logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Berhala Emas

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 2 March 2021
in Disway
0
Berhala Emas
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Oleh:
DahlanIskan

ADA patung emas di lobi gedung itu. Tangan kanan patung itu mengacungkan tongkat sihir.

Itulah patung terbaru Donald Trump. Yang dipasang di lobi sebuah gedung di kota Orlando, Florida. Di situ sedang berlangsung pertemuan besar para pemikir ideologi konservatif. Acaranya berlangsung 4 hari –berakhir Senin pagi WIB kemarin.

“Itu bukan berhala seperti yang dimaksud dalam Injil,” ujar Tommy Zegan, pematungnya.

Zegan perlu klarifikasi karena medsos mulai heboh. Mereka mengasosiasikan–sebagian dalam bentuk bully– bahwa tokoh-tokoh konservatif yang hadir di situ harus menyembah patung itu dulu sebelum masuk ke ruang sidang.

“Saya tahu apa yang dimaksud berhala emas dalam Injil,” kata Zegan. “Bukan seperti ini,” tambahnya.

Zegan memang seniman. Tapi ia juga pendeta Kristen –setidaknya pernah menjadi pendeta. Ia seniman Los Angeles yang tinggal di kota Rosarito, Meksiko. Kota ini hanya sepelemparan batu dari perbatasan Amerika –di selatan San Diego.

Dalam Injil memang dikisahkan –serupa dengan di Alquran –bahwa sepeninggal Musa, orang Israel kembali menyembah berhala emas. Berhala itu kemudian dihancurkan. Para penyembah berhala diperangi.

“Waktu Pemilu saya memang memilih Trump. Tapi itu karena saya tidak mau memilih Hillary Clinton,” ujar Zegan pada Politico mengenai Pemilu 2016.

Setelah Trump menjadi presiden ke-45 Amerika, Zegan mulai mengagumi Trump. Termasuk tergerak membuat patung itu. Yang menurut rencana akan dipersembahkan sendiri kepada Trump –di ulang tahunnya tahun lalu.

Rencana itu gagal.

Lalu Zegan melihat ada perhelatan besar kaum konservatif di Orlando. Yakni kota di dekat peluncuran satelit dan pusat wahana Disneyworld itu.

Patung emas Trump pun dipasang di gedung itu.

Konservatif adalah ideologi Partai Republik. Intinya: pemerintahan itu sederhana dan kecil saja –rakyatlah yang harus lebih kuat. Bentuk kekuatan rakyat itu adalah pada kebebasan individu. Pemerintahan yang besar hanya akan mengganggu hak-hak individu warga negara.

Dengan demikian ”rakyat” dalam pengertian Partai  Republik berbeda dengan ”rakyat” dalam pengertian Partai Demokrat. Yang satu lebih menitikberatkan pada  hak-hak perorangan. Yang satunya lagi pada rakyat sebagai komunitas bersama.

Itulah sebabnya Partai Republik punya kebijakan bahwa pajak itu harus serendah-rendahnya. Sekecil-kecilnya.

Maka, Presiden Trump, begitu dilantik jadi presiden, langsung menurunkan pajak. Tinggal 20 persen –dari 35 persen. Bahkan Trump pribadi sebenarnya ingin pajak itu cukup 17 persen saja.

Itulah sebabnya Partai Republik lebih terlihat pro orang kaya –karena menjadi miskin itu salah para individu orang miskin itu sendiri.

Partai Republik lantas juga terlihat lebih pro-kulit putih. Itu karena merekalah yang mendirikan Amerika –dengan misi menjamin hak-hak individu.

Mereka itu juga pro kepemilikan senjata. Itu karena individu harus kuat –termasuk kalau perlu bisa melawan petugas pemerintah yang akan mengganggu hak-hak individu.

Mereka melihat semua itu ada pada diri Trump. Dalam wujud yang sangat ideal.

