logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

TK Pembina, Apresiasi dan Prospek Masa Depan

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 2 April 2023
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Oleh :
Fory Armin Naway

 

Terobosan dan kebijakan Pemerintah Kab. Gorontalo yang mencanangkan pengembangan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi TK Pembina pada 19 kecamatan di daerah ini, patut diapresiasi dan disambut baik. Disebut demikian, karena dengan terobosan itu, maka pengelolaan institusi pendidikan untuk anak-anak usia dini dan Balita, langsung berada di bawah naungan Pemerintah Daerah, terutama yang terkait dengan pemenuhan dan jaminan penyediaan sarana-prasarana pendidikannya maupun jaminan masa depan Guru dan tenaga kependidiikannya.

Dengan kebijakan itu pula, maka TK Pembina yang berada di tiap kecamatan, sebagaimana namanya, menjadi rujukan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang berbasis inovasi bagi TK/PAUD lainnya di desa-desa yang dikelola oleh Yayasan atau oleh pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak usia dini.

Lebih jauh lagi, kebijakan Pemerintah Kab. Gorontalo yang menetapkan, bahwa di setiap kecamatan harus ada satu TK Pembina,  dapat dipandang sebagai bagian dari semangat pemerintah daerah dalam memanifestasikan  amanat konstitusi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional disebutkan, ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.

Dalam konteks ini, Pemerintah Kab. Gorontalo hendak menempatkan dirinya secara sadar dan meyakinkan bahwa pendidikan di semua jenjang dan tingkatan harus mendapatkan sentuhan kebijakan yang terstruktur, tersistematis, ada jaminan dan kepastian terkait penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jaminan masa depan tenaga pengajarnya (Guru) dan proses pembelajarannya yang berbasis inovasi, mulai dari TK-PAUD, pendidikan dasar, pendidikan lanjutan pertama, pendidikan lanjutan atas hingga perguruan tinggi. Di era otonomi daerah saat ini, Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki kewenangan terhadap penyelenggaraan pendidikan di tingkat TK/PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Pertama.

Dalam manifestasinya, Pendidikan di jenjang TK/PAUD, memiliki karakteristik tersendiri atau membutuhkan perlakuan khusus yang sangat berbeda jauh dengan penerapan sistem pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Dalam Undang-Undang Sisdiknas, sebagaimana yang termaktub pada pasal 1 ayat (14) disebutkan , bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.  Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan TK adalah bagian yang terintegral dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sehingga perlu mendapatkan sentuhan yang lebih khusus dan spesifik. Selanjutnya dalam pasal 28 ayat (3) Undang-Sisdiknas disebutkan lagi ; “Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudathul Athfal, atau bentuk lain yang sederajat.  TK dengan demikian, termasuk lembaga  pendidikan anak usia dini dalam jalur pendidikan formal.

Pendidikan anak usia dini/TK dengan demikian, memiliki hakekat dan tujuan yang luhur untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh dengan point utama mengembangkan aspek kepribadian seorang anak. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini, khususnya TK, menurut Anderson (1993), Guru dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan proses pembentukan kepribadian anak melalui sentuhan-sentuhan pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik, dan psikomotorik.

Oleh karena itu, menjadi sebuah kabar gembira bagi masyarakat, jika ada perhatian khusus dari pemerintah Daerah yang hendak mengembangkan TK Pembina di setiap kecamatan. Paling tidak, dengan kehadiran TK Pembina di tiap kecamatan, maka berbagai persoalan yang mendera dan menghambat proses pendidikan anak usia dini selama ini,  lambat laun dapat teratasi dengan baik.

Diantaranya yang paling krusial dan mendesak untuk ditangani oleh Pemerintah Daerah adalah yang terkait dengan upaya penataan sistem rekrutmen gurunya, distribusi dan pemerataan guru, penerapan sistem pembelajaran, termasuk persoalan sarana dan prasarana pendidikan di TK. Oleh karena itu, kehadiran TK Pembina di tiap kecamatan menjadi salah satu instrumen penting dalam menyelesaikan persoalan demi persoalan yang mendera selama ini.

Salah satu fakta yang menggejala, tidak hanya di Gorontalo, tapi juga di daerah lain di Indonesia, bahwa banyak guru TK/PAUD yang selama ini hanya menyandang predikat lulusan pendidikan setingkat SMA, kemudian komposisi jumlah guru honor atau guru abdi yang masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan guru ASN. Hal ini diperparah lagi oleh tunjangan atau gaji guru honor yang sangat jauh dari kata layak. Jelas, dari keseluruhan persoalan yang mendera tersebut,  dapat berpengaruh dan berdampak terhadap proses pennyelenggaraan pendidikan di TK/PAUD.

Padahal, sekali lagi, kehadiran Guru TK/PAUD di satu sisi memegang peran penting dan strategis, terutama dalam mengunggah potensi anak didik di usia emasnya yang sangat menentukan tumbuh-kembang anak itu,  di masa ia menginjak usia remaja dan dewasa. Peran penting guru TK/PAUD yang paling krusial adalah sebagai pembimbing bagi anak didik, agar kelak menjadi insan yang mandiri, tanggap, dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, selaku Bunda PAUD Kab. Gorontalo, Ketua PGRI Kab. Gorontalo dan sebagai seorang pendidik, selain mengapresiasi Pemerintah Kab. Gorontalo, saya juga menaruh optimisme, bahwa dengan kebijakan menetapkan minimal 1 TK Pembina di wilayah kecamatan di Kab. Gorontalo, menjadi isyarat penting bahwa proses pendidikan di TK/PAUD di daerah ini akan lebih bergairah dan berkualitas lagi di masa-masa mendatang. Bagaimanapun, penyelenggaraan pendidikan di TK/PAUD, selain menjadi amanat konstitusi, juga menjadi amanat kemanusiaan untuk memanusiakan manusia Indonesia yang lebih unggul dan berkualitas bagi masa depan bangsa ini. Semoga. (*)

Dosen FIP UNG, Bunda PAUD
dan Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Tags: beritagorontaloForry Nawaigorontalo postgorontalopostHarianGorontaloKabarGorontalokabupaten gorontalopersepsiTK Pembina

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Kepala BPBD Tewas Gantung Diri

Kepala BPBD Tewas Gantung Diri

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.