logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Gembira Nusantara

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 4 June 2021
in Disway
0
Gembira Nusantara
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Oleh:
Dahlan Iskan

MAAFKAN saya, Pak Terawan. Saya tidak memberi tahu Anda. Diam-diam saya memeriksakan anggota rombongan relawan Vaksin Nusantara ke lab independen.

Saya ingin tahu hasilnya. Pemeriksaan itu kami lakukan pekan lalu –17 hari setelah mereka disuntik VakNus 4 Mei 2021.

Hasilnya mengejutkan saya: bagus sekali.

Dari segi keamanan saya sudah pernah tulis: tidak satu pun yang punya keluhan. Pun yang ringan, apalagi yang berat. Soal keamanan ini tidak saya periksakan di lab.

Yang saya periksakan adalah dari segi kemampuan VakNus melawan Covid-19. Hasilnya, biarlah angka-angka lab yang berbicara: bagus sekali. Rinciannya akan saya tulis di Diswaybesok pagi.

Hari itu, Jumat, 22 Mei 2021. Pukul 07.00. Kami, 100 orang lebih, baru selesai senam rutin di Rumah Gadang Surabaya.

Sebelas relawan VakNus memang anggota senam dansa ini. Yang 4 orang lagi tinggal di Jakarta.

Selesai senam satu jam itu, petugas dari Laboratorium Molekular Profesor Nidom Foundation datang. Relawan VakNus antre ambil darah. Saya hitung: kok hanya 9 orang. Ternyata Ali Murtadlo lagi ke Pacitan –mertuanya meninggal. Ali, wartawan senior, mantan direktur salah satu anak perusahaan Jawa Pos Group. Satu lagi tidak kelihatan karena harus masuk kerja lebih pagi.

Saya tidak menyangka bahwa pemeriksaan itu begitu detail. Prof Dr C. A. Nidom, ahli virus pemilik Laboratorium Molekular itu, ternyata tidak hanya memeriksa antibodi. Tapi juga memeriksa kemampuan proteksi bodi.

Prof Nidom, Anda sudah tahu, juga dikenal sebagai ilmuwan penemu vaksin flu burung. Itu yang membuat namanya mendunia. Ia membangun lab di Wisma Permai Surabaya –sejak tidak terlalu aktif di Universitas Airlangga.

Maka, dari pemeriksaan itu, relawan VakNus dari Surabaya bisa mengetahui dua hal sekaligus. Apakah sudah punya antibodi. Sudah. Juga apakah punya perlindungan diri terhadap virus Covid. Sudah.

Saya pun bertanya kepada Prof Nidom: mengapa dibedakan antara antibodi dan proteksi. Apakah kalau sudah punya antibodi tidak otomatis punya proteksi?

“Adanya antibodi belum tentu protektif terhadap virus lapang atau surrogate,” ujar Prof Nidom.

Ups.

Berarti saya salah ketika menjelaskan soal antibodi kepada istri. Saya senang sekali ketika melihat hasil lab istri saya: antibodinyi mencapai angka 202. Itu dua minggu setelah vaksin kedua Sinovac. Saya sempat bilang bahwa istri saya tidak mungkin lagi tertular Covid. Angka antibodinya begitu tinggi.

Padahal antibodi anak saya –setelah vaksin kedua Sinovac– hanya di angka 15. Sedang istrinya ”hanya” di angka 35.

“Hahaha mungkin ibu ini pernah kena Covid tapi tidak merasa. Mana ada vaksin menghasilkan antibodi di atas 200 kalau tidak pernah kena Covid,” ujar anak saya.

Istri saya tampak terkejut. Lalu berkilah. “Sebelum vaksin dulu saya tiga kali tes. Selalu negatif,” bantah istri saya.

Baru sekarang saya tahu antibodi tidak otomatis melindungi. Prof Nidom sudah melakukan penelitian khusus. Yakni terhadap mereka yang sudah menjalani vaksinasi konvensional.

Pemeriksaan itu dilakukan kepada orang yang sudah 1 bulan menjalani vaksinasi kedua.

“Hasilnya ada 3 kelompok,” ujar Prof Nidom.

Yakni: 1) Kelompok yang punya antibodi sekaligus punya daya protektif. 2) Kelompok yang punya antibodi, tapi tidak punya daya protektif. 3) Kelompok yang tidak punya antibodi yang otomatis tidak ada daya protektifnya.

“Kelompok 2 dan 3 itu rawan untuk terinfeksi kembali,” ujar Prof Nidom.

Memiliki antibodi, ujarnya, belum tentu tidak terinfeksi. “Yang menentukan itu antibodi yang protektif,” katanya.

Vaksin untuk Covid, katanya, seharusnya vaksin yang sekaligus bisa menangkal virus. “Virus Covid itu berbeda dengan virus Flu atau flu burung,” ujar Prof Nidom. “Virus flu burung itu berhenti di paru-paru. Virus flu biasa berhenti di saluran pernapasan,” ujar Prof Nidom. “Sedang virus Covid beredar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah,” ujarnya. “Itulah yang membuat pemilik komorbid dalam bahaya,” tambahnya.

Melihat hasil pemeriksaan yang begitu menggembirakan, saya pun ingin memeriksakan diri ke Lab Molekular Prof Nidom. Meski bukan objek penelitian sayakan juga menjalani VakNus bersama para relawan itu. Saya penasaran juga. (Bersambung)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayGembira Nusantara

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Gorontalo Miliki Mobil Laboratorium Swab PCR

Gorontalo Miliki Mobil Laboratorium Swab PCR

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

Friday, 30 October 2026
BSG Pertahankan ‘Jatah’ Gorontalo, Rudiyanto Katili Kembali Diajukan ke OJK

BSG Pertahankan ‘Jatah’ Gorontalo, Rudiyanto Katili Kembali Diajukan ke OJK

Friday, 30 October 2026
KOHATI Gorontalo Bangkitkan Kembali Perkaderan Lanjutan

KOHATI Gorontalo Bangkitkan Kembali Perkaderan Lanjutan

Friday, 30 October 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.