Setelah Trump kalah dari Joe Biden di Pemilu lalu, paguyuban konservatif segera mengadakan Kongres. Di Orlando itu. Untuk membicarakan masa depan ideologi konservatif. Tepatnya: bagaimana bisa menang Pemilu 2024.

Tiga dari empat hari Kongres itu dipenuhi dengan parade pidato. Tokoh-tokoh konservatif tampil. Yang kemarin-kemarin terlihat anti-Trump dicoret dari daftar penceramah.

Tapi dari seluruh penceramah itu hanya satu yang paling ditunggu: pidato Donald Trump. Karena itu Trump ditampilkan di hari terakhir Kongres. Itulah pemunculan pertama Trump setelah lengser dari Gedung Putih.

Dari berbagai media yang saya monitor isinya jelas: Trump masih menganggap dirinya sebagai masa depan konservatif. Artinya ia akan dengan mudah terpilih sebagai calon presiden dari Partai Republik.

Gaya pidato Trump sendiri masih sama: bombastis. “Biden sudah terbukti sebagai presiden terburuk dalam sejarah Amerika,” ujarnya.

Ia kecam habis kebijakan Biden. Di segala bidang. Mulai tentang imigrasi, tentang tembok perbatasan dan apa saja. Termasuk Biden itu ia nilai terlambat dalam membuka kembali sekolah.

Kalau Trump benar-benar maju lagi habislah harapan banyak tokoh konservatif yang berambisi jadi Capres. Dari level gubernur saja terlihat ada 4 yang berambisi nyapres. Yang mantan gubernur juga 4 orang. Yang dari kalangan legislatif setidaknya 5 orang. Belum terlihat ada yang dari level walikota.

Masalahnya: apakah Trump akan bisa menang di Pilpres 2024. Terutama dikaitkan dengan kejadian pendudukan Gedung Kongres tanggal 6 Januari lalu. Atau dengan kasus-kasus hukum yang akan dihadapi Trump dalam waktu dekat.

Karena itu golongan konservatif masih terbelah. Memang terlalu banyak yang memuja Trump, tapi tidak sedikit yang menginginkan agar Republik segera move on.

Pemasangan patung emas di arena Kongres itu sendiri sudah menjadi indikasi pemujaan pada Trump. Apalagi Zegan sendiri berani memberi judul patung itu Trump dengan Tangan Sihirnya.

Judul itu sendiri sebenarnya dimaksudkan sekalian untuk menohok Presiden Barack Obama –salah satu yang paling dibenci Trump. Obama-lah yang mengatakan Trump ternyata tidak punya sihir untuk mengatasi pengangguran.

Patung itu sendiri bagus. Zegan sudah banyak membuat patung yang dipasang di hall of fame. Misalnya patung pemain skate board terkenal itu. Juga patung bintang sepakbola Amerika, Quarterback Brett Favre.

Yang patung Trump ini besarnya sama dengan ukuran tubuh manusia. Terbuat dari fiber yang dicat chrome dan warna emas.

Waktu dibawa ke Mar a Lago –istana pribadi Trump yang tidak jauh dari Orlando– patung itu ditolak. Rupanya ada harganya. Ada media yang menyebut USD 1 juta.

Waktu dipasang di arena Kongres pun status patung itu ternyata juga barang dagangan. Ditawarkan, menurut media di sana, USD 100 ribu. Yang penting sudah balik modal.

“Saya habis 50.000 dolar untuk membuat patung ini. Dari uang saya sendiri,” ujar Zegan seperti ditulis media di Amerika.

Ternyata itu memang patung biasa. Bukan berhala. (*)

Tags: Berhala Emasberita dahlan iskanberita gorontaloDahlan IskanDiswaygorontalo hari inigorontalo postgorontalo post hari inigorontalo updatekabar gorontalo

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Prokes Ketat, DBL di Mataram Selesai Berjalan 

Prokes Ketat, DBL di Mataram Selesai Berjalan 

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.