GORONTALO –GP – Bantuan bahan pangan pokok atau sembako berisi beras 10 kg, minyak kelapa dua liter, telur 10 butir, gula pasir 1 Kg, dan ikan segar 1 kg, yang dikemas dalam kantong plastik warna kuning, diberikan simbolis Gubernur Rusli Habibie kepada para sopir dan pelaku usaha angkutan kota antar provinsi (AKAP).
Bantuan itu diberikan lantaran para sopir dipastikan ‘gagal panen’ pada momen arus mudik tahun ini, karena adanya larangan mudik yang diberlakukan pemerintah. Larangan mudik itu efektif berlaku total mulai besok, 6-17 Mei 2021.
Jumlah sopir dan pelaku usaha transportasui darat penerima bantuan pangan sebanyak 460 orang. Mereka terdiri dari angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan sewa umum (ASUM) termasuk PO dan mobil rental.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, bantuan diserahkan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para sopir dan pelaku usaha angkutan yang berhenti beroperasi selama larangan mudik nanti. Peniadaan mudik ini sesuai instruksi pemerintah pusat dan wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah. “Bukan tanpa alasan pak Presiden mengeluarkan instruksinya untuk larangan mudik. Kita lihat itu di India, kasusnya membludak. Pengalaman kita libur panjang desember kemarin, kluster yang dilahirkan oleh libur panjang itu meningkat 98 persen. Ini yang dikhawatirkan,” kata Rusli.
Rusli memahami larangan mudik menjadi pro kontra di masyarakat. Tidak sedikit pihak yang mencaci maki dirinya dan menyebut kebijakan ini malah lebih menyusahkan. Tetapi Rusli tak bergeming. Menurutnya, selama kebijakan berhubungan dengan nyawa dan keselamatan rakyatanya, caci makipun akan ia terima. “Ada yang marah sampai maki-maki saya. Pak gubernur ini tidak ada kemanusiaan, hanya enak-enak tidur, enak-enak makan, kasihan kami para sopir. Saya katakan sekali lagi tidak ada yang bahagia disituasi pandemi ini. Semua serba salah dan serba susah. Silahkan maki saya, tapi saya tegaskan larangan mudik ini untuk keselamatan semua,” tegas Rusli.
Rusli pun berpesan kepada semua pengusaha jasa angkutan darat, khususnya para sopir untuk tetap bersabar dengan keadaan ini. Memang bantuan yang diserahkan tidak seberapa, namun lebih daripada itu, saling melindungi dalam memutus penyebaran covid-19 harus menjadi tujuan utama. “Bukan hanya sopir, kemarin para porter bandara sudah kami serahkan juga, selanjutnya para buruh-buruh di pelabuhan, akan kami sambangi juga. Walaupun tidak banyak sembako yang kita bagikan ini, semoga dipahami, semoga dimaklumi, apa yang pemerintah kerjakan demi kita semua,” imbuhnya.
Salah satu sopir AKAP, Fandi Ponto menyambut gembira bantuan pangan itu. Ia megatakan, peniadaan mudik memang sangat terasa dampaknya terhadap para pelaku usaha angkutan. Sebab biasanya musim ‘panen’ terjadi saat momen mudik seperti saat ini. Tetapi situasi yang memang lagi pandemi covid-19 ini, pihaknya mengaku harus bisa memaklumi. Terlebih pemerintah provinsi memberikan perhatian dengan menyerahkan bantuan sembako. “Kita sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dan patut kiranya memberikan ucapan terima kasih kepada pak gubernur.
Namun yang paling penting perlu kita sadari bahwa, bagaimana kita membantu pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid ini. Itu sesungguhnya yang menjadi inti daripada penyerahan sembako pada hari ini,” ucap Fandi. Hal senada juga diucapkan oleh Zulfitri Suryawan. Sopir taksi angkasa untuk transportasi bandara itu, turut merasakan dampak peniadaan mudik ini. Sebagaimana jalur perbatasan darat ditutup, jalur udara juga akan ditutup, artinya juga tak ada penumpang dari atau ke bandara. “Kami harus menaati ini, karena seperti kata pak gubernur ini bukan keinginan atau keegoisan pemerintah semata, malainkan ini adalah instruksi dari pak presiden. Bagaimanapun kami harus mengikutinya. Ini sebenarnya sangat mempengaruhi pendapatan kami, sudah dua tahun terakhir ini ya karena pandemi kan. Tapi alhamdulillah perhatian dari bapak gubernur tidak ada habisnya kepada kami. Karena pendapatan kami menurun, tapi dengan adanya bantuan ini insyaAllah bisa terbantukan,” tuturnya. (tro)













Discussion about this post