Prof Burhanuddin Lubis, memang kuliah di Mesir. Lalu kecantol wanita di sana. Agak banyak yang seperti itu –waktu itu. Termasuk HarunNasution–kelak di tahun 1980-an juga menjadi profesor, doktor, dan rektor UIN.

Nabilah sendiri, di Indonesia, akhirnya juga menjadi profesor dan doktor. Juga pernah menjabat Wakil Rektor Institut Ilmu Al Quran Jakarta. Di samping, tentu, menjadi guru besar di UIN Jakarta.

Kalau Prof Huzaemah rektor wanita pertama di IIQ, Prof Nabilah adalah wakil rektor pertama IIQ.

Bekalangan memang banyak wanita menjadi pimpinan perguruan tinggi Islam. Di IAIN Lampung, Bukittinggi, Kendari, Majene, Ponorogo,rektornya perempuan.

Prof Amany sendiri punya jaringan internasional yang kuat. Kemampuannyi berbahasa Arab, Inggris, dan Prancis membuat dia sering keliling dunia. Saya sempat melihat YouTube ketika Prof Amany berpidato di depan raja Maroko. Ada lambang merah putih di bagian dadanyi.

Prof Amany memutuskan agar Prof Huzaemah dimakamkan di pemakaman khusus di kampus UIN. Dari RSUD Banten, jenazah dibawa ke kampus IIQ dulu di Sawangan, Depok. Lalu dibawa ke pemakaman. Sudah banyak guru besar UIN dimakamkan di situ: Prof Thoha Umar, Prof Sadali, Prof HarunNasution…

Bagaimana Prof Huzaemah sampai meninggal di RSUD Banten yang begitu jauh?

“Malam itu kami sudah keliling 11 rumah sakit di Jakarta. Semua penuh,” ujar Dr SyarifHidayatullah, satu-satunya putra beliau.

Ketika Syarif masih mencari rumah sakit yang lain lagi, kadar oksigen Prof Huzaemah terus menurun. Menjadi 80. Turun lagi ke 70. Turun terus ke 60 dan berlanjut ke 50-an.

Syarif belum juga mendapat rumah sakit. Malam semakin larut. Penanggalan sudah pindah ke 14 Juli 2021. Kadar oksigen Prof Huzaemah turun lagi tinggal 40-an.

Diputuskanlah agar beliau dibawa ke mana pun. Asal mendapatkan rumah sakit. Yang masih ada jauh sekali: di Banten. Maka beliau dilarikan ke Banten. Tidak menunggu Syarif pulang dari keliling Jakarta. Khawatir keburu kian buruk.

Cari ambulans pun tidak dapat. Yang ada mobil Kijang Innova lama.

Syarif minta tolong temannya mengemudikan mobil itu. Sang ibu dinaikkan ke kursi tengah. Berbaring di situ. Dipangku keponakan.

Mobil pun meninggalkan Jakarta. Menuju Banten. Pukul 03.00 menjelang subuh Prof Huzaemah baru tiba di sana.

Sembilan hari kemudian Prof Huzaemah meninggal dunia. Jumat pagi kemarin.

Sang suami, Prof Dr AbdWahabAbdSuhaimi, juga guru besar di UIN Jakarta, menunggu jenazah tiba di Jakarta. Aman. Tidak terjangkit Covid.

Prof Huzaemah menyelesaikan S-1 di Universitas Al-Khairat, Palu, dengan S-2 dan S-3 di Mesir. Sang suami mendapat  S-1 di Mesir dengan S-2 dan S-3 di UIN Jakarta.

Tapi suami-istri ini sama-sama asal Sulteng. Sama-sama warga Al-Khairat. Sama-sama mengajar di Universitas Al-Khairat. Mereka menikah di Palu.

Setelah meraih doktor di Mesir pun Huzaemah kembali mengajar di sana. Suami-istri ini pengabdi yang sesungguhnya untuk Al Khairat.

Ketika guru besar Al Khairat sakit, keduanya masih di pesantren itu. Yang saya maksud dengan guru besar adalah ulama terkemuka yang mendirikan Al-Khairat di tahun 1930: Habib Sayyid Idrus bin Salim al-Jufri.

Habib Idrus lahir di Hadramaut (sekarang: Yaman). Al Khairat pun menjadi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Timur. Anggotanya 16 juta orang. Cabangnya di seluruh Indonesia, pun sampai ke Malaysia.

Suami-istri ini begitu mencintai dan dicintai sang Habib. Dari Habib Idruslah semua ilmu mereka dapat. Mereka akan selalu hormat. Selamanya.

Ketika Prof AbdWahab dan Prof Huzaemah membangun rumah di dekat UIN, mereka mengkhususkan membangun 1 kamar depan untuk sang guru besar.

“Setiap beliau ke Jakarta tidur di kamar depan itu. Tidak ada orang lain yang pernah tidur di situ,” ujar Syarif.

Itu ketika Habib Idrus masih hidup. Kebiasaan itu diteruskan oleh putra Habib Idrus ketika sang pewaris Al-Khairat itu ke Jakarta. Demikian juga ketika kepemimpinan Al-Khairat kini dipegang sang cucu: Habib Saggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim al-Jufri.

Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sekarang, Habib Salim Al Jufri, adakah juga cucu pendiri Al-Khairat.

Begitu langka ulama besar wanita. Covid tega benar mensyahidkannyi. (*)

Tags: Al khairatCatatan DahlanDahlan IskanDiswayUINUlamaUlama Wanita

Related Posts

Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Randy Sunda

Randy Sunda

Friday, 29 May 2026
Gu Lebang

Gu Lebang

Thursday, 28 May 2026
Gubuk Dea

Gubuk Dea

Wednesday, 27 May 2026
Wani Tenan

Wani Tenan

Wednesday, 27 May 2026
Next Post
Desa Pilohayanga Desa Ramah Difabel 

Desa Pilohayanga Desa Ramah Difabel 

Discussion about this post

Rekomendasi

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

Tuesday, 2 June 2026
TETAP RAMAI - Suasana pelelangan ikan di Kota Gorontalo yang selalu ramai kendati harga ikan mengalami fluktuasi lantaran cuaca buruk. (Foto: dok/ gorontalopost)

Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

Tuesday, 2 June 2026
Iptu Gendut Hartono

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

Tuesday, 2 June 2026
Satu unit rumah permanen milik warga yang ada di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, dilalap si jago merah pada

Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

Tuesday, 2 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.