GORONTALO, GP – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dinilai efektif menekan angka penyebaran kasus aktif Corona Virus Disease 20019 (Covid-19). Hal ini sebagaimana disampaikan Walikota Gorontalo, Marten Taha pada rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, Senin (5/7).
“Menurut saya, PPKM sangat efektif, mampu menekan penambahan kasus aktif Covid-19,” ujar Marten pada rapat yang dilangsungkan secara virtual itu.
Dikatakannya, selama PPKM berlangsung, tak ada penambahan kasus aktif Covid-19 yang dikarenakan transmisi lokal di Kota Gorontalo. Kasus aktif yang sekarang bertambah, kata Marten, karena adanya pelaku perjalanan.
“Peningkatan kasus aktif itu terjadi karena adanya pelaku perjalanan. Dan ditambah lagi klaster RRI, kontribusi juga dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Cendekia dan yang paling terupdate adalah klaster bandara sebanyak 17 dari 65 orang itu bertempat tinggal di Kota Gorontalo,” jelas Marten.
Sehingga, lanjut Marten, pelaksanaan PPKM atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendari) RI dan instruksi Gubernur Gorontalo sangatlah manjur.
“Di Inmendagri, warga yang terpapar Covid-19 harus mendapat perawatan intensif, terus kalau dia tak memiliki gejala atau penyakit penyerta wajib menjalani isolasi mandiri dan diawasi oleh Bhabinkantibmas, Babinsa, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 tingkat Kecataman, hingga kelurahan,” tandas Marten.
Terakhir, Marten mengungkapkan, dari sembilan kecamatan yang ada di Kota Gorontalo, delapan berada di zona kuning dan orange. Sisanya, kata Marten, berada di kategori wilayah zona merah.(rwf)













Discussion about this post