logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Puasa dan Halal bi Halal di masa Pandemi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 9 April 2021
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Bagian Pertama

  

Oleh :
Fory Armin Naway
Dosen FIP Universitas Negeri Gorontalo
Ketua TP-PKK Kab. Gorontalo

Jika merujuk pada penanggalan bulan Hijriyah, maka tanggal 1 Ramadhan 1442 bertepatan dengan tanggal 13 April 2021 M. Itu artinya, bulan suci Ramadhan yang dinanti-nanti oleh Umat Islam di seluruh dunia tinggal beberapa hari lagi.  Sebagai bulan yang penuh rahmat, maghfirah dan pengampunan, bulan Suci Ramadhan menjadi momentum yang sangat penting dan sakral untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Dalam konteks Indonesia, kemeriahan menyambut dan memasuki bulan suci Ramadhan nampak lebih terasa. Demikian pula dengan sesudahnya, suasana kemeriahan pasca bulan suci Ramadhan dirayakan dengan berbagai tradisi yang bernuansa ke-Indonesiaan dan kedaerahan.

Salah satunya adalah tradisi Halal bi Halal yang dilaksanakan sebelum dan sesudah bulan Suci Ramadhan. Namun sayangnya, sejak 2020, halal bi halal yang menjadi tradisi unik di Indonesia ini, tidak semeriah dan se-semarak seperti tahun-tahun sebelumnya karena adanya Pandemi Covid-19 yang juga mendera Indonesia.

Meski demikian, pelaksanaan Halal-bi halal, baik sebelum dan pasca bulan Suci Ramadhan sebenarnya masih dapat disiasati dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mengingat Halal-bi Halal sebagai agenda membersihkan hati, mensucikan jiwa, maka entri pointnya  atau penekanannya, terletak pada kebesaran hati untuk saling memaafkan, saling mengikhlaskan di antara sesama ummat Islam. Halal bi halal dapat dipandang sebagai salah satu bagian dari manifestasi Hablun Minanas dalam kerangka memanifestasikan ibadah yang bersifat Hablun Minallah.

Pandemi Covid-19 yang tengah mendera Indonesia saat ini dengan begitu, bukan menjadi penghalang dalam menjalin dan merekatkan hubungan melalui halal- bi halal. Selain memperhatikan protokol kesehatan, juga terdapat wahana lainnya seperti media sosial (Medsos) dan wahana komunikasi lainnya untuk membangun komunikasi dan silaturahmi, saling memaafkan, saling mengikhlaskan agar tidak ada ruang dendam, iri-hati, dengki, hasut dan sebagainya yang menggejala di antara sesama muslim.

Di era Pandemi Covid-19 saat ini, alternatif lain untuk memanifestasikan semangat halal bi halal sungguh terbuka lebar, memaafkan tidak harus bertatap, tidak harus berjabat, tapi memaafkan, mengikhlaskan dan meluaskan jiwa yang sempit nan gersang, bisa saja terungkap melalui untaian kata di tengah kidung-kidung kesunyian malam yang syahdu sekalipun. Dunia maya, media sosial dan wahana lainnya, tidak hanya menjadi alternatif, tapi juga  menjadi kurir yang baik mengantarkan pesan jiwa yang bersih nan luas untuk memberi maaf kepada kerabat, sahabat dan handaitaulan.

Dunia Medsos bisa saja menjadi wakil raga yang tak sempat bersua dan bertatap, baik melalui untaian kata-kata, lambaian tangan yang menjabat maupun senyum ramah yang yang tidak hanya ikhlas nan tulus tapi meluluhkan hati yang keras sekalipun.   Hal itu sejalan dengan hakekat dan makna dari kata Halal bi halal itu sendiri yang berasal dari akar kata “Halla-Yahillu” yang berarti singgah, memecahkan, melepaskan, menguraikan, memaafkan.

Halal  bi Halal sebenarnya merupakan kata lain dari silaturahmi. Hanya saja, silaturahmi bersifat universal, tidak mengenal batas dan waktu yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.  Sementara Halal-bi halal, lebih spesifik dilaksanakan untuk menyambut dan mengiringi kepergian bulan suci Ramadhan. Namun esensi dari keduanya adalah agenda membersihakan hati, meluaskan jiwa agar semakin lapang dan ikhlas dalam menerima segala hal yang menerpa diri dalam kehidupan ini, terutama yang terkait langsung dengan sebab-akibat adanya interaksi antar sesama manusia.

Hal yang sangat penting dan urgen dari halal bi halal dalam konteks antar personal atau individu, adalah mempererat persaudaraan, membangun kembali silaturahmi yang sempat terputus, merekatkan kembali hubungan yang sempat retak dan  membersihkan noda yang sempat terpercik yang pernah  mengotori interaksi sesama manusia.

Dalam konteks yang lebih luas, halal bi halal adalah instrumen penting untuk merajut persaudaraan sesama muslim (Ukhuwah Islamiah), membangun hubungan baik sebagai sesama warga bangsa (Ukhuwah Wathaniyyah) dan mempererat hubungan dengan sesama manusia (Ukhuwah Basyariyyah).

Itulah hebatnya semangat Halal bi Halal yang menajdi tradisi khas Indoensia yang tidak ditemukan di belahan dunia manapun. Halal bi halal telah menjadi instrumen penting untuk memantik terciptanya kelenturan dan egalitarian dengan 3 dimensi cakupan yang melingkupinya, yakni dimensi Ukhuwah Islamiah, interaksi kebangsaan dan relasi kemanusiaan yang elegan, lentur  dan mencair.

Di tengah kehidupan yang sarat dengan individualisme, materialisme dan hedonisme yang mulai mendera kehidupan di negeri ini, halal bihalal menjadi wahana penting untuk merenung dan berbenah guna memaknai hakekat hidup dan kehidupan yang sesungguhnya. Di sisi yang lain Pandemi Covid-19 yang masih terus menghantui setiap gerak kehidupan ummat manusia, tidak semestinya menjadi penghambat untuk merajut kembali semangat dan komitmen silaturahmi dengan menghalalkan segala bentuk kesalahan, kekhilafan, melepaskan diri dari belenggu iri hati, dengki-dendam dan permusuhan yang menjadi sekat dan penghalang interaksi sesama manusia.

Hubungan antar sesama manusia (Hablun Minanas) sebelum menunaikan bulan suci Ramadhan dalam kerangka memperteguh, memperkuat dan memanifestasikan Hablun Minallah dapat dipandang sebagai ikhtiar menuju keparipurnaan ibadah ritual yang dilaksanakan sebulan penuh dan ditutup kembali dengan halal bi halal setelah bulan suci Ramadhan. Pada pencapaian itulah, predikat bahwa manusia kembali kepada fitrahnya melekat kuat ke dalam hakekat yang sesungguhnya. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. (***)

Tags: fory nawayhalal bi halalpersepsipuasa

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Merlan Komitmen Majukan Pariwisata Bonebol

Merlan Komitmen Majukan Pariwisata Bonebol

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.