Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Mahasiswa dan alumni Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo didorong tidak berhenti pada kompetensi akademik, tetapi mampu menciptakan peluang usaha melalui pengembangan produk kesehatan berbasis bahan baku lokal.
Dorongan itu diwujudkan melalui program Farmasi Kreatif, yang digelar jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Farmasi Kreatif: Edukasi dan Produksi Produk Kesehatan Berbasis Komunitas untuk Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa dan Alumni.”
Pelatihan kewirausahaan yang membekali peserta dengan keterampilan mengolah bahan alam, mengembangkan produk, membangun merek, hingga mengurus perizinan dan sertifikasi halal. Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Aula Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) 2026.
Ketua pengusul, Fadlun Abubakar, S.Si., M.Si., mengatakan mahasiswa dan alumni farmasi memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensi keilmuannya menjadi usaha produktif. Potensi bahan baku lokal, menurutnya, dapat menjadi modal untuk melahirkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa dan alumni tidak hanya harus memiliki kompetensi akademik dan keterampilan kefarmasian, tetapi juga mampu melihat peluang usaha, berinovasi, serta mengembangkan produk berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Pembekalan dalam program ini mencakup sejumlah aspek penting dalam membangun usaha. Abdul Azis Hasan, S.Tp., M.P., memberikan materi tentang pemanfaatan bahan baku alam lokal, standar keamanan dan kelayakan produk, serta dasar kewirausahaan.
Peserta juga dibekali kemampuan branding, pemasaran digital, pembukuan sederhana, dan pengurusan legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) serta P-IRT.
Sementara itu, Kartin Arsyad mengulas pengembangan produk pangan fungsional untuk kesehatan. Materi ini membuka peluang inovasi produk berbahan lokal yang dapat dikembangkan menjadi komoditas usaha dengan tetap memperhatikan keamanan dan kualitas.
Tak hanya soal produksi dan pemasaran, aspek legalitas produk turut menjadi perhatian. Adriono Tobuhu, Lc., memberikan panduan sertifikasi halal melalui jalur self declare, khususnya bagi mahasiswa calon tenant.
Pembekalan tersebut diarahkan agar calon wirausaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami standar dan persyaratan yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan konsumen serta menembus pasar.
Melalui Farmasi Kreatif, Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo berupaya membuka ruang bagi lahirnya pharmapreneur muda yang mampu mempertemukan keahlian kefarmasian, inovasi produk, dan potensi ekonomi lokal. (adv)













Discussion about this post