Program Pemprov : Yatim Piatu Asal Pohe, Kuliah Gratis di ATMI Solo

GORONTALO – GP – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim, menjadikan pendidikan sebagai sektor utama pembangunan. Selain menjamin pendidikan gratis bagi seluruh siswa, juga memberi beasiswa bagi masyarakat Gorontalo untuk kuliah di perguruan tinggi. Ramadan Pakaya (20) salah satu penerima manfaat program beasiswa Pemprov Gorontalo.

Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo, Jawa Tengah, terkenal selektif dalam memilih calon mahasiswa. Hanya yang benar-benar memenuhi syarat dan komptensi yang bisa terterima. Hal itu wajar, kampus ATMI merupakan perguruan tinggi pencetak tenaga kerja handal. Banyak perusahaan multinasional yang langsung membidik para mahasiswanya sebelum kelar kuliah. Ramadan Pakaya, termasuk yang beruntung bisa kuliah di ATMI Solo.

Mahasiswa asal Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulondhalagi itu, merupakan penerima beasiswa Pemprov Gorontalo. Seluruh biaya kuliah ditanggung Pemprov, termasuk disiapkan tempat tinggal, dan mendapat uang saku per bulan. Kuliah di ATMI tidak murah, biaya pendidikannya mencapai Rp 65 per tahun. Bagi Ramadan, memperoleh biaya sebanyak itu tentunya mustahil, apalagi kondisinya merupakan anak yatim piatu.

Namun semangatnya, dan program Gubernur Rusli Habibie yang mengantarkanya bisa kuliah gratis di Solo. “Bersyukur sekali pak bisa kuliah beasiswa dari Pemprov Gorontalo. Saya enggak menyangka bisa sampai ke sini. Saya anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibu saya meninggal saat saya kelas 3 SD, bapak meninggal saat saya kelas 9 SMP mau naik SMA,” Ramdan bercerita di sela-sela kunjungan Gubernur Gorontalo di ATMI Solo, Jumat (26/3).

Ramdan mendapat informasi beasiswa kuliah di ATMI Solo dari pihak sekolah SMKN 3 / STM Kota Gorontalo. Meski yatim piatu, tekadnya untuk belajar cukup besar. Terbukti dari 10 orang yang mengikuti seleksi dari Jurusan Teknik Mesin, hanya dia yang dinyatakan lulus. “Dari jurusan Teknik Mesin hanya saya yang lulus, tapi dari STM ada empat orang,” imbuhnya.

Putra dari almarhum Yusuf Pakaya dan almarhumah Rosnani Maksoed itu mengaku kuliah di ATMI cukup sulit. Selain harus menyesuaikan dengan kedisiplinan dan ritme belajar kampus, ia harus melawan rindu kampung halaman dengan perbedaaan budaya, makanan dan bahasa. “Tahun pertama yang terasa sulit. Orang orang di sini berbicara dengan bahasa Jawa, makanannya juga manis manis. Beda sama kita di Gorontalo. Tapi setelahnya kita mulai terbiasa,” sambungnya.

Perpanjangan kerjasama antara Pemprov Gorontalo dengan ATMI Solo membawa angin segar buat Ramdan dan tiga temannya lain yang menerima beasiswa. Itu berarti satu tahun lagi masa kuliahnya di Solo bisa terus dibiayai melalui program beasiswa.
“Saya berharap akan banyak putra putri daerah yang mau meneruskan mimpi belajar di pulau Jawa. Pemerintah sudah menyediakan beasiswa, semua kembali ke diri kita sendiri mau belajar sungguh sungguh untuk meraih sukses,” katanya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang datang bersama istri Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD tidak lupa memotivasi empat dari lima siswa Gorontalo yang ditemui saat itu. Rusli berpesan agar mereka tidak takut, tidak minder dan menjadikan semangat teknokrat dunia BJ Habibie sebagai motivasi belajar.

“Kalian di sini taunya belajar. Hal-hal lain pemerintah yang pikirkan. Jangan malu dan jangan minder (dengan orang Jawa). Jaga nama baik daerah, belajar sungguh-sungguh dan jangan lupa berdoa,” pesan gubernur dua periode itu.

Sejak bergulir tahun 2015, kerjasama dengan ATMI Solo sudah menyekolahkan 10 orang putra daerah. Angkatan 2016 tiga orang, angkatan 2017 dua orang. Kedua angkatan itu sudah lulus dan bekerja di berbagai tempat. Sisanya angkatan 2018 Ramdan dan kawan kawan saat ini duduk di tingkat III semester 6.

Tahun 2021 Gubernur Rusli menargetkan ada 10 orang yang bisa terterima di kampus vokasi jempolan itu. Serapan alumni untuk bekerja di industri cukup besar dengan rasio 1:2, sebelum pandemi covid-19 bisa 1:5. Artinya, setiap calon alumni bisa memilih dua perusahaan. Jika skillnya mumpuni dengan IQ yang baik, maka peluang untuk bekerja sangat besar. (tro/hms*)

Comment