SMK Butuh Perhatian Khusus

PUNCAK BOTU -GP- Ini sudah jadi persoalan klasik. Yang sudah seringkali mencuat ketika anggota Deprov mengunjungi sekolah menengah kejuruan (SMK). Masalahnya soal minimnya sarana prasarana penunjang di SMK. Yang menjadi salah satu pemicu menurunnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMK. Akibatnya, sejumlah SMK di Gorontalo mulai mengalami krisis jumlah siswa yang bisa berimplikasi pada penutupan sekolah.

Persoalan ini kembali ditemui Komisi IV Deprov Gorontalo saat mengunjungi SMK Negeri 2 Wonosari di Desa Pangeya, Kabupaten Boalemo, kemarin (15/4). Rombongan Komisi IV yang dipimpin langsung Wakil Ketua Deprov Sofyan Puhi mendapati, siswa di sekolah itu sekarang ini tinggal berjumlah 67 orang. Sementara standar pendidikan mengamanatkan jumlah siswa sekolah di bawah 60 orang maka sekolah itu harus ditutup.

Anggota Komisi IV I Wayan Sudiarta bisa memaklumi minimnya jumlah siswa di sekolah tersebut. Pasalnya, sarana penunjang kegiatan belajar mengajar sangat terbatas. Sehingga ini mempengaruhi animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang sejatinya akan menciptakan lulusan yang akan memiliki ketrampilan atau skill. Sehingga mudah diserap pasar tenaga kerja.

“Sarana prasarana di SMK ini sangat memprihatinkan. Butuh perhatian khusus dari pemerintah provinsi,” ujarnya. Dia mencontohkan, di sekolah itu memiliki jurusan peternakan. Tapi sayangnya tak ada tempat praktek bagi siswa. Misalnya kandang dan unggas.

“SMK adalah sekolah berbasis vokasi. Sudah seharusnya memiliki tempat praktek. Agar siswa langsung mempraktekkan teori yang diajarkan saat belajar,” ungkapnya.

I Wayan mengatakan, pemenuhan sarana prasarana pendukung ini sangat penting. Untuk membantu sekolah dalam meningkatkan branding sekolah di mata masyarakat. Sehingga akan merangsang animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke SMK.

“Ini akan kami segera bicarakan khusus dengan Dinas Pendidikan. Karena keterbatasan sarana prasarana di SMK ini umumnya dirasakan oleh sekolah-sekolah lain. Makanya ini harus mendapatkan perhatian khusus,” pangkasnya. (rmb)

Comment