logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Menjelang Musyawarah Besar VIII LAMAHU : MENARUH ASA, MENAKAR ARAH SINERGI PASCA-SUKSESI

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 19 November 2020
in Persepsi
0
Menjelang Musyawarah Besar VIII LAMAHU : MENARUH ASA,  MENAKAR ARAH SINERGI PASCA-SUKSESI

Delyuzar Ilahude

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Heluma Huyula Lohulonthalo, atau LAMAHU, adalah organisasi paguyuban masyarakat perantauan Gorontalo di Jabodetabek. Paguyuban yang berperan besar menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga Gorontalo di rantau ini dipimpin oleh H. Abdul Harris Bobihoe, yang terpilih lewat Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) 2015 lalu.

Tahun 2020 ini pun, menjadi momen suksesi. Meski dibayangi pandemi COVID-19, LAMAHU akan melaksanakan Musyawarah Besar VIII di Jakarta, yang akan dibidani oleh Haris Rahim sebagai Ketua Steering Commitee (SC) dan Zack Mozin sebagai Ketua Organizing Commitee (OC), sesuai amanah rapat pengurus LAMAHU, akhir Februari 2020 lalu.

Sebagai sebuah paguyuban, organisasi ini bergerak atas dasar sukarela, kesamaan aspirasi yang dilandasi oleh ukhuwwah Islamiyah. Selama ini, LAMAHU punya visi, berpartisipasi dalam pembangunan demi mencapai cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berasas Pancasila. Keberadaannya pun kian memperkuat tali silaturahmi warga Gorontalo di rantau, serta memupuk rasa kekeluargaan sesama warga sekampung halaman, lewat sejumlah kegiatan. Susah-senang, dijalani bersama. Diantaranya, pengajian rutin, silaturahmi anggota lintas daerah, menyediakan fasilitas  prosesi adat untuk acara kedukaan, hingga tanggap menggalang bantuan untuk warga yang tertimpa musibah, seperti banjir di Gorontalo beberapa waktu yang lalu.  Haris Rahim, sang Sekjen yang kini didapuk jadi Ketua SC Mubes ke-VIII LAMAHU, bahkan menyebut, LAMAHU juga punya mimpi ikut berperan memfasilitasi peningkatan sumberdaya manusia, lewat Akademi LAMAHU.

Selain itu, LAMAHU era Harris Bobihoe juga telah menggagas  sebuah program kolaborasi kebudayaan dengan entitas seni budaya Betawi yang bertajuk Festival Seni Budaya Gorontalo-Betawi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan berharap, program ini dapat berlanjut sebagai pola sinergi kebudayaan nasional.

Related Post

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Mahasiswa Merdeka

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Program lain, yang juga penting agar perantau asal Gorontalo tak lupa kampung halaman, adalah  pembinaan Bahasa Gorontalo Baku kepada generasi muda Gorontalo di Jakarta, serta  penelitian dan pengembangan naskah serta film dokumenter tentang Hari Patriotik 23 Januari 1942 dan Pahlawan Nasional asal Gorontalo, Nani Wartabone.

Pandemi COVID-19 pun, tak menghalangi LAMAHU untuk bisa tetap produktif dan berfungsi sebagai wadah silaturahmi anggotanya. Pertemuan bulanan pun diubah jadi lebih mencegah penularan wabah, lewat seminar virtual, dan diskusi online dalam acara LAMAHU MOHIMELU.

Singkatnya, embrio semangat LAMAHU terletak pada partisipasi dan sinergi anggotanya,  masyarakat Gorontalo perantauan yang mengabdi dengan sukarela, secara swadaya. Sinergi LAMAHU ini, tak lepas dari kebersamaan masyarakat Gorontalo perantauan untuk ikut aktif di berbagai bidang, baik sosial dan keagamaan, membangun kampung halaman, yang selama ini tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah Gorontalo.  Oleh karena itu, kemitraan antara organisasi LAMAHU dengan Pemprov Gorontalo diharapkan bisa ikut menopang pembangunan di semua lini, mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan kondusif, untuk mencapai sasaran program yang telah diagendakan.

Lewat sinergi berskema kemitraan dengan Pemerintah Gorontalo, LAMAHU pun seharusnya bisa lebih leluasa, independen membuat program sendiri, tanpa konflik kepentingan atau menjadi komoditas politik, dan fokus berkontribusi bagi kesejahteraan warga di Gorontalo, serta berorientasi kepentingan publik. Untuk mewujudkan kemitraan ini, Pemerintah Gorontalo perlu terbuka menerima masukan LAMAHU, agar sinergi LAMAHU-Pemerintah Gorontalo bisa saling berdampingan, demi kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Di sisi lain, kondisi ekonomi sebagian masyarakat Gorontalo di perantauan akhir-akhir ini juga ikut terimbas oleh pandemi. Namun, alhamdulillah, bagi sebagian masyarakat Gorontalo, pandemi justru menjadi momen pendorong adaptasi teknologi informasi. Mereka mulai memanfaatkan media online sebagai sarana memasarkan produk makanan khas Gorontalo. Pandemi pun, bisa diubah jadi peluang baru.

Jika jeli melihat kondisi ini, calon-calon pengurus LAMAHU di ambang suksesi, sudah seharusnya berinovasi. Mencari cara memecahkan masalah serupa yang menimpa internal anggotanya, serta hadir membantu mereka yang butuh beradaptasi, menyelesaikan problematika ekonomi di tengah pandemi. Tak hanya dari aspek ekonomi, LAMAHU juga seharusnya dapat berkontribusi, membantu masyarakat yang terbelit persoalan hukum, namun tetap independen dan tidak dikendalikan siapapun.

Ibarat mekanisme pembuatan undang-undang di Parlemen agar jelas dan terukur target serta prioritasnya, LAMAHU juga harus memiliki “program legislasi nasional”nya sendiri. Progam kerja disusun dengan skala prioritas, untuk mempermudah pemantauan, memeriksa target pencapaian, demi memastikan semuanya berjalan dan mencapai sasaran. Yang paling penting adalah transparansi dalam penggunaan biaya, dan penyusunan anggaran program, agar organisasi paguyuban sebesar LAMAHU, bisa terhindar dari penyalahgunaan dana.

Selain menjadi wadah silaturahmi antarwarga Gorontalo di perantauan, LAMAHU juga diharapkan bisa jadi mediator, antara masyarakat dengan Pemerintah Gorontalo untuk bersinergi dalam pembangunan, yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Setiap anggota bisa berkontribusi sesuai bakat, minat, dan kompetensinya, untuk give back, membangun Gorontalo.

Sebagai organisasi yang besar, LAMAHU memang menjadi “pasar potensial” bagi kontestasi politik. Namun, organisasi sebesar LAMAHU, sudah seharusnya tidak dipakai sekedar menjadi kendaraan atau alat politik praktis, mencari dukungan.

Pasca-suksesi, LAMAHU juga diharap bisa menjadi think tank, yang bisa melakukan riset dan analisis untuk memperkuat atau bahkan mengkritisi kebijakan pemerintah daerah. Hasil riset ini bisa digunakan pula sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan atau kebijakan.

Mengoptimalkan potensi dan kapabilitas para anggotanya, LAMAHU juga dapat berperan menyalurkan informasi ilmiah bersifat teknis dari para peneliti akademis kepada pemerintah daerah Gorontalo, sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan, menyusun peraturan, merespons masalah.

Misalnya, masalah  lingkungan yang akhir-akhir ini yang menimpa Kabupaten dan Kota Gorontalo, hingga pendangkalan Danau Limboto, yang bisa berpengaruh pada suplai air tanah dangkal di wilayah sekitarnya. Disinilah LAMAHU bisa berperan, menerima aspirasi serta keluhan masyarakat, meneruskan informasi, dan membantu proses advokasinya terhadap Pemerintah, terutama Pemda Gorontalo.

Instansi atau dinas yang berwenang pun dapat menindaklanjutinya melalui kebijakan atau tindakan. Kerjasama ini menjadi gambaran sinergi kemitraan antara Pemerintah dan LAMAHU. Dalam kontribusinya terhadap masyarakat, dan komunitas, LAMAHU juga bisa melakukan pemberdayaan lewat program edukasi, juga program sosial, seperti penyediaan air bersih dan pengembangan ekonomi masyarakat. Tentunya ini akan berdampak signifikan, di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi.

Dalam aspek keorganisasian, LAMAHU juga harus bisa mengidentifikasi permasalahan intenal, bahkan studi banding bertukar pikiran dengan organisasi lain, yang lebih mapan. Jika pasca-suksesi, LAMAHU bisa mewujudkan harapan-harapan ini, maka sudah saatnya, LAMAHU melebarkan sayap, tak hanya di Jabodetabek, tetapi di semua provinsi, memayungi “diaspora-diaspora” Gorontalo yang penuh potensi. Jika sudah sampai tahap sebesar ini, maka LAMAHU juga punya peran penting menjaga kesatuan bangsa dan negara.

Tantangan lain yang harus dihadapi  LAMAHU kedepan adalah menjaga organisasi tetap bersih, dan selalu peka menjadi bagian dari solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Terima kasih Mongodula’a, Selamat melaksanakan Musyawarah Besar ke-VIII.  Semoga LAMAHU selalu sukses, dan berkibar, dipimpin pribadi-pribadi yang amanah, dan semangat berkontribusi. Odu’olo.

Penulis adalah
Ahli Geologi Kelautan/
Ketua Umum Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB (IOM-ITB).

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Tuesday, 20 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Basri Amin

Mahasiswa Merdeka

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Next Post
Pilkada Bonbol : Fadel Dukung Hamim-Merlan

Pilkada Bonbol : Fadel Dukung Hamim-Merlan

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
Operasi penertiban PETI di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Polsek Paguyaman dan TNI beberapa waktu lalu. (Foto: dok-Gorontalo Post).

DPR: Prabowo Percepat Regulasi Tambang Rakyat

Tuesday, 20 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